Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi Winara, SH.S.Ik.,MH Temu Ramah Dengan APDESI Kab Paluta.

PALUTA-BERSUARAKYAT.ONLINE Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara, SH.S,Ik.,MH temu ramah dengan Apdesi dan seluruh Kepala Desa Se Kabupaten Padang Lawas Utara Yang Bertempat Di Rumah Adi Putra Harahap (Kudel) Kepala Pemerintahan Desa Gunung Tua Baru Di Jalan Lintas Gunung Tua-Langga Payung Km 5 Lk VII Paranginan Pada Jumat : 25/07/2025. Dalam acara, temu ramah ini yang di hadiri oleh Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) H.Reski Basyah Harahap, S.STP.,MSi. (H.Obon) yang di wakili, Sekretaris Daerah, Dr. Patuan Rahmat Syukur Parlaungan Hasibuan, S.STP.,MM dan juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mula Rotua Siregar, S.sos beserta tokoh masyarakat dan seluruh Kepala Desa Se Kab Paluta. Ketua Panitia acara tersebut juga sebagai Kepala Desa Gunung Tua Baru (Gutbar) Adi Putra Harahap (Kudel) sangat berterima sebesar-besar dan berharap, atas kedatangan Kapolres Yon Edi Winara Ke Kabupaten Paluta, supaya bisa memberikan bimbingan dan juga arahan yang lebih baik untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah Kab Paluta demi mewujudkan progam dan visi misi Bupati Paluta H.Obon,,Ucap beliau. Pungkas,,Harun Saleh Harahap, sebagai Ketua Apdesi Kabupaten Padang Lawas Utara dan juga menjabat sebagai Kepala Desa Sosopan, mememberi kan kata sambutan oleh perwakilan seluruh kepala desa se kab paluta dan sangat bersyukur juga bisa bertatap muka bisa menghadirkan Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi yang baru baru beberapa hari di lantik bisa mengijakkan di bumi balkka Kab Paluta.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Muharram Spirit Hijrah: Momentum Terbaik untuk Memperbaiki Diri.

LabuhanBatu – Bersuarakyat.Online Hajjah Emmiyati Dalimunthe, Spd, Ketua Pengurus Daerah Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatra Utara, menggelar acara dengan tema “Muharram Spirit Hijrah, momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan raih ridho ilahi” di Mesjid Al Muttaqin, Jalan Komplek PGP Kampung Baru Rantau Prapat, Jumat (25/7/2025). Dalam acara tersebut, Hajjah Emmiyati Dalimunthe, Spd menekankan pentingnya bulan Muharram sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan dan memperbarui niat untuk meraih ridha Allah SWT. “Ini adalah momentum hijrah, bukan hanya perpindahan fisik, tapi juga perpindahan diri menuju kebaikan yang lebih baik,” ujarnya. Hajjah Emmiyati Dalimunthe, Spd bersama jajarannya menyampaikan visi dan misi Persaudaraan Muslimah Labuhan Batu, yaitu “Peduli perempuan, anak, dan keluarga Indonesia”. Beberapa program yang dijalankan antara lain Pendidikan (Sekolah Lansia), Dakwah, Baitul Tilawah Salimah, Leadership, Ekonomi, dan Koperasi. Ustadzah Maproh menyampaikan tausyiah tentang makna hijrah dalam konteks Muharram, yaitu perpindahan dari kegelapan menuju cahaya. Beliau juga mengingatkan kita pada peristiwa bersejarah Nabi Muhammad SAW yang berpindah dari Makkah ke Madinah, sebuah simbol perubahan dari keterpurukan menuju kemajuan dan peradaban. Dengan semangat Muharram, Ketua PD Salimah Labuhan Batu Hajjah Emmiyati Dalimunthe, Spd mengajak Muslimah untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal shaleh, dan mempererat tali silaturahmi. PD Salimah Labuhan Batu juga membagikan bantuan berupa beras, uang santunan, dan bingkisan kepada masyarakat sekitar. Acara tersebut dihadiri oleh Perwiritan Nurul Taqwa yang dipimpin Hajjah Nauren dan jajaran bersama anggota, serta perwiritan kaum ibu lain di sekitarnya. Turut pula hadir BKM Mesjid Al Muttaqin dan masyarakat Komplek PGP Kampung Baru, Kecamatan Rantau Utara, Labuhan Batu, Sumatra Utara. Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kualitas ketaqwaan dan memperbarui niat untuk meraih ridha Allah SWT. Semoga semangat Muharram dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Labuhan Batu. (Eka Hombing)

Read More

Polres Aceh Timur Limpahkan Tersangka Penembakan Rumah Pribadi Personel Polri ke JPU. 

Aceh Timur-Bersuarakyat.online Jum’at, 25 Juli 2025 Penyidik Satreskrim Polres Aceh Timur, Polda Aceh pada Kamis, (24/07/2025) petang melakukan Tahap II (pelimpahan tersangka dan barang bukti) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Timur terhadap kasus penembakan rumah pribadi personel Polri, Polsek Peudawa, Polres Aceh Timur. Tersangka berinisial YZ, warga Gampong Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur diduga sebagai pelaku penembakan rumah pribadi personel Polri, Polsek Peudawa, Polres Aceh Timur, Aipda MS pada pada Jum’at, (25/10/2024). Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. mengatakan pelimpahan tersangka dan barang bukti tersebut setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21 oleh JPU. Bersama tersangka, penyidik turut menyerahkan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut ke JPU, diantaranya; satu buah magazine kaliber 5,56 mm, 10 butir peluru kaliber 5,56 RTA, 32 butir peluru kaliber 5,56 buatan Pindad, 11 peluru kaliber 7,62 mm, satu celana dan baju loreng, sepasang sepatu, serta dua handphone. “Tersangka dan barang bukti telah kami limpahkan ke JPU Kejaksaan Negeri Aceh Timur dan setelah proses serah terima selesai, YZ dibawa ke Lapas Kelas II B Idi untuk dilakuakn penahanan,” kata Kapolres. Alumni AKPOL 2006 ini menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen penegakan hukum. “Ini adalah komitmen Polres Aceh Timur dalam melakukan penegakkan hukum sesaui dengan prosedur dan peraturan yang berlaku agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” ungkap Kapolres, Jum’at, (25/07/2025). Kapolres mengatakan, motif YZ melakukan penembakan ke rumah pribadi personel Polri bukan karena dendam pribadi terhadap anggota Kepolisian, melainkan murni untuk menciptakan gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Aceh Timur. Di samping itu pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang turut serta membantu YZ pada kasus ini. “Pengakuan YZ, dia tak punya masalah apa pun dengan Aipda MS. Ia melakukan penembakan ke rumah anggota Polri itu sebagai cara untuk menciptakan kegaduhan saja dan atas perbuatannya, YZ dipersangkakan pasal 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara.” Terang Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K.   Hsb

Read More

Bupati Paluta H.Reski Basyah Hrp Ikut Melaksanakan Sholat Istisqo Sholat Minta Hujan.

PALUTA-BERSUARAKYAT.ONLINE Bupati Padang Lawas Utara H. Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si ikuti melaksanakan Sholat Istisqo (Sholat Meminta Hujan) yang di selenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lawas Utara di Lapangan Mesjid Raya Gunung Tua Jl. SM Raja Lk. I Pasar Gunung Tua Kecamatan Padang Bolak, Pada Jumat : 25/07/2025). Hadir dalam jama’ah sholat Istisqo, Wakil Bupati Padang Lawas Utara H. Basri Harahap, Sekertaris Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara Dr. Patuan Rahmat Syukur P. Hasibuan, S.STP., MM, Ketua DPRD Padang Lawas Utara Mula Rotua S.Sos., Para Asisten, Kapolsek Padang Bolak Kapten Cpl MS. Nasution, Kabag, Pimpinan OPD, Camat Padang Bolak, Para Alim Ulama, serta seluruh masyarakat Gunung Tua. Pelaksanaan Shalat Istisqo ini diimami oleh Ketua MUI Kabupaten Padang Lawas Utara H. Mukti Ali Siregar dan khutbah dibacakan oleh Kepala Kantor Urusan Agama Padang Bolak Pangondian Harahap. Kepala Kantor Urusan Agama Pangondian Harahap dalam khutbahnya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT agar mendapatkan rahmat dari – Nya. Kemarau panjang ini merupakan musim yang tidak normal yang disebabkan karena kurangnya daerah serapan seperti alih fungsi lahan hijau menjadi bangunan, penebangan hutan secara liar yang dilakukan secara berjamaah di berbagai dunia termasuk Indonesia yang mengakibatkan air hujan tidak terserap ke dalam tanah dengan baik dan pada akhirnya akan memperparah kekeringan. Adapun akibat dari kemarau panjang ini adanya kebakaran hutan serta rumah yang diakibatkan pemanasan global ini. Beliau juga menyampaikan kemarau panjang yang saat ini kita rasakan cukuplah sebagai evaluasi dan muhasabah diri kita. Kondisi cuaca yg kian tidak menentu, siklus musim yang sulit diprediksi, suhu panas bumi yang semakin tinggi, bukankah Allah yang merubah menjadi tidak rahman dan rahim lagi. Mari kita bertobat dan bermuhasabah, karena musibah kekeringan ini tak lepas dari ulah manusia yang merusak alam dan lalai dari perintah Allah. Jangan jadikan ibadah sebagai topeng, tapi lahirkan dari hati yang ikhlas. Berdoalah dengan takut dan harap, karena pertolongan Allah itu dekat bagi orang yang memperbaiki diri” Ujarnya.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Gegara Duit 700 Ribu, Pria Ini Parang Adik Kandung Sampai di Palika Rohil.  

ROHIL-BERSUARAKYAT.ONLINE Pembunuhan gadis remaja bernama Rifka yang ditemukan bersimbah darah di Dusun Sungai Siakap, Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, Rohil gegerkan warga setempat. Ternyata, pelaku pembunuhan tersebut adalah abang kandung korban bernama Muammar Kadafi (23). Terungkapnya pelaku pembunuhan itu setelah petugas kepolisian melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek Panipahan, Iptu Yopi Ferdian menerangkan, setelah kejadian itu, polisi langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga pengungkapan. “Setelah ditemukan jasad korban tersebut di atas, dan diidentifikasi terdapat tanda-tanda kekerasan yang dialami oleh korban, penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan dilanjutkan dengan pencarian pelaku,” kata Kapolsek, Kamis (24/07/25). Dari hasil penyelidikan serta saksi yang dikumpulkan, lanjutnya, akhirnya tim berhasil menangkap pelaku, yaitu Muammar Kadafi (23), yang tak lain adalah abang kandung korban. “Kami bahkan melakukan olah TKP, kemudian dari serangkaian langkah penyidikan, dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, lalu pelaku mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa korban,” terangnya. Kapolsek menerangkan, peristiwa itu bermula saat pelaku meminta uang Rp700 ribu kepada adiknya, namun ditolak hingga berujung mala petaka. Penolakan itu tambah Kapolsek, membuat Muammar Kadafi emosi, kemudian mengambil sebilah parang dan langsung mengayunkan ke arah pergelangan tangan kiri dan kanan serta ke arah kepala korban. “Setelah menganiaya korban hingga tewas, pelaku membuang parang tersebut ke arah seberang parit dan mencuci baju serta badannya dengan menggunakan sabun yang telah dibeli sebelumnya,” pungkasnya dikutip dari cakaplah. (Red)

Read More