Bersuarakyat.online
Aceh Timur – Menindaklanjuti surat resmi Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Aceh Timur Nomor 520/***/2025 tertanggal 23 Oktober 2025 tentang Permintaan Serap Gabah Kering Panen Petani, Perum Bulog Cabang Langsa telah mulai melakukan penyerapan gabah petani di wilayah Aceh Timur sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh Timur, Sofyan, SE., M.AP, menyampaikan bahwa langkah cepat ini merupakan hasil koordinasi langsung dengan pihak Bulog setelah adanya laporan harga gabah di tingkat petani sempat berada di bawah HPP.
“Setelah kami konfirmasi dengan Kepala Bulog Cabang Langsa, terhitung hari ini Bulog sudah mulai menyerap gabah kering panen petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram,” ujar Kadis Ketahanan Pangan Aceh Timur, Jumat (31/10/2025).
Sebelumnya, tim Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh Timur telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sentra produksi padi di Kecamatan Simpang Ulim, Madat, dan Pantee Bidari. Hasil monitoring menunjukkan harga gabah sempat turun di kisaran Rp6.300–Rp6.400 per kilogram, di bawah HPP yang ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan meminta Bulog segera melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Langkah penyerapan ini diharapkan dapat membantu petani memperoleh harga jual yang layak sekaligus menjaga kestabilan ekonomi sektor pangan di Aceh Timur.
“Kami terus memantau dan berkoordinasi agar harga gabah di lapangan tetap stabil sesuai ketentuan pemerintah,” tambah Sofyan.
Kegiatan monitoring dan koordinasi di lapangan turut melibatkan penyuluh pertanian, perwakilan kelompok tani, serta pihak kecamatan. Petani di beberapa lokasi pun menyambut baik langkah cepat pemerintah daerah dan Bulog dalam menjaga harga gabah agar tetap stabil.