Dinas Pendidikan Aceh Timur Diminta Serius Perhatikan SDN Pucoek Alue Dua. 

Bersuarakyat.online Simpang Ulim – Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Timur, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pucoek Alue Dua, Kecamatan Simpang Ulim, kembali terendam banjir. Kondisi ini membuat aktivitas belajar-mengajar terpaksa diliburkan karena seluruh halaman dan sebagian ruang kelas dipenuhi air. Warga dan wali murid meminta Pemkab Aceh Timur, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera mengambil langkah nyata. Mereka menilai penyebab utama banjir adalah posisi sekolah yang jauh lebih rendah dibandingkan jalan negara sehingga setiap musim hujan, air tidak dapat mengalir keluar dan langsung menggenangi kawasan sekolah. “Kami memohon kepada Dinas Pendidikan Aceh Timur untuk melakukan penimbunan atau peninggian kawasan sekolah. Setiap musim hujan anak-anak tidak bisa belajar, sekolah terpaksa tutup. Ini sudah terjadi berulang-ulang, bukan sekali,” ujar salah satu wali, berinisial isa ,murid kepada awak media, Sabtu, 25 November 2025. Hasbi , pemerhati pendidikan setempat, juga mendesak agar pemerintah segera turun tangan. “Kami minta Dinas Pendidikan jangan menutup mata. SD Pucoek Alue Dua ini terletak tepat di lintasan jalan negara, tapi kondisinya paling rendah, sangat rawan banjir. Ini menyangkut masa depan anak-anak,” tegasnya. Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus mantan GAM, Tgk Din—akrab disapa Pang Lima—membenarkan bahwa banjir sudah menjadi persoalan tahunan. Ia menyebut gorong-gorong di sekitar sekolah banyak yang tersumbat dan kapasitasnya terlalu kecil seiring pembangunan rumah warga yang tidak memperhatikan jalur aliran air. “Setiap hujan musiman pasti tergenang. Anak-anak jadi korban, sulit belajar. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya. Warga berharap Dinas Pendidikan Aceh Timur segera turun ke lokasi, melakukan survei, dan mengambil langkah teknis agar proses belajar-mengajar tidak terus terganggu setiap kali musim hujan tiba.

Read More

Demi Bertemu Rakyat, Wabup Aceh Timur Rela Lewati Rute Ekstrem.

Bersuarakyat.online Aceh Timur- Minggu pagi yang biasanya menjadi waktu untuk beristirahat bagi banyak orang, justru menjadi hari pengabdian bagi Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H. Dengan semangat penuh ketulusan, Wabup tetap memenuhi undangan masyarakat pedalaman untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Ingin Jaya, Gampong Seuneubok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur. Minggu 16 Nov 2025. Undangan itu bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi harapan masyarakat pelosok yang selama ini mendengar kedekatan sang Wakil Bupati dengan rakyat. Mereka menaruh asa besar untuk dapat bertemu langsung, menyampaikan suara hati, sekaligus merasakan kehadiran pemimpin yang mereka percaya. Tepat pukul 10.00 WIB, Wabup bertolak dari Kota Idi bersama ajudan dan pandumnya. Cuaca mendung tidak menyurutkan langkah mereka. Perjalanan menuju pedalaman Seuneubok Bayu memakan waktu hampir dua jam, melintasi jalur berbukit yang terjal, licin, dan penuh tantangan. Sesampainya di Gampong Pango, rombongan berhenti sejenak untuk membeli minuman serta bekal perjalanan, sebelum kembali melaju menuju Gampong Panton Rayeuk T dan CV9. Namun rute itu tidak berhenti di sana. Jalan menuju Seuneubok Bayu semakin berat, terlebih ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Mobil dinas yang ditumpangi Wabup tak mampu lagi menaklukkan tanjakan licin yang menyerupai lumpur hidup. Tanpa ragu sedikit pun, Wabup Zainal bersama rombongan memilih naik jondel, kendaraan pengangkut sawit yang biasa digunakan warga untuk melintasi jalur ekstrem. Basah kuyup, tubuh dipenuhi lumpur, dan dingin yang menusuk tak menjadi halangan. Semua dijalani agar dirinya dapat sampai ke lokasi acara dan bertatap muka langsung dengan masyarakat yang setia menunggu. Ekstremnya perjalanan menyebabkan rombongan yang awalnya beriringan harus terpisah. Beberapa mobil tidak sanggup menembus bukit berlumpur hingga terpaksa putar arah dan menunggu di Kantor PT. Julok Utara, Kecamatan Indra Makmur. Sementara itu, Wabup tetap melanjutkan perjalanan menggunakan jondel bersama warga. Kondisi yang jauh dari nyaman justru memberikan kesempatan baginya untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat yang selama ini seakan terisolir. Jalan perbukitan yang curam dan konflik lahan dengan salah satu perusahaan perkebunan telah membuat warga Seuneubok Bayu berada dalam lingkaran kesulitan yang semakin berat dari hari ke hari. Sesampainya di lokasi Maulid, masyarakat menyambut Wabup dengan penuh haru dan kegembiraan. Bagi mereka, kedatangan orang nomor dua di Aceh Timur itu bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga tanda bahwa suara rakyat pedalaman tidak pernah dikesampingkan. Dalam pertemuan hangat tersebut, warga menyampaikan beberapa aspirasi penting, di antaranya, Sengketa tanah dengan perusahaan perkebunan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Akses jalan menuju desa yang sangat ekstrem dan rawan bagi anak-anak, ibu hamil, hingga warga yang sakit. Masyarakat berharap kehadiran Wabup dapat menjadi jalan pembuka menuju perubahan nyata bagi kehidupan mereka. Selesai menghadiri Maulid dan berdialog dengan warga, Wabup kembali melakukan perjalanan pulang. Namun tantangan belum berakhir, mobil dinas yang sebelumnya terjebak lumpur terpaksa ditarik menggunakan jondel milik warga. Perjalanan pulang berlangsung pelan dan penuh kehati-hatian, hingga akhirnya Wabup tiba kembali di Kota Idi pada pukul 20.00 WIB. Kehadiran Wakil Bupati T. Zainal Abidin di Seuneubok Bayu bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi cerminan nyata bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang berani hadir di tengah rakyat, apa pun rintangannya. Di tengah hujan, lumpur, jalan terjal, dan perbukitan ganas, Wabup menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak mengenal hari libur, tidak mengenal batas, dan tidak tunduk pada rasa lelah. Bagi masyarakat Seuneubok Bayu, hari itu bukan hanya perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tetapi hari ketika pemimpin mereka datang, melihat, dan merasakan langsung apa yang selama ini mereka perjuangkan. #Hsb

Read More

Bupati Fery Tutup Jambore Pramuka Labusel 2025: Ajarkan Kemandirian, Satukan Semangat Generasi Muda. 

Bersuarakyat.online Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang resmi menutup Jambore Cabang III Gerakan Pramuka Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tahun 2025 yang berlangsung di Bumi Perkemahan PT Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Sabtu (15/11/2025) malam. Suasana penutupan berlangsung hangat, dipenuhi semangat para peserta yang selama beberapa hari ditempa dengan berbagai kegiatan kepramukaan. Dalam sambutannya, Bupati Fery Sahputra menegaskan bahwa Jambore bukan sekadar kegiatan perkemahan rutin. Lebih dari itu, Jambore adalah ruang pembentukan karakter yang mengajarkan kemandirian, kebersamaan, kepemimpinan, kedisiplinan, hingga rasa cinta tanah air dan sesama. “Selama beberapa hari ini adik-adik ditempa melalui kegiatan yang menantang, mengasah kemampuan, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan sportivitas, kreativitas, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya. Bupati Fery Sahputra juga menekankan bahwa generasi muda Pramuka adalah tunas harapan bangsa sekaligus penerus pembangunan Labuhanbatu Selatan. Menurutnya, Pramuka berperan sebagai benteng moral di tengah derasnya arus informasi, perubahan sosial, dan perkembangan teknologi. “Kita sepakat bahwa Gerakan Pramuka adalah benteng moral generasi muda. Dalam dunia yang penuh tantangan, Pramuka hadir untuk membentuk pemuda yang tangguh, disiplin, berakhlak mulia, serta cinta tanah air,” lanjutnya. Pada kesempatan itu, Bupati Fery menyampaikan terima kasih kepada para pembina, pendamping, dan panitia yang bekerja penuh dedikasi sehingga Jambore dapat berjalan dengan sukses. Ia berharap pengalaman selama Jambore menjadi bekal bagi para peserta untuk terus berkembang dan mengamalkan nilai-nilai Tri Satya serta Dasa Dharma. “Jadilah generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, peduli, dan bermanfaat bagi sesama,” pesan Bupati Fery. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, tambahnya, akan terus mendukung kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari upaya membangun generasi unggul demi mewujudkan Labusel yang maju, berdaya saing, dan berkarakter. Dengan mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Bupati Fery Sahputra Simatupang menutup secara resmi Jambore Cabang III Gerakan Pramuka Labuhanbatu Selatan Tahun 2025. Acara ditutup dengan pekikan semangat: Salam Pramuka! Dan penegasan komitmen pembangunan daerah.

Read More

Aktivis Pemerhati Sosial. Laporkan Debt Collector jika melakukan Penarikan Kendaraan Paksa.

Bersuarakyat.online Aceh Timur_Sering kita dapati dalam perjalanan ada beberapa orang atau sekumpulan orang mengawasi jalanan, mengamati motor dan mobil yang lewat, lalu sekali waktu kita dapati juga mereka memberhentikan kendaraan yang menurut mereka cocok dengan sasaran yang mereka cari. Diketahui belakangan bahwa pemilik kendaraan tersebut ternyata menunggak pembayaran angsuran kredit kendaraan yang dipakainya. Praktek tersebut kerap disebut pekerjaan Debt Collector, atau jasa yang digunakan oleh perusahaan Finance.Sekilas info bahwa banyak masyarakat salah kaprah dalam penyebutan Perusahaan Finance yang sering disebut-sebut sebagai Leasing. Ujar Mukhsin selaku Aktivis pemerhati sosial, Minggu (16/11/2025) disalah satu warung kopi kecamatan. Idi Rayeuk kepada media ini. Perusahaan Finance dalam memberikan kredit pembiayaan kepada konsumennya menggunakan sistem penjaminan Fidusianya. Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Nomor 130/PMK.010/2012 tentang Pendaftaran Jaminan Fidusia Bagi Perusahaan Pembiayaan yang melakukan pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor, dengan pembebanan jaminan fidusia. maka untuk memberikan kepastian hukum bagi perusahaan Finance (Pembiayaan) dan para konsumen sehubungan dengan penyerahan hak milik atas kendaraan bermotor dari konsumen secara kepercayaan (fidusia) kepada perusahaan Finace, maka perlu dilakukan pendaftaran jaminan fidusia pada kantor pendaftaran fidusia. Tetapi pada kenyataannya banyak perusahaan leasing tidak membuat perjanjian fidusia dan hanya membuat perjanjian di bawah tangan antara pihak leasing dan konsumen. Akta di bawah tangan mempunyai kelemahan yang sangat nyata yaitu orang yang tanda tangannya tertera dalam akta dapat mengingkari keaslian tanda tangan tersebut. Ungkap Mukhsin. Jika perusahaan Finance mendaftarkan jaminan fidusianya maka memudahkan bagi pihak Finance untuk mengatasi kredit kendaraan macet sesuai mekanisme peraturan yang ada yaitu melalui eksekusi jaminan di Pengadilan, sehingga antara Finance dan konsumen tidak ada yang dirugikan, namun kebanyakan perusahaan finance enggan melakukannya karena beberapa alasan. Lanjut Mukhsin, Karena banyak perusahaan finance lebih memilih menggunakan jasa Debt Collector, Akibatnya marak kasus pemaksaan dan penganiayaan yang dilakukan debt collector terhadap konsumen yang mengalami kredit macet terkait pembelian Kendaraan bermotor yang dilakukan dengan cara mengangsur atau mencicil. “Tindakan ini merupakan tindak pidana Pencurian. Bila pengambilan motor dilakukan oleh debt collector di jalan, maka hal itu merupakan perbuatan perampasan dan dapat dijerat pasal 365 KUHP tentang perampasan.”Tegas Mukhsin. Bilamana debt collector mendatangi rumah lalu memaksa dan mengancam dalam mengambil kendaraan bermotor atau mengajak anda kekantor Finance dan memaksa untuk menyerahkan kendaraan dengan tekanan dan kekerasan, maka tindakan tersebut dapat dijerat dengan Pidana Pemerasan, pasal 368 KUHP. Dan kepada perusahaan finance yang tidak mendaftarkan jaminan fidusia ke kantor pendaftaran fidusia padahal dalam kesepakatannya menggunakan mekanisme penjaminan Fidusia, maka perusahaan Finance dapat dijerat dengan Pidana Penipuan, pasal 378 KUHP. Terangnya. “Yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah cara menegakkan perbuatan melawan hukum yang dilakukan konsumen yang menunggak kredit kendaraan bermotor adalah dengan pengajuan eksekusi di pengadilan, bukan dengan diambil secara paksa.” Ungkap Mukhsin selaku Aktivis Pemerhati Sosial. Adapun cara menghadapi pelaku usaha Finance dan Debt Collector yang menjalankan pekerjaannya dengan melanggar hukum adalah sebagai berikut : 1. Buat Bukti sebanyak mungkin seperti : a). Baca dengan teliti dan Simpan segala jenis berkas-berkas saat melakukan kredit pembiayaan kendaraan bermotor, b). Bilamana anda didatagi oleh debt collector, usahakan untuk memanggil kerabat atau tetangga atau perangkat desa untuk mengetahui dan menyaksikan apa yang dilakukan debt collector tersebut. c). Rekam video bilamana debt collector mulai melakukan tindakan intimidasi secara verbal atau fisik. d). Bilamana anda diberhentikan di jalan, maka usahakan meminta pertolongan kepada warga sekitar dan membuat merekam video kejadian. 2. Jangan pernah mau bila dipaksa menandatangani berkas-berkas yang anda tidak tau apa maksud dan tujuan dari berkas tersebut, atau berkas-berkas yang menyatakan bahwa anda menyerahkan kendaraan bermotor secara sukarela. 3. Bilamana anda mengalami kekerasan fisik, pada kesempatan pertama langsung menghubungi kepolisian setempat (Polsek di Kecamatan terjadinya pengambilan Paksa kendaraan bermotor). 4. Bilamana anda merasa takut untuk menghadapinya sendiri, maka dapat meminta pendampingan Pengacara atau Lembaga-lembaga bantuan hukum. Harap Mukhsin, kepada pemerintah dan APH kabupaten Aceh Timur, cabut ijin perusahaan finance yang beroperasi dikab.Aceh Timur yang lebih memilih menggunakan jasa Debt Collector dan enggan mendaftarkan jaminan fidusianya yang memudahkan bagi pihak Finance untuk mengatasi kredit kendaraan macet sesuai mekanisme peraturan yang ada yaitu melalui eksekusi jaminan di Pengadilan, sehingga antara Finance dan konsumen tidak ada yang dirugikan. Lanjutnya, jika pemerintah dan pihak APH tidak menindak lanjuti hal tersebut, maka jangan salahkan kami selaku pemerhati sosial akan menggerakkan masa untuk menertibkan perusahaan finance dengan cara kami sendiri. Ini Aceh bukan Medan, Aceh memiliki keistimewaan syariat Islam, tidak boleh ada perusahaan finance yang demikian. Tegas Mukhsin dengan rawud wajah kesal.

Read More

Pengajian Jumat Berkah di BRI Rantau Prapat Hadirkan Suasana Hening dan Penuh Makna.

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Suasana berbeda terlihat di kantor BRI BO Rantau Prapat pada Jumat pagi (14/11/2025). Seluruh pegawai yang biasanya sibuk melayani nasabah, pagi itu mengikuti kegiatan Jumat Berkah berupa pengajian bersama ustaz yang digelar di ruang layanan kantor. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan nilai spiritual di lingkungan kerja. Pengajian diikuti oleh seluruh pegawai, mulai dari frontliner, staf back office, hingga satuan pengamanan. Dalam penyampaiannya, ustaz membahas pentingnya menjaga integritas, amanah, dan kejujuran nilai-nilai yang sangat relevan dengan dunia perbankan. Tausiyah tersebut membuat para pegawai terlihat khusyuk dan larut dalam suasana penuh ketenangan. Pemimpin Cabang BRI BO Rantau Prapat, Rian Darmawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum bagi pegawai untuk menyeimbangkan aktivitas profesional dengan kebutuhan rohani. “Pengajian Jumat Berkah ini diharapkan dapat memberi energi positif, memperkuat mental, serta mempererat kebersamaan seluruh insan BRI. Rutinitas pekerjaan membutuhkan keseimbangan agar pegawai tetap sehat secara spiritual dan emosional,” ujar Rian. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon kelancaran operasional, keberkahan layanan kepada masyarakat, serta perlindungan dari Allah SWT bagi seluruh pegawai BRI. Rian menambahkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini akan terus digelar secara berkala agar lingkungan kerja semakin harmonis dan memancarkan nilai-nilai kebaikan.

Read More

Gagal Total! Aksi Pencurian Motor di Masjid Al-Hidayah Terekam CCTV. 

Bersuarakyat.online Labuhanbatu Selatan – Aksi pencurian sepeda motor di halaman Masjid Al-Hidayah, Kampung Makmur, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, berakhir gagal. Insiden tersebut terekam jelas kamera CCTV masjid. Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria bertopi mendekati motor jamaah yang baru selesai salat Subuh. Pelaku langsung mencoba membobol salah satu motor menggunakan kunci T yang dibawanya. Namun, upaya itu tak berjalan mulus. Saat kunci T digunakan, alat itu patah dan tersangkut di lubang kunci motor. Panik, pelaku meninggalkan lokasi sambil membawa potongan kunci yang patah. Menurut Nazir Masjid, Fahrizal Siregar, kejadian ini terjadi pada Senin pagi dan menjadi pengalaman pertama semacam ini di Masjid Al-Hidayah. “Alhamdulillah, motor selamat. Kejadian ini menjadi pengingat bagi jamaah untuk selalu waspada saat memarkir kendaraan di area masjid,” ujar Fahrizal. Pelaku yang mengenakan celana panjang dan kaos hitam hingga kini belum diketahui identitasnya.

Read More