HJ SPY sumber hoaks , Ini klarifikasi dari Hasbi, ketua DPD asosiasi pewarta pers Indonesia, DPD A-PPI Aceh TimurĀ
Aceh Timur – bersuarakyat.online HJ SPY Sumber Hoaks dan gandeng oknum wartawan baranewsaceh.co Berinisial N Wartawan yang memberitakan berita bohong atau hoaks.Ā Ujar Hasbi rabu 12 Maret 2025. HJ SPY diduga kuat sebagai pemberi informasi sumber berita hoaks dan menyesatkan tanpa data akurat. Jika terbukti, ia bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Hal ini ditegaskan oleh Hasbi, pewarta bersuarakyat.Online, kepada redaksi. Hasbi mengklarifikasi terkait pernyataan HJ SPY yang mengatakan di media baranewsaceh.co pada 9 maret 2025 yang mengatakan di peras kering oleh wartawan sebi dalam judul nya di Media baranewsaceh.co. Hasbi mengatakan itu tidak benar sama sekali dalam pernyataan HJ SPY di media padahal , bukan begitu cerita nya ketika seorang perempuan berinisial R ada uang yang di pinjam oleh HJ SPY sekitar 3 surat berharga dengan nilai sebesar Rp 70.000.000 ( tujuh puluh juta rupiah ) dalam surat perjanjian mau bayar dan janji dalam surat keterangan desa yang udah di tanda tangan oleh gecik blang pau sa. Tapi pada kenyataannya HJ SPY susah untuk membayar hutang orang dan udah di mediasi oleh perangkat desa tapi malah janji ambil slip transfer uang dulu di bank BRI medan katanya dalam ruang sidang di rumah gecik Iskandar Muda di desa blang pau sa ujar Hasbi. Apa yang di berita kan oleh oknum wartawan berinisial N di media baranewsaceh.co itu cukup memfitnah dan HJ SPY mengadu domda sesama wartawan sekecamatan ujar Hasbi. Hasbi mengecam keras berita yang ditulis oleh oknum wartawan berinisial N merupakan wartawan dari media berita online BaraNewsaceh.co karena diterbitkan tanpa konfirmasi dengan orang terkait. Hasbi menilai tulisan tersebut sarat dengan kesalahan dan cenderung menyudutkan wartawan ditempat dan dalam tulisan nya Hasbi bukan wartawan suara rakyat tapi Hasbi wartawan di Bersuarakyat.online disini saja banyak salahnya ujar Hasbi pada pada awak media . “Berita ini ngawur! Tanpa konfirmasi, tanpa data yang jelas dan menyesatkan publik. Ini bukan jurnalisme melainkan propaganda!” tegas Hasbi dengan nada geram. Ia juga menegaskan bahwa wartawan yang bekerja tanpa verifikasi berpotensi mencemarkan nama baik dan menyesatkan opini publik. “Jika seorang wartawan menyebarkan berita bohong, maka dia tidak lebih dari seorang penyebar hoaks dengan kedok jurnalistik!” lanjutnya. Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pers di Aceh Timur. Jika dibiarkan, berita-berita tak berdasar seperti ini bisa merusak reputasi jurnalisme di daerah. Lalu, siapa yang sebenarnya harus bertanggung jawab? HJ SPY sebagai sumber informasi palsu atau oknum wartawan Berinisial N yang menyebarkan berita tanpa verifikasi? Dan yang memberikan sumber pernyataan seorang berinisial HJ SPY di laporkan ke polda aceh ucapnya. (TIM)