Pembangunan Aliran Saluran Irigasi Di Kerjakan Asal Jadi, Kelompok Tani Kecamatan P,Bolak Dan Portibi Merasa Kecewa.
Paluta-Bersuarakyat.online Pembangunan Insfratruktur aliran saluran irigasi swakelola yang di kerjakan kontraktor dari luar daerah tingkat I Provinsi Sumatra Utara di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang di kerjakan asal jadi (Asal-asalan) tidak sesuai dengan yang di harapkan oleh masyarakat dari Kelompok Tani Kecamatan Padang Bolak Dan Portibi Pada saat di komfirmasi secara langsung kepada warga Pada Minggu : 05/05/2025. Awak Media Biro Paluta Harahap Kuro-Kura secara langsung turun langsung ke lokasi dan melihat secara langsung pengerjaan pembangunan saluran irigasi di desa sigama simanosor dan sigama parlimbatan bersama warga dan komfirmasi kepada pekerja (tukang) yang mengerjakan pembangunan swakelola dan nyata temuan di lapangan pekerja nya dari luar daerah Kabupaten Padang Lawas Utara. Pungkas salah satu warga dari desa sigama simanosor si harahap, sudah pernah menegur dan menyampaikan kepada para pekerja dan dia mengatakan, klo seperti dari penilaian saya bangunan hanya tahan paling lama 1 minggu karena melihat kualitas dan adukan semen nya dan batu yang di pasang untuk pasangan aliran saluran irigasi ini, ujar beliau uda harahap. Pada saat komfirmasi ke Desa Hadundung Kecamatan Portibi warga pada berkumpul, mereka juga merasa kesal dan kecewa karena melihat pembangunan aliran saluran irigasi ini karena di kerjakan dengan asal-asalan (Asal-jadi) karena lantai tersier irigasi ketinggian, air tidak mengalir dari saluran ke skunder, ucap ibu ibu kelompok tani desa hadundung. Padahal ini adalah program Optimalisasi Lahan (Oplah) seluas 2.500 Ha di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) berdasarkan pengajuan Kelompok Tani – P3A dan di kerjakan Swakelola tetapi ternyata, di kerjakan oleh kontraktor dari Provinsi, Pungkas warga desa sigama parlimbatan dan sigama simanosor juga hadundung kec portibi. Masyarakat dan Kepala Desa juga menyatakan sikap dan menyampaikan kepada awak media, masalah kerjaan ini Bang akan kami stop karena ni masyarakat tidak bisa kami bendung lagi ujar 3 Kepala karena tidak sesuai campuran semen, tentu ini ketahanan nya tidak kuat. Ujar warga sigama. Harahap Kuro-Kuro.