Pemilik Studio 21 Diduga Kebal Hukum, DPP KOMPI B Soroti Peran Mahmud Alias Amut.

Pematangsiantar-BersuaRakyat.Online Sorotan terhadap tempat hiburan malam Studio 21 kian memanas setelah Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Masyarakat Peduli Indonesia Baru (DPP KOMPI B) secara terbuka menyebut Mahmud alias Amut, pemilik Studio 21, sebagai pihak yang diduga kuat mengetahui dan membiarkan tempat usahanya menjadi sarang peredaran narkoba tidak pernah diperiksa maupun dipanggil oleh pihak kepolisian. Dalam pernyataan lanjutan kepada media, Ketua Umum DPP KOMPI B, Henderson Silalahi, menyebut sikap diam aparat terhadap Mahmud sebagai bentuk nyata ketimpangan hukum. “Kami heran, bagaimana mungkin sebuah operasi besar penggerebekan narkoba bisa dilakukan di Studio 21, tujuh orang tertangkap, tapi pemilik tempat tidak pernah disentuh sama sekali. Ini bukan kelalaian, ini indikasi permainan,” ujar Henderson, jumat (21/5/2025). Henderson menuding ada “tameng kekuasaan dan uang” yang sedang melindungi Mahmud, sehingga proses hukum tidak menyentuh si pemilik tempat. Ia menegaskan bahwa dalam banyak kasus serupa, pemilik lokasi hiburan malam kerap dijadikan saksi kunci, bahkan terdakwa. Namun dalam kasus Studio 21, Mahmud justru tidak pernah dipanggil untuk diperiksa. Ada dugaan “Bintang” berada dibalik kebal hukumnya si pemilik Studio 21 tersebut. “Bukan hanya tidak dipanggil, namanya pun tidak pernah disebut oleh pihak kepolisian. Ini sangat janggal dan membahayakan integritas hukum kita,” tegasnya. Selain itu, DPP KOMPI B mengklaim telah menerima informasi dari masyarakat sekitar bahwa praktik penyalahgunaan narkoba di Studio 21 sudah berlangsung sejak lama dan diduga diketahui langsung oleh Mahmud. Beberapa mantan pengunjung juga menyebut tempat itu sebagai “markas pesta pil” yang sudah dikenal luas di kalangan anak muda Pematang Siantar. Dugaan adanya setoran rutin (upeti) dari pihak Studio 21 kepada oknum aparat juga mulai santer dibicarakan. Hal ini dinilai sebagai penyebab utama mengapa Mahmud seolah “kebal hukum”. DPP KOMPI B kembali menegaskan permintaannya kepada Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo agar segera menginstruksikan penangkapan dan pemeriksaan Mahmud, serta melakukan investigasi menyeluruh terhadap penanganan kasus ini oleh Ditresnarkoba Polda Sumut dan Sat Narkoba Polres Pematang Siantar. “Kalau Kapolri serius memerangi narkoba, Mahmud harus ditangkap. Jangan biarkan keadilan disandera oleh uang dan jabatan,” pungkas Henderson. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Mahmud alias Amut belum berhasil dimintai keterangan maupun klarifikasi atas dugaan yang dilontarkan oleh DPP KOMPI B. Masyarakat pun kini menanti, apakah Mabes Polri benar-benar akan turun tangan atau justru membiarkan kasus ini menguap seperti kasus-kasus besar lainnya yang hilang tanpa jejak. Disela waktu dikonfirmasi kasat narkoba polres pematangsiantar jimmy pasaribu menjelaskan studio 21 kini di tangani polda sumut, kordinasi nya langsung ke polda aja bang. Uangkapnya (Ragum siallagan)

Read More

Pemerintah Kabupaten Karo Raih Opini WTP ke-6 Kali Berturut-turut dari BPK RI.

Karo-BersuaRakyat.Online Pemerintah Kabupaten Karo kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. Opini ini disampaikan dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan LKPD oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, yang berlangsung di Medan, Jumat (23 Mei 2025). Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes hadir langsung dalam acara tersebut, didampingi oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karo serta Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Dr. Drs. Eddi Surianta Surbakti, M.Pd. “Opini WTP ini adalah hasil dari komitmen kami dalam menyusun laporan keuangan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami menyadari masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki, dan karena itu kami sangat menghargai bimbingan serta arahan dari BPK agar setiap temuan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Bupati Karo usai menerima laporan hasil pemeriksaan. Opini WTP diberikan berdasarkan empat kriteria utama yang dinilai oleh BPK RI, yaitu: 1. Kesesuaian penyajian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP); 2. Kecukupan pengungkapan dalam laporan keuangan; 3. Efektivitas sistem pengendalian intern; 4. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Capaian ini merupakan opini WTP keenam yang diraih secara berturut-turut oleh Pemerintah Kabupaten Karo, dan menjadi bukti konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Pemerintah Kabupaten Karo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah dan pihak terkait yang telah bekerja keras sehingga opini WTP ini dapat kembali diraih.

Read More

Pemerintah Kabupaten Karo dan LLDIKTI Wilayah I Bahas Sinergi Program Strategis Daerah

Karo-BersuaRakyat.Online Pemerintah Kabupaten Karo menggelar diskusi intensif bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, yang berlangsung di ruang kerja Bupati Karo pada Jumat, 23 Mei 2025, pagi. Pertemuan ini membahas penyelarasan program kerja antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan sektor pendidikan, pariwisata, UMKM, perdagangan, serta digitalisasi pemasaran. Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., hadir langsung dalam pertemuan tersebut bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Roswitha Antonius Ginting. Rombongan LLDIKTI Wilayah I yang hadir dipimpin oleh Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., selaku Ketua LLDIKTI Wilayah I, didampingi Siti Syarah selaku Deputy Director Artamara Durus Marusean, serta dua tim ahli, yakni Pipit Suci Anggriani dan Yosua Ignatius Manullang. Sementara dari pihak Pemerintah Kabupaten Karo, turut hadir perwakilan dari Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Bupati Karo menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merancang program pembangunan yang relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah daerah memerlukan dukungan dari dunia pendidikan dan seluruh stakeholder untuk menciptakan terobosan yang inovatif. Pendidikan harus berperan dalam mencetak SDM yang adaptif, sementara sektor pariwisata dan UMKM perlu didorong dengan pendekatan yang lebih kreatif dan berbasis teknologi,” ujar Bupati. Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai masukan dari peserta terkait strategi implementasi program kerja yang sinergis dan terintegrasi. Pertemuan ini juga menandai komitmen bersama untuk membangun Kabupaten Karo yang lebih unggul dan berdaya saing melalui kemitraan yang erat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha. Pemerintah Kabupaten Karo berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi “Karo Beriman, Karo Berbudaya, Karo Modern, Karo Unggul Menuju Kabupaten Karo Sejahtera Berkelanjutan”.

Read More

DPP KOMPI B Gelar Jumat Berkah di Masjid Al-Huda Laras II, Simalungun: Wujud Nyata Kepedulian untuk Masyarakat

Simalungun-BersuaRakyat.Online Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Masyarakat Peduli Indonesia Baru (DPP KOMPI B) kembali menunjukkan aksi sosialnya melalui kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan di Masjid Al-Huda, Nagori Laras II, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. (23/05/2025) Kegiatan ini menjadi agenda rutin KOMPI B dalam rangka menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan dengan masyarakat. Ratusan bungkus paket makanan dibagikan kepada warga sekitar, khususnya jamaah sholat Jumat di masjid dan warga yang melintas di kawasan tersebut. Ketua DPP KOMPI B, Henderson Silalahi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi utama organisasi yang mengusung nilai kepedulian. “Ini adalah salah satu kegiatan utama dalam KOMPI B dengan motto peduli. Kami sangat senang bisa berbagi seperti ini, dan kami akan terus melaksanakan kegiatan serupa di seluruh wilayah yang bisa kami jangkau,” ujar Henderson. Dukungan penuh juga datang dari Pangulu Nagori Laras II, Dorsabarta Silalahi, yang turut peduli dan terlibat dalam kegiatan tersebut. “Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada KOMPI B yang telah melaksanakan kegiatan Jumat Berkah di lingkungan kami. Ini bukan hanya soal berbagi makanan, tapi juga berbagi rasa kepedulian. Semoga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan di Nagori Laras II, dan menjadi inspirasi bagi organisasi lainnya untuk turun langsung menyapa masyarakat,” ungkapnya. Antusiasme warga terlihat jelas dalam kegiatan ini. Supri, perwakilan dari Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al-Huda, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. “Terima kasih kepada KOMPI B yang sudah berbagi di Masjid Al-Huda ini. Semoga apa yang diberikan menjadi berkah bagi masyarakat dan rejeki KOMPI B semakin dimudahkan, agar kegiatan seperti ini bisa terus berjalan,” ujarnya. Tak hanya dari masyarakat, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak PTPN IV Kebun Bangun yang menyambut baik aksi sosial tersebut dan siap mendukung kegiatan-kegiatan positif lain yang menyentuh langsung ke masyarakat. Melalui kegiatan Jumat Berkah, KOMPI B kembali menegaskan komitmennya dalam menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat. Semangat berbagi yang konsisten, sinergi antar lembaga, serta dukungan masyarakat menjadi fondasi kuat bagi KOMPI B untuk terus hadir, bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai sahabat yang peduli. Karena sejatinya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan hati. (Ragum siallagan)

Read More

Tim Intelrem 022/PT Bekuk Pengedar Sabu di Tebing Tinggi, 11 Gram Barang Bukti Diamankan

Tebing Tinggi-BersuaRakyat.Online Tim Intelijen Korem (Intelrem) 022/Pantai Timur (PT) berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu-sabu dalam sebuah operasi yang berlangsung di Lingkungan 3, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, pada Kamis (22/5/2025) Pelaku berinisial YN (27), warga setempat, ditangkap sekitar pukul 18.15 WIB setelah adanya laporan dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba. Setelah dilakukan penyelidikan intensif oleh personel Intelrem 022/PT, tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan. Dalam penggeledahan di lokasi penangkapan, tim menemukan 12 bungkus plastik berisi kristal putih yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu dengan total berat mencapai 11,12 gram. Saat ini, tersangka tengah menjalani pemeriksaan awal di Markas Koramil 13/TT Kodim 0204/DS. Guna proses penyidikan lebih lanjut, tersangka beserta barang bukti akan segera diserahkan ke pihak Polres Tebing Tinggi. Komando Resor Militer 022/PT menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba, demi menciptakan lingkungan yang aman, bersih dari narkotika, serta melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan zat terlarang.   (Ragum siallagan)

Read More

Beriman Panjaitan Dampingi Petani Desai Sei Nahodaris Terkait Laporan Mafia Tanah

  Bersuarakyat.online – Labubanbatu Beriman panjaitan selaku kuasa hukum petani yang dilaporkan PT. Mitra Sukses Mandiri Prima tidak jelas legalitas Perusahaan dan inisial “ IN “ mantan anggota Dewan dari Dapil Panai Tengah memenuhi panggilan penyidik polres Labuhanbatu terkait lahan yang merasa dikuasai perusahaan.   PT. Mitra Sukses Mandiri Prima merasa Lahan itu milik mereka padahal belum ada diberikan Ganti Rugi yang di realisasikan dari tahun 2016 hingga sekarang, warga pemilik lahan mengantongi bukti kepemilikan seperti segel atau surat tanah.”Kita memiliki bukti dokumen dan bisa kita ke lokasi untuk mengecek bukti otentiknya, kami ingin memperjuangkan hak-hak warga yang belum di realisasikan Perusahaan milik “ MS “, tegasnya.”       Beriman Panjaitan, SH. MH Selaku Kuasa Hukum dari para pemilik Lahan yang sudah ditanami 4000 bibit di lahan kebun kelapa sawit milik PT. Mitra Sukses Mandiri Prima yang berbatasan dengan PT.HPP yang ada di Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu yang hingga kini belum menyelesaikan masalah pembayaran lahan milik warga setempat, padahal pihak perusahaan selalu berjanji akan menyelesaikan masalah ini Ketika para pemilik lahan menemui Santo, Namun faktanya, semua itu hanya janji manis dan isapan jempol belaka untuk mengulur waktu saja,     Lanjut Beriman, untuk menakuti para pemilik lahan pihak perusahaan sampai membuat Laporan Polisi Nomor : LP / B / 428 / III / 2023 / SPKT/RES-LABUHANBATU/POLDA SUMUT, Tanggal 30 Maret 2023 pelapor Martin Santo.   Kita akan kawal kasus ini , karena Perusahaan ini tak memiliki rasa empati kepada warga yang tanahnya diserobot lalu tak di ganti rugi. Mereka melukai rasa keadilan publik dengan merampas hak rakyat.   Menurut Samanhudi, Biar laporan ini berproses dan kami tetap meminta kepada pihak perusahaan untuk segera membayarkan ganti rugi lahan kepada para pemilik lahan yang sudah dipakai tersebut untuk ditanami bibit sawit, kami menunggu itikad baik agar warga mendapat kejelasan kapan masalah ini bisa diselesaikan secepatnya, karena sudah terlalu lama mereka menunggu., tutup beriman.”     Red

Read More

Reog Ponorogo di Simalungun: Harmoni Budaya di Tanah Batak yang Bersemangat. 

Simalungun-BersuaRakyat.Online Di tengah bentangan perbukitan hijau Simalungun, Sumatera Utara, sebuah kisah akulturasi budaya yang memukau terjalin. Kesenian Reog Ponorogo, tarian tradisional yang berasal dari Jawa Timur, telah lama mengakar dan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya masyarakat setempat. Bagaimana kesenian ini bersemi di tanah Batak, dan bagaimana ia terus dilestarikan hingga kini, menjadi cerminan semangat multikulturalisme. Ketua Umum Komunitas Reog Jawa Peranakan Sumatera Utara (KJRPS), Muhammad Dimas Pramana menjelaskan, perjalanan Reog Ponorogo ke Simalungun dimulai dari jejak migrasi masyarakat Jawa di masa lalu, yang datang sebagai buruh kontrak sekitar tahun 1999-2000. Para pendatang ini tak hanya membawa harapan baru, tetapi juga tradisi dan kesenian mereka, termasuk Reog Ponorogo. Di tanah baru ini, Reog Ponorogo tidak hanya bertahan, melainkan juga beradaptasi dengan budaya lokal. “Ada perpaduan yang indah antara Reog Ponorogo dengan unsur budaya Batak. Gerakan tari, musik, dan kostumnya memiliki sentuhan khas Simalungun,” ungkapnya saat dikonfirmasi.jumat (23/5/2025) Adaptasi ini terlihat jelas dalam penggunaan beberapa alat musik tradisional Batak seperti gondang dalam pertunjukan Reog, meskipun alur musiknya tetap berbeda dengan gondang Simalungun. Selain itu, beberapa gerakan tari juga dipengaruhi oleh gerakan tari tradisional Simalungun, menciptakan sebuah harmoni yang unik. Namun, Dimas juga menyoroti perbedaan mendasar antara Reog Ponorogo di Simalungun dengan aslinya di Jawa Timur. “Banyak perbedaan, dimana Reog di Simalungun lebih fokus mengembangkan jaranan (kuda lumping)daripada Reog-nya sendiri,” tegasnya. Tak hanya itu, sebagian besar perlengkapan Reog di Simalungun diproduksi sendiri dan tarian Reog di sini telah banyak beradaptasi. Di Jawa Timur, Reog dan jaranan tidak disatukan karena memiliki makna dan fungsi yang berbeda; Reog ada Unsur Magis , sedangkan jaranan untuk menghibur raja. Dan masyarakat yang memiliki hajatan Namun, di Sumatera Utara, keduanya disatukan karena tidak ada penjajah yang membatasi ekspresi budaya, berbeda dengan masa kolonial di Jawa,” ungkapnya. Selain itu, perbedaan mencolok juga terletak pada konsep “kerajaan” atau “keraton” yang ada di Ponorogo. “Kita di Sumatera Utara tidak ada kerajaan yang mengikuti alur sama seperti Republik ini,” ujar Dimas. Hal ini memberikan kebebasan bagi para seniman di Simalungun untuk berkreasi tanpa terikat aturan keraton. Faktor lain adalah komposisi masyarakat Simalungun yang beragam, di mana banyak marga Batak seperti Damanik, Sitorus, dan Sihotang turut mempelajari kesenian ini. Di Simalungun, Dimas mengatakan terdapat 46 sanggar seni yang menjadi pusat pelestarian Reog Ponorogo. Jumlah ini meningkat pesat dari hanya 14 sanggar pada tahun 2019. Para seniman muda dan tua berlatih bersama, mewariskan ilmu dan keterampilan dari generasi ke generasi. “Kami ingin generasi muda Simalungun terus mencintai dan melestarikan Reog Ponorogo. Ini adalah warisan budaya yang tak ternilai,” kata Dimas. Setiap akhir pekan, sanggar ini ramai dengan anak-anak muda yang antusias belajar menari, memainkan alat musik, dan membuat kostum Reog. Semangat mereka menjadi harapan bagi keberlangsungan kesenian ini di masa depan. KJRPS sendiri menaungi 179 sanggar Reog Ponorogo di seluruh Sumatera Utara, dengan total 13.000 anggota aktif di Simalugun Salah satu festival budaya yang menampilkan Reog Ponorogo adalah F1 Powerboat Danau Toba 2024. Dalam ajang Internasional ini, Reog Ponorogo tampil bersama kesenian tradisional lainnya dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa Reog Ponorogo telah diterima sebagai bagian dari keragaman budaya Sumatera Utara, meskipun tidak ada pencampuran langsung antara tarian Reog dengan tarian tradisional Simalungun. Meskipun Reog Ponorogo telah mengakar kuat di Simalungun, Dimas mengaku tantangan tetap ada. Regenerasi seniman muda menjadi perhatian utama. Selain itu, promosi kesenian ini sebagai daya tarik wisata budaya juga perlu ditingkatkan. Dimas Pramana juga menyoroti beberapa tantangan lain, seperti faktor usia pemain dan ketersediaan kostum yang belum memadai. Tantangan lain datang dari pemikiran kritis sebagian orang yang mengaitkan Reog Ponorogo dengan hal-hal yang bertentangan dengan agama, terutama Islam. Namun, Dimas menekankan bahwa Reog adalah ranah budaya, bukan akidah, dan keberadaannya adalah upaya melestarikan warisan leluhur. “Walaupun modernisasi terus berjalan, kesenian ini tidak akan pernah mati,” ujarnya optimis.   (Ragum siallagan)

Read More

Bupati Fery Sahputra Serahkan SK CPNS: “Saatnya Mengabdi Sepenuh Hati”

Labusel-BersuaRakyat.Online Sebanyak 95 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun Anggaran 2024 secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan dari Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Aula Lantai 1 Kantor Bupati, Jumat (23/5/2025). Dalam sambutannya, Bupati Fery Sahputra menyampaikan selamat kepada para CPNS yang telah berhasil melewati proses seleksi ketat dan panjang. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga awal dari tanggung jawab besar sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat. “Momentum ini tentu menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi saudara sekalian. Namun perlu diingat, mulai hari ini Anda sudah terikat dengan kewajiban dan aturan sebagai Aparatur Sipil Negara,” ujar Bupati. Bupati juga mengingatkan bahwa seluruh CPNS wajib menjalani masa percobaan selama satu tahun, sebagaimana diatur dalam Peraturan BKN Nomor 14 Tahun 2028. Dalam masa ini, para CPNS akan mengikuti pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk memperkuat integritas, semangat nasionalisme, dan kompetensi bidang. Tak hanya itu, Fery Sahputra juga menegaskan agar para CPNS mematuhi Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, yang mengatur 17 kewajiban dan 14 larangan bagi ASN. “Kepatuhan terhadap peraturan adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik,” katanya tegas. Selain itu, ia mengingatkan agar para CPNS tidak mengajukan permohonan pindah tugas selama 10 tahun, sesuai dengan komitmen yang telah ditandatangani di atas materai. Hal ini sejalan dengan peraturan Menteri PANRB Nomor 23 Tahun 2019. “Saya percaya, Anda semua adalah pribadi yang memegang teguh janji dan lebih mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi,” tambahnya. Bupati menutup sambutannya dengan harapan besar agar seluruh CPNS dapat menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan penuh dedikasi demi terwujudnya visi “Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang Semakin Modern”. “Selamat bergabung, selamat mengabdi, dan semoga Allah SWT melindungi kita semua,” pungkasnya. Acara berlangsung tertib dan penuh semangat, dihadiri oleh Plh Sekda M. Reza Pahlevi Nasution, para Assisten dan Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD dan undangan lainnya, menandai babak baru dalam perjalanan pengabdian 95 CPNS baru untuk Kabupaten Labusel.

Read More

Diduga Nyuling, Warga Keluhkan Kendaraan Tak Laik Jalan Hiasi Antrian di SPBU Negeri Lama

  Bersuarakyat.online –  Labuhanbatu Puluhan kendaraan roda dua, empat dan enam tak laik jalan, hingga diduga tanpa dokumen lengkap hiasi antrian di salah satu SPBU di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, setiap harinya.   Antrian kendaraan diduga tak memenuhi standar kelayakan jalan kerap ditemukan di SPBU Negeri Lama, bebas digunakan untuk melansir atau menyuling Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi Biosolar dan Pertalite. Namun hingga saat ini belum ada tindakan dari aparat penegak hukum.   Hal itu juga dikeluhkan salah seorang sopir minibus, Padly Tambunan, warga Desa Sidomulyo, meminta agar kondisi ini disuarakan hingga didengar oleh pemerintah dan penegak hukum.   “Tolonglah Pak Naga diberitakan dulu di media biar didengar sama pimpinan-pimpinan di daerah ini dan penegak hukum kita, kalau mau beli BBM di SPBU Negeri Lama susah kali kita antri panjang karna para penyuling,” keluhnya.   Anehnya lagi, lanjut Padly, kendaraan yang digunakan pun sudah tidak laik jalan. “Terus, kereta (sepeda motor, red) ada yang sengaja tangkinya dimodifikasi,” tambah Padly.   “Nanti sudah lama antri hingga tengah malam giliran mau sampai antrian, minyak sudah habis,” keluhnya.   Padly juga mengaku heran dengan SPBU yang memang memiliki jam operasional terbatas atau Non 24 Jam itu kerap melakukan aktivitas pada tengah malam hingga dini hari.   “Anehnya kenapa harus tengah malam,” sebut Padly.   Kasat Lantas Polres Labuhanbatu, AKP Rasidin saat dimintai tanggapannya, Kamis (22/5/2025) mengaku itu telah melanggar aturan yakni UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun katanya, terkait kegiatan dugaan penyulingan BBM subsidi yang dilakukan, ia meminta agar informasi tersebut disampaikan ke Unit Reskrim.   “Bila digunakan dijalan umum itu tidak boleh. Terkait dugaan kendaraan digunakan untuk nyuling minyak di SPBU itu ranahnya ke Reskrim,” sebut Rasidin.   “Intinya Undang-undang mengatakan itu tidak boleh, nanti anggota saya suruh cek,” tegasnya. Red

Read More

BUPATI KARO TEMUI GUBSU BAHAS INTERVENSI LALAT BUAH DAN BRANDING JERUK KARO.

Karo-BersuaRakyat.Online Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menghadiri Rapat Koordinasi Produksi dan Hilirisasi Komoditas Jeruk yang dipimpin Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (21/5/2025). Dalam pertemuan ini, keduanya sepakat mendorong penanganan hama lalat buah secara masif serta memperkuat identitas Jeruk Karo di pasar nasional dan internasional. Bupati Karo menyampaikan apresiasi atas perhatian besar Pemprov Sumut terhadap jeruk Karo yang saat ini terdampak serius oleh lalat buah. “Kami sangat bersyukur atas atensi dari pemerintah pusat dan provinsi. Ini menjadi harapan besar masyarakat untuk mengembalikan kejayaan jeruk Karo,” ujar Antonius Ginting. Selain pengendalian hama, Bupati juga menekankan pentingnya branding yang kuat untuk komoditas lokal. “Harapan kita, jeruk Karo bisa mendunia. Gubernur Sumut juga sepakat untuk menggunakan nama ‘Jeruk Karo’ karena sudah dikenal luas oleh masyarakat,” tegasnya dalam forum tersebut. Gubernur Sumut menyatakan intervensi akan dilakukan secara terstruktur, dimulai dari pendataan dan penyusunan teknis penanggulangan, serta sosialisasi terpadu kepada petani. Ia menyebut penanganan lalat buah harus dilakukan serentak agar efektif, melibatkan semua elemen pertanian. Data dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut mencatat bahwa 87,1% lahan jeruk di Sumut, termasuk di Karo, terdampak lalat buah. Ini menyebabkan penurunan produksi hingga 50% dan menurunnya minat petani untuk menanam jeruk kembali. Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Karo telah menyusun roadmap modernisasi agribisnis jeruk. Langkah awal akan dimulai dari wilayah Liang Melas Datas, dengan fokus utama pada pengendalian hama, pendampingan petani, dan kolaborasi bersama para pakar nasional dan mitra teknologi. Pemkab Karo optimistis, melalui kerja sama lintas pemerintah dan stakeholder, jeruk Karo akan bangkit kembali dan mampu bersaing di pasar nasional hingga global.

Read More