Ops Antik Toba 2026, Polres Labuhanbatu Ungkap 81 Kasus Narkoba dan Sita 1,3 Kg Sabu

BersuarakyatOnline

LABUHANBATU — Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu mengungkap 81 kasus tindak pidana narkotika selama pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026 yang digelar selama 21 hari, sejak 13 Mei hingga 2 Juni 2026.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 91 tersangka serta menyita berbagai jenis narkotika, termasuk 1.354,48 gram sabu, 4.504 gram ganja, 35 butir ekstasi, dan 5 butir pil Happy Five (H-5).

Hasil operasi itu dipaparkan dalam konferensi pers di Rantauprapat yang dipimpin Wakapolres Labuhanbatu mewakili Kapolres Labuhanbatu, didampingi Kasatresnarkoba AKP Hardiyanto, SH, MH.

Wakapolres Labuhanbatu menyebut capaian operasi tahun ini menunjukkan peningkatan penindakan dibandingkan tahun sebelumnya serta menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

“Kami mengapresiasi seluruh personel yang terlibat, khususnya Satresnarkoba Polres Labuhanbatu. Operasi ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam memberantas peredaran narkoba,” ujar Wakapolres di hadapan wartawan.

Kasatresnarkoba Polres Labuhanbatu AKP Hardiyanto menjelaskan, dari total 81 laporan polisi yang ditangani, Satresnarkoba Polres Labuhanbatu mengungkap 44 kasus dengan 55 tersangka.

Selain itu, pengungkapan juga dilakukan jajaran polsek di wilayah pesisir dan pantai, di antaranya Panai Hilir, Panai Tengah, Bilah Hilir, dan Kualuh Leidong, dengan total 14 laporan polisi dan 17 tersangka.
Menurut Hardiyanto, pengungkapan kasus narkotika tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pelaksanaan Ops Antik Toba 2025.

“Pada tahun 2025, barang bukti sabu yang disita sebanyak 274,6 gram. Tahun ini meningkat menjadi 1.354,48 gram atau naik sekitar 393 persen,” katanya.

Selain narkotika, polisi turut menyita sejumlah barang yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkoba, yakni uang tunai Rp11.429.000, 30 unit sepeda motor, 46 unit telepon seluler, lima timbangan elektrik, dan satu unit mobil.

Polres Labuhanbatu juga mengklaim penyitaan tersebut berpotensi menyelamatkan ribuan masyarakat dari penyalahgunaan narkotika, berdasarkan estimasi jumlah pengguna.

Menutup konferensi pers, pihak kepolisian menegaskan bahwa penindakan terhadap jaringan narkotika akan terus dilakukan meski Operasi Antik Toba 2026 telah berakhir.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *