Bersuarakyat.online
ACEH TIMUR – Mukhlis (30), warga Gampong Bantayan, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, yang sempat viral di media sosial akibat ucapannya yang menyatakan keluar dari agama Islam, kembali mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bimbingan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Timur, Senin (12/10/2026).
Prosesi tersebut berlangsung di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah Zubir Mahmud (RSUDZM) Idi, disaksikan langsung oleh Ketua Baitul Mal Aceh Timur, Tgk. Rizalhadi, Camat Nurussalam, unsur Muspika Plus, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat yang datang menjenguk Mukhlis.
Kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan dukungan moral dan keagamaan, tetapi juga untuk melihat langsung kondisi Mukhlis yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi dan diduga mengalami gangguan kesehatan mental.
MPU dan Muspika Tinjau Kondisi Tempat Tinggal Mukhlis
Sebelum menjenguk Mukhlis di RSUDZM Idi, Ketua MPU dan Ketua Baitul Mal Aceh Timur bersama rombongan terlebih dahulu meninjau tempat tinggal Mukhlis di Gampong Bantayan.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi rumah Mukhlis yang memprihatinkan dan dinilai tidak layak huni. Meski Mukhlis tidak berada di rumah karena sedang menjalani perawatan medis, kunjungan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi kehidupan yang selama ini dijalaninya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Nurussalam, Kapolsek beserta jajaran, termasuk Kanit Intel, anggota Koramil, Ketua dan Sekretaris HUDA Kecamatan Nurussalam, Ketua APDESI Kecamatan Nurussalam, Bendahara APDESI Kabupaten Aceh Timur, Sekretaris MAA, geuchik dan imum Gampong Bantayan, perangkat gampong, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Sebelum melakukan peninjauan, rombongan terlebih dahulu mengadakan pertemuan untuk menghimpun informasi mengenai latar belakang kehidupan Mukhlis. Langkah ini dilakukan agar upaya bantuan yang direncanakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sebenarnya.
Perjalanan Hidup Mukhlis yang Penuh Keprihatinan
Berdasarkan keterangan Imum Gampong Bantayan, Syarif Hidayat, Mukhlis lahir dan dibesarkan di Gampong Bantayan. Kedua orang tuanya bercerai ketika ia masih kecil sehingga pendidikannya hanya sampai kelas II sekolah dasar.
Sejak kecil, Mukhlis tinggal bersama neneknya yang hidup dalam kondisi ekonomi sangat terbatas. Setelah nenek dan ayahnya, Zakaria, meninggal dunia, kehidupannya semakin sulit. Ia harus menjalani kehidupan dengan dukungan keluarga yang terbatas, sementara kakaknya, Satri, telah berkeluarga.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah gampong dan para tokoh masyarakat yang berharap Mukhlis mendapatkan pendampingan serta bantuan agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.
Menurut keterangan Geuchik Gampong Bantayan, ucapan Mukhlis yang dinilai menyimpang pernah terjadi beberapa kali sebelumnya, tetapi baru kali ini menjadi viral di media sosial.
Pihak gampong menduga persoalan yang dialami Mukhlis tidak dapat dilihat hanya dari sisi ucapan yang bersangkutan, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis, tekanan hidup, dan kesulitan ekonomi yang dihadapinya.
Selain itu, Mukhlis diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes melitus (DM) dengan kadar gula darah yang dilaporkan pernah mencapai angka 400. Kondisi kesehatannya tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan medis yang memadai.
Meski demikian, kondisi psikologis Mukhlis perlu dinilai oleh tenaga kesehatan profesional agar ia memperoleh penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Baitul Mal Siapkan Bantuan Rehab Rumah dan Modal Usaha
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Baitul Mal Aceh Timur, Tgk. Rizalhadi, menyatakan perhatian terhadap kondisi kehidupan Mukhlis, khususnya tempat tinggalnya yang tidak layak huni.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Group PWDPI Aceh, Baitul Mal Aceh Timur berencana membantu upaya rehabilitasi rumah Mukhlis setelah menerima data dan dokumen pendukung yang konkret dari pemerintah gampong dan pihak kecamatan.
Selain bantuan perbaikan rumah, Mukhlis juga direncanakan mendapatkan dukungan modal usaha setelah menyelesaikan perawatan kesehatan dan dinilai siap menjalankan usaha secara mandiri.
Rencana bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membantu Mukhlis memperbaiki kondisi kehidupannya, mengurangi beban ekonomi, serta membuka peluang untuk menjalani kehidupan yang lebih layak.
Dalam kesempatan itu, turut disampaikan rencana kunjungan Ketua Baitul Mal Aceh setelah kembali dari Jakarta guna melihat langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Kepedulian Bersama untuk Membantu Mukhlis
Kunjungan Ketua MPU, Ketua Baitul Mal, unsur Muspika Plus Kecamatan Nurussalam, pemerintah gampong, serta para tokoh agama dan masyarakat menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi Mukhlis.
Masyarakat berharap perhatian tersebut tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi berlanjut dalam bentuk pendampingan kesehatan, dukungan sosial, perbaikan tempat tinggal, serta pemberdayaan ekonomi.
Mukhlis merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama. Dengan penanganan medis yang tepat, pendampingan psikologis, serta bantuan sosial yang sesuai kebutuhan, diharapkan ia dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik dan bermartabat.
Media Group PWDPI Aceh akan terus memantau perkembangan kondisi Mukhlis dan realisasi bantuan yang direncanakan oleh pihak terkait.
#Hsb