Bersuarakyat.online
Aceh Timur – Muhammad, salah satu calon Tuha Peut Gampoeng Buket Teukueh di Kecamatan Idi Tunong, menuding panitia pemilihan TPG melakukan pengguguran calon secara sepihak tanpa alasan jelas. Pernyataan ini disampaikan Muhammad kepada media pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Menurut Muhammad, tidak hanya dirinya yang mengalami pengguguran, tetapi juga calon lain yang berkasnya sudah lengkap dan siap. Informasi pengguguran tersebut bahkan disampaikan melalui calon anggota TPG yang juga mengalami hal sama dan melalui telepon langsung kepada Muhammad.
“Saya sudah melengkapi semua berkas dan surat-surat, tapi tiba-tiba gugur secara sepihak,” ujar Muhammad. Ia kemudian mendatangi Panglima GAM Idi Cut untuk melaporkan kejadian ini. Muhammad juga menyebutkan bahwa panglima GAM dan tuan tanah setempat (Pang Lima) langsung menghubungi camat Idi Tunong terkait masalah tersebut.
Namun, respon dari camat Idi Tunong dinilai kurang memuaskan. “Ketika ditanya mengenai pengguguran ini, camat hanya menjawab ‘ya ya aja’, seperti tak peduli,” jelas Muhammad.
Saat dikonfirmasi, Ketua Panitia Pemilihan Tuha Peut Buket Teukueh, Muhammad AR, mengatakan bahwa berkas masih dalam tahap verifikasi dan terdapat kekeliruan pada nomor ijazah calon.
Upaya menghubungi Camat Idi Tunong Baihaqi, S.Ag melalui ponsel mengatakan itu masi ferifikasi nama juga calon pasti ada pasti lawan nya dan itu belum saya ferifikasi hari senin dek nanti saya duduk dengan kabag hukum dan DPNG tuturnya
Muhammad menuntut agar Pemerintah Kecamatan Idi Tunong membenahi panitia pemilihan agar benar-benar independen. Ia menyoroti adanya keterlibatan perangkat desa dalam panitia, yang seharusnya dihindari agar proses pemilihan berjalan adil dan tidak ada monopoli dari calon tertentu. “Ini demokrasi, harusnya semua calon diberi kesempatan sama, bukan seperti ini,” tegas Muhammad dengan nada kesal.
Hsb