BRI BO Rantauprapat Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Teguhkan Semangat Bersama Indonesia

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, BRI Branch Office (BO) Rantauprapat turut berpartisipasi dalam berbagai rangkaian kegiatan sebagai bentuk semangat nasionalisme sekaligus kepedulian terhadap perayaan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pemimpin Cabang BRI Rantauprapat, Teuku Zulham, saat dikonfirmasi media, Jumat (14/8/2026), mengatakan keikutsertaan BRI BO Rantauprapat merupakan wujud nyata semangat Insan BRILiaN dalam memaknai kemerdekaan melalui kebersamaan, kekompakan, serta kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI juga menjadi kesempatan bagi seluruh insan BRI untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan semangat kebersamaan di lingkungan kerja. “Keikutsertaan BRI BO Rantauprapat menjadi wujud nyata semangat Insan BRILiaN dalam memaknai kemerdekaan melalui kebersamaan, kekompakan, serta kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Teuku Zulham. Dengan mengusung semangat “Bersatu, Berkarya, dan Mengabdi untuk Indonesia”, BRI BO Rantauprapat berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat serta mendukung kemajuan Indonesia. Teuku Zulham berharap peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta semangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. BRI BO Rantauprapat bersama Indonesia, terus tumbuh dan menginspirasi,” pungkasnya. #Red

Read More

ATR/BPN Lantik 1.361 Pejabat, Transformasi Pelayanan Jadi Fokus Utama

Bersuarakyat.online Medan – Rotasi kerja di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) merupakan langkah yang dilakukan untuk memperkuat organisasi dan mutu sumber daya manusia (SDM). Di momen Pelantikan 1.361 Pejabat Manajerial dan Non Manajerial yang berlangsung di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta pada Kamis (13/08/2028), Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menitipkan pesan kepada pejabat terlantik agar menggali potensi diri untuk menjalankan peranan baru. “Selamat kepada pejabat yang dilantik atas amanah dan jabatan baru. Ini adalah kepercayaan besar yang membawa tanggung jawab untuk menjadi motor penggerak perubahan, melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif, dan tentu saja memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat,” ujar Sekjen ATR/BPN. Pejabat yang dilantik dalam kesempatan ini, terdiri dari 497 Pejabat Manajerial atau Struktural dan 864 Pejabat Non Manajerial atau Fungsional. Sekjen ATR/BPN meyakini, seluruh pegawai yang di pusat maupun daerah bisa menjadi penggerak dalam transformasi pelayanan pertanahan yang sedang dilakukan Kementerian ATR/BPN. “30.000 orang pegawai yang ada di ATR/BPN akan menjadi kunci penggerak transformasi kita. Saya menginginkan agar seluruh pegawai menjadi SDM yang kompeten, yang profesional, dan memiliki semangat pelayanan yang menempatkan masyarakat sebagai prioritas utama,” tutur Dalu Agung Darmawan. Untuk mendukung kelancaran transformasi pelayanan pertanahan, Kementerian ATR/BPN menetapkan aturan baru terkait pengelolaan SDM, yaitu Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 9 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan. Dengan diberlakukannya aturan tersebut, kini 10 Kantor Pertanahan mulai menerapkan nomenklatur Jabatan Pengawas yang membidangi kewilayahan, yakni Seksi 1 hingga Seksi 6 sesuai dengan tipologi masing-masing Kantor Pertanahan. “Kita berharap perubahan ini mampu mendukung layanan pertanahan dengan lebih cepat dan lebih prima, serta meningkatkan kualitas jalannya proses pelayanan publik kepada masyarakat,” ucap Sekjen ATR/BPN. Di hadapan jajarannya yang mengikuti proses pelantikan secara luring dan daring dari penjuru Indonesia, Sekjen ATR/BPN mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi layanan tidak hanya bergantung pada penataan organisasi, tetapi juga pada kualitas SDM yang menjalankannya. Adapun hadir mengikuti langsung prosesi pelantikan di Aula Prona, Jakarta, para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN #Red

Read More

JANGAN TUNGGU VIRAL LEBIH BESAR, WARGA DESAK POLRES LABUHANBATU SELIDIKI DUGAAN TRANSAKSI SABU DI PADANG MATINGGI

LABUHANBATU, Bersuararakyat.online – Dugaan kembali maraknya transaksi narkotika jenis sabu di sekitar Posko Kampung Bebas Narkoba (KBN), Lingkungan Bangunan, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, membuat warga resah. Masyarakat meminta Polres Labuhanbatu segera turun melakukan pengecekan. Sebelumnya, Polres Labuhanbatu menggelar sosialisasi bahaya narkoba di Posko KBN tersebut pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan dipimpin Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya dan dihadiri berbagai unsur masyarakat serta aparat. Namun, informasi warga menyebut sedikitnya terdapat dua pondok di sekitar kawasan tersebut yang diduga menjadi titik transaksi narkotika. Salah satunya disebut berada setelah jalan beton dan belok kiri, di sekitar pohon durian. Warga juga menyebut beberapa nama atau inisial yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut, yakni Komeng alias Panjang, Evan, Jepin alias Jep, serta Rido pada titik lainnya. Informasi tersebut masih berupa dugaan dan perlu diverifikasi aparat penegak hukum. “Kalau memang benar ada transaksi sabu, kami berharap polisi segera turun dan menindak pelakunya. Jangan sampai masyarakat terus dibuat resah,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Masyarakat mendesak Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu melakukan penyelidikan secara profesional. Apabila ditemukan bukti yang cukup, pihak yang terlibat diharapkan segera diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Warga menilai tindakan cepat penting untuk menjaga kawasan KBN tetap sesuai tujuan pembentukannya. Jangan sampai lokasi yang diharapkan menjadi kawasan bebas narkoba justru kembali dikaitkan dengan dugaan aktivitas peredaran narkotika. Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebut dalam informasi warga belum memberikan klarifikasi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta menyerahkan proses pembuktian sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. (Tim/Red)

Read More

H.Basri Harahap, Secara Resmi Menutup Turnamen Sepak Bola Paluta Cup II U-15 Tahun 2026.

Bersuarakyat.online, Paluta -Wakil Bupati Padang Lawas Utara Basri Harahap secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola Paluta Cup II U-15 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Kabupaten Padang Lawas Utara (Kompleks GOR Padang Lawas Utara), Jumat :14/08/2026. Turnamen sepak bola tingkat usia dini tersebut secara resmi ditutup Wakil Bupati dan turut didampingi Staf Ahli Bupati, para pimpinan OPD, Camat Padang Bolak, Polres Padang Lawas Utara, perwakilan Danramil 05 PB, jajaran Askab PSSI Padang Lawas Utara, serta pengurus KONI Kabupaten Padang Lawas Utara. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Herman Sakti Siregar, S.T., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa Turnamen Sepak Bola Paluta Cup II U-15 Tahun 2026 berlangsung sejak 30 Juli hingga 14 Agustus 2026. Turnamen ini diikuti oleh 14 tim yang bertanding mulai dari babak penyisihan hingga partai final. Pada pertandingan perebutan juara ketiga, Gelora Purba Sinomba berhasil mengalahkan SMPN 1 Batang Onang dengan skor 2–0. Sementara itu, partai final mempertemukan TRI Purba Sinomba melawan SSB Padang Bolak yang akhirnya memenangkan pertandingan sekaligus merebut gelar juara Turnamen Sepak Bola Paluta Cup II U-15 Tahun 2026. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Padang Lawas Utara H. Basri Harahap menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, sponsor, pelatih, ofisial, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan turnamen tersebut. Wakil Bupati juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta turnamen, baik yang berhasil meraih prestasi maupun yang belum memperoleh hasil yang diharapkan. Kepada para juara, saya ucapkan selamat atas prestasi yang telah diraih. Jangan cepat berpuas diri. Teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan, dan tetaplah rendah hati. Kepada tim yang belum berhasil menjadi juara, jangan berkecil hati. Kekalahan hari ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pengalaman yang harus dijadikan motivasi untuk bangkit dan kembali lebih kuat di masa yang akan datang,” ujar Wakil Bupati. Ia berharap Turnamen Paluta Cup II dapat menjadi wadah lahirnya bibit-bibit pesepak bola muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Padang Lawas Utara di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Menurutnya, turnamen ini juga menjadi bagian dari semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat yang kita saksikan di lapangan ini sejalan dengan semangat kemerdekaan, yaitu semangat untuk terus berjuang, pantang menyerah, menjaga persatuan, dan selalu memberikan yang terbaik. Nilai-nilai inilah yang ingin kita tanamkan kepada generasi muda di Kabupaten Padang Lawas Utara agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan mampu membawa nama baik daerah di masa yang akan datang,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, panitia penyelenggara juga menyerahkan penghargaan kepada para pemain dan tim yang menunjukkan prestasi terbaik selama turnamen berlangsung. Penghargaan Pemain Terbaik diberikan kepada Halim dari SSB Padang Bolak Julu. Penghargaan Top Skor diraih oleh Ulat Rahman, pemain bernomor punggung 10 dari SSB Padang Bolak Julu, yang berhasil mencetak gol terbanyak selama turnamen. Adapun penghargaan Tim/Club Terbaik diberikan kepada SMPN 1 Batang Onang atas penampilan, disiplin, dan sportivitas yang ditunjukkan sepanjang kompetisi. Hasil akhir Turnamen Sepak Bola Paluta Cup II U-15 Tahun 2026 adalah sebagai berikut: Juara I: SSB Padang Bolak Julu Juara II:TRI Purba Sinomba Juara III: Gelora Purba Sinomba Juara IV: SMPN 1 Batang Onang Wakil Bupati mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang atas prestasi yang telah diraih, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menjunjung tinggi nilai sportivitas selama turnamen berlangsung. (Red/hkk)

Read More

Insan Pers Keluhkan Tidak Dapat Konsumsi di Rapat Paripurna DPRD Paluta, Anggaran Jadi Sorotan.

Bersuarakyat.online, PALUTA – Sejumlah insan pers yang meliput, Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara, mengeluhkan tidak adanya penyediaan snack dan makan siang dalam acara tersebut. Kegiatan yang difasilitasi Sekretariat DPRD Paluta, dan dilaksanakan oleh “Panitia Pelaksana” itu berlangsung di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara, Pada Jumat : 14/08/2026]. Menurut pantauan awak media Bersuarakyat Biro Paluta Harahap Kuro-Kuro di lapangan, konsumsi yang biasanya disediakan untuk tamu undangan dan media tidak tersedia pada acara kali ini. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan dari para jurnalis yang hadir. Biasanya ada snack dan makan. Kali ini nihil. Kami datang meliput dari pagi sampai selesai,” ujar rekan media dari wartawan yang meminta namanya tidak mau disebut. Keluhan ini kemudian memunculkan dugaan dari sejumlah pihak terkait penggunaan anggaran kegiatan. Beberapa insan pers menduga” anggaran konsumsi telah dialihkan atau “disulap”* karena tidak sesuai dengan realisasi di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, Panitia Pelaksana dan Sekretariat DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara, belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut. Konfirmasi juga telah dilayangkan ke pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan mengenai pos anggaran konsumsi pada kegiatan Rapat Paripurna tersebut, di acara Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara dalam Pidato Presiden RI Penyampaian Keterangan RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2026. Pihak DPRD melalui Sekretariat diharapkan dapat segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi lebih lanjut di tengah publik. (Red/hkk)

Read More

H.Reski Basyah Harahap, Mengikuti Rapat Paripurna DPDR Kab Paluta, Dalam Rangka Pidato Presiden RI Sidang Tahunan Anggaran 2026.

Bersuarakyat.online, Paluta – Bupati Padang Lawas Utara H. Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si., mengikuti Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Lawas Utara dalam rangka mendengarkan Pidato Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI serta DPR RI Tahun 2026. Kegiatan kenegaraan ini dilangsungkan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara, Pada Jumat : 14/06/2026. Rapat yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran lengkap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tampak hadir bersama Bupati, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Mula Rotua Siregar, S.Sos., Kapolres Padang Lawas Utara AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara Muhammad Junaidi, S.H., M.H., serta Danramil 05/PB Kapten Inf Misran Dalimunthe. Turut berhadir pula Wakil Ketua I dan II DPRD Padang Lawas Utara, jajaran Anggota DPRD, para Asisten dan Staf Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga seluruh Camat se-Kabupaten Padang Lawas Utara. Dalam agenda utama tersebut, Bupati beserta seluruh peserta rapat menyimak dengan saksama pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden RI H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk mengelola anggaran negara sebaik-baiknya demi kepentingan rakyat. Presiden menyebutkan bahwa pengabdiannya kepada masyarakat tidak mengenal tanggal merah pada kalender kerja, demi memastikan kebijakan-kebijakan strategis dapat diambil untuk mengatasi kekurangan di tengah masyarakat. Sejumlah pencapaian krusial pemerintah turut disoroti dalam pidato tersebut. Presiden mengumumkan keberhasilan pemerintah dalam menurunkan harga pupuk hingga 20 persen, sebuah langkah berani yang memudahkan masyarakat dan petani dalam mendapatkan akses pupuk. Di sektor energi, Presiden memaparkan keberhasilan Indonesia menciptakan kemandirian dengan memproduksi minyak dari kelapa sawit, sehingga negara tidak perlu lagi melakukan impor dari luar negeri dan manfaatnya langsung dirasakan oleh rakyat. Kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, dengan kekayaan yang besar, harus dipergunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat,” tegas Presiden. Menutup pidatonya, Presiden mengingatkan bahwa pembangunan negara bukanlah kerja satu orang saja, melainkan perjuangan bersama seluruh elemen bangsa. Ia juga berpesan agar demokrasi terus berjalan, undang-undang kepulauan yang diperjuangkan DPD terus didukung, penguatan pada lembaga-lembaga adat, serta memastikan Indonesia menjadi negara yang berdikari dan tidak bergantung pada negara lain. (Red/hkk)

Read More

Korda IPK Labuhanbatu Raya Ajak Kolaborasi Lintas Sektor, Gelar Gotong Royong Karya Jilid III di Sioldengan

Bersuarakyat.online, LABUHANBATU – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali digaungkan Ikatan Pemuda Karya (IPK) Labuhanbatu melalui kegiatan Gotong Royong Karya Jilid III, Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Koordinator Daerah (Korda) IPK Labuhanbatu Raya, Jansen Nainggolan, tersebut berlangsung di dua lingkungan di Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu. Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kelurahan Sioldengan, masyarakat, hingga personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Labuhanbatu. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan fasilitas dan ruang publik. Jansen Nainggolan mengatakan, kegiatan Gotong Royong Karya merupakan salah satu bentuk komitmen IPK untuk hadir dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. “Gotong royong bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian. Kami ingin organisasi kepemudaan dapat terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat nyata,” ujar Jansen. Lurah Sioldengan, Saripuddin, SE., MM, mengapresiasi keterlibatan IPK Labuhanbatu bersama berbagai unsur dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan partisipasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan adanya kolaborasi antara IPK, pemerintah kelurahan, DLH, Damkar dan masyarakat, tentu upaya menjaga lingkungan akan lebih maksimal,” kata Saripuddin. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semangat gotong royong tidak hanya muncul pada momentum tertentu. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Semangat gotong royong harus menjadi budaya di tengah masyarakat, sehingga lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman dapat kita wujudkan bersama,” tambahnya. Sementara itu, Ketua SAPMA DPD IPK Labuhanbatu, Ahmadi Ritonga, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk menunjukkan kepedulian dan kontribusi langsung terhadap masyarakat. “Pemuda harus hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Gotong royong ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun rasa kepedulian, kebersamaan dan tanggung jawab sosial,” ujar Ahmadi. Ia menegaskan, SAPMA DPD IPK Labuhanbatu akan terus mendorong keterlibatan pemuda dalam berbagai kegiatan positif yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Gotong Royong Karya Jilid III merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan di kawasan Jalan Baru By Pass dan Stadium Binaraga. Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan dipusatkan di dua lingkungan di Kelurahan Sioldengan dengan melibatkan unsur pemerintah, organisasi kepemudaan, petugas teknis, dan masyarakat. Keterlibatan personel Damkar dan DLH Kabupaten Labuhanbatu turut membantu proses pembersihan di lapangan, sehingga kegiatan berjalan secara kolaboratif. Melalui kegiatan tersebut, IPK Labuhanbatu bersama Pemerintah Kelurahan Sioldengan, DLH, Damkar, PAC IPK Rantau Utara, PAC IPK Rantau Selatan, PAC IPK Bilah Hulu dan masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan melalui aksi nyata. (Red)

Read More

Dukung Swasembada Energi, ATR/BPN Tawarkan 4 Instrumen Strategis untuk Pertamina

Bersuarakyat.online Medan – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyiapkan empat instrumen pertanahan dan tata ruang untuk mendukung Pertamina dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. Keempat instrumen tersebut mencakup kepastian tata ruang, ketersediaan tanah, kepastian hukum atas tanah dan aset, serta penyelesaian persoalan pertanahan. “Presiden Prabowo selalu mengingatkan betapa swasembada energi, kemandirian energi, merupakan survival interest dari bangsa kita. Dari perspektif Kementerian ATR/BPN, ada empat hal dalam konteks ketahanan energi yang bisa kami tawarkan kepada Pertamina. Kami akan memastikan kepastian tata ruang, yang ujungnya adalah kemudahan perizinan dan kemudahan untuk melakukan usaha,” ujar Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, dalam acara Sinergi Ketahanan Energi Nusantara yang diadakan Pertamina, di Yogyakarta, Kamis (13/08/2026). Kepastian tata ruang menjadi instrumen pertama yang disiapkan Kementerian ATR/BPN. Wamen Ossy mengatakan, tanah dan ruang adalah dua hal yang keberadaannya terbatas. Sementara, pembangunan infrastruktur energi terus meningkat, termasuk untuk swasembada pangan, hilirisasi, pengembangan perumahan dan infrastruktur. Untuk itu, kepastian tata ruang diperlukan agar kebutuhan energi dapat berjalan berdampingan dengan kebutuhan pembangunan lainnya secara tertib, seimbang, dan berkelanjutan. Kepastian tata ruang juga menjadi dasar bagi kemudahan perizinan dan kegiatan usaha. Selanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan lahan, Kementerian ATR/BPN dapat mengoptimalkan tanah yang telah tersedia untuk pembangunan infrastruktur energi. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui pendayagunaan tanah telantar, pemanfaatan aset Bank Tanah, pemanfaatan tanah dengan hak yang telah berakhir atau tidak diperpanjang, serta pengelolaan aset negara dan BUMN yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pengadaan tanah juga dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Tidak selalu kita harus mencari tanah yang baru. Dalam beberapa keadaan, yang lebih penting justru bagaimana negara dapat mengoptimalkan tanah-tanah yang sudah ada, tetapi kenyataannya belum dapat dimanfaatkan secara produktif,” tutur Wamen Ossy. Instrumen ketiga adalah kepastian hukum atas tanah dan aset. Wamen Ossy menyatakan bahwa kepastian hukum ini penting karena infrastruktur energi merupakan investasi jangka panjang yang aset tanahnya membutuhkan fondasi kuat. Kepastian hukum dalam hal ini diberikan melalui sertipikasi tanah untuk aset-aset Pertamina, Terakhir, instrumen yang sama pentingnya dengan kepastian tata ruang, ketersediaan tanah, dan kepastian hukum atas tanah adalah penyelesaian persoalan pertanahan. Di hadapan jajaran Pertamina yang hadir di lokasi acara, Wamen Ossy menyatakan kesiapan Kementerian ATR/BPN membantu penyelesaian berbagai persoalan yang muncul dalam pengelolaan aset dan infrastruktur energi. Seperti di antaranya klaim masalah, tumpang tindih, penguasaan tanah, maupun konflik dengan masyarakat. Penyelesaian dilakukan berdasarkan ketentuan hukum dengan tetap membuka ruang dialog untuk memperoleh solusi yang berkeadilan. Keempat instrumen yang disampaikan Wamen Ossy merupakan bagian dari kerja sama Kementerian ATR/BPN dan Pertamina yang telah dibangun melalui nota kesepahaman pada Desember 2024. Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, mengapresiasi dukungan seluruh kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian ATR/BPN dalam memperlancar proses perizinan dan kegiatan Pertamina. “Keberhasilan di hilir, di mana telah diselesaikan lebih dari 165 perizinan, perlu kita replikasi. Terus terang saja, saya senang sekali dengan pejabat lain dari kementerian. Pertamina dibantu sekali. Saya betul-betul bangga bahwa Teman-teman merasakan juga bagaimana Pak Presiden kita ingin suasana energi di tahun 2029. Kalau tidak dibantu, kami tidak bisa,” ungkap Mochamad Iriawan. Atas dukungan dalam bidang perizinan yang diberikan Kementerian ATR/BPN, Pertamina memberikan penghargaan kepada Wamen ATR/Waka BPN dan Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria, Embun Sari. Turut hadir mendampingi Wamen Ossy dalam kegiatan ini, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Achmad, serta Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid. #Red

Read More

REFLEKSI KEMERDEKAAN RI KE-81: 128 KK PETANI LEWEUNG HIDEUNG MASIH BERJUANG MEMPERTAHANKAN TANAH KEHIDUPAN

LABUHANBATU UTARA — bersuarakyat.online   Di tengah semarak menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ada sebuah pertanyaan yang masih menggantung di hati **128 Kepala Keluarga Kelompok Tani Leweung Hideung, Kecamatan Marbau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara**.   **Sudahkah kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh rakyat kecil?** Pertanyaan tersebut disampaikan **Nur Asidik, Ketua Kelompok Tani Leweung Hideung**, sebagai refleksi atas perjuangan masyarakat yang hingga kini masih harus berhadapan dengan persoalan hukum terkait tanah yang telah menjadi tempat tinggal dan sumber penghidupan masyarakat selama puluhan tahun.   Menurut Nur Asidik, perjuangan masyarakat Leweung Hideung bukanlah persoalan yang baru muncul hari ini. Masyarakat memiliki sejarah panjang yang, menurut keterangan mereka, berkaitan dengan **program transmigrasi sejak tahun 1956**.   Dari generasi ke generasi, masyarakat membangun kehidupan di kawasan tersebut. Tanah yang dahulu menjadi tempat masyarakat memulai kehidupan kemudian berkembang menjadi perkampungan, tempat tinggal, lahan untuk mencari nafkah, serta ruang kehidupan bagi keluarga mereka.   Namun setelah puluhan tahun berlalu, masyarakat justru masih harus berjuang mempertahankan keberadaan dan hak mereka melalui jalur hukum.     Bahkan, perjuangan tersebut kini berlanjut hingga **tingkat kasasi** dalam perkara yang berkaitan dengan **PTPN III Marbau Selatan**.   “**Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya ingin sejarah keberadaan masyarakat kami dihargai dan persoalan tanah ini diselesaikan berdasarkan fakta, bukti, serta hukum yang berlaku,**” ujar Nur Asidik.   ### **TANAH BAGI PETANI BUKAN SEKADAR OBJEK SENGKETA** Menurutnya, bagi petani, tanah bukan sekadar sebidang objek yang tercantum dalam peta atau dokumen pertanahan. Tanah adalah tempat mereka membangun rumah, membesarkan anak-anak, bekerja, bertani, dan mempertahankan kehidupan keluarga.   Karena itu, ketika tanah tersebut menjadi objek sengketa, yang dipertaruhkan bukan hanya persoalan administrasi pertanahan.   **Ada kehidupan 128 KK yang ikut dipertaruhkan.**   “Kami menghormati proses hukum. Kami juga menghormati lembaga peradilan. Tetapi kami berharap hukum tidak hanya melihat tanah sebagai objek perkara. Lihat juga masyarakat yang telah hidup dan mencari penghidupan di sana selama puluhan tahun,” tegasnya.   ### **DARI PERJUANGAN KEMERDEKAAN KE PERJUANGAN KEADILAN** Nur Asidik mengatakan, peringatan Kemerdekaan RI ke-81 seharusnya menjadi momentum untuk kembali mengingat tujuan para pendiri bangsa, yaitu menghadirkan negara yang melindungi seluruh rakyat dan memberikan keadilan.   “**Dahulu para pahlawan berjuang mengusir penjajahan agar bangsa Indonesia dapat hidup merdeka di tanah airnya sendiri. Hari ini kami tidak sedang melawan negara. Kami justru meminta negara hadir untuk memastikan rakyat memperoleh kepastian dan keadilan,**” katanya.   Menurutnya, perjuangan Kelompok Tani Leweung Hideung hingga tingkat kasasi bukan sekadar perjuangan memenangkan perkara.   Lebih dari itu, perjuangan tersebut merupakan upaya masyarakat untuk mencari **kepastian hukum atas sejarah dan keberadaan mereka di tanah yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.**   ### **NEGARA DIMINTA HADIR DAN MEMBUKA DATA SECARA TRANSPARAN**Nur Asidik berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan tersebut dari sisi sengketa hukum antara masyarakat dengan badan usaha, tetapi juga memperhatikan sejarah penguasaan dan keberadaan masyarakat.   Pemerintah dan instansi terkait diharapkan dapat membuka dan memeriksa secara transparan seluruh data yang berkaitan dengan kawasan tersebut, termasuk **riwayat tanah, status HGU, batas-batas HGU, dokumen pertanahan, sejarah transmigrasi, serta bukti penguasaan dan pemanfaatan tanah oleh masyarakat.**   “**Kami meminta semuanya dibuka secara terang. Kalau memang ada hak negara atau hak perusahaan, tunjukkan dasar dan batasnya. Kalau masyarakat juga mempunyai bukti dan sejarah penguasaan, jangan diabaikan. Biarkan fakta dan hukum yang menentukan,**” ungkap Nur Asidik.   ### **KEMERDEKAAN HARUS DIRASAKAN RAKYAT**   Bagi Kelompok Tani Leweung Hideung, kemerdekaan bukan hanya tentang pengibaran bendera Merah Putih atau seremoni peringatan 17 Agustus. Kemerdekaan, kata Nur Asidik, harus dapat dirasakan rakyat dalam bentuk **kepastian hukum, rasa aman, perlindungan, dan keadilan.** “**Kami ingin hidup tenang. Kami ingin bertani dan mencari nafkah tanpa dihantui ketidakpastian. Kami ingin anak-anak kami mempunyai masa depan. Dan kami ingin persoalan ini diselesaikan secara adil berdasarkan hukum dan fakta,**” ujarnya.   Ia menegaskan, masyarakat akan tetap menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan.   Namun pada saat yang sama, masyarakat berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap keberadaan **128 KK Kelompok Tani Leweung Hideung** yang telah menggantungkan kehidupan mereka di kawasan tersebut selama puluhan tahun.   ### **“KAMI TIDAK MELAWAN NEGARA, KAMI MEMINTA NEGARA HADIR”** Nur Asidik kembali menegaskan bahwa perjuangan masyarakat bukanlah bentuk perlawanan terhadap negara.   **“Kami tidak memusuhi negara. Kami tidak melawan hukum. Kami justru menggunakan hukum untuk mencari keadilan. Kami hanya meminta negara hadir, mendengar suara rakyat, melihat sejarah kami, dan memberikan kepastian hukum yang adil,”** tegasnya.   Di usia **81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia**, Kelompok Tani Leweung Hideung berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap persoalan yang mereka hadapi.   Sebab, bagi 128 KK tersebut, makna kemerdekaan sangat sederhana:**Mereka ingin dapat hidup dengan aman di tanah yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka, memperoleh kepastian hukum, dan mendapatkan keadilan di negara yang telah merdeka selama 81 tahun.**   **“Para pahlawan dahulu berjuang agar rakyat Indonesia merdeka. Kami hari ini hanya ingin memastikan bahwa kemerdekaan itu juga benar-benar dirasakan oleh petani kecil,”** pungkas Nur Asidik.   **NUR ASIDIK** **Ketua Kelompok Tani Leweung Hideung** Red

Read More