Relawan BNPB Mengeluh: Kerja 7 Hari Tanpa Fasilitas, Dipersulit Bon BBM dan Administrasi Tak Masuk Akal

  Aceh Timur — Bersuarakyat.online Sejumlah relawan pendataan bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluapkan kekecewaan mendalam atas sistem kerja dan administrasi yang mereka nilai tidak manusiawi. Di tengah kondisi darurat bencana, para relawan justru dipaksa bertahan dengan fasilitas minim dan birokrasi kaku yang jauh dari realitas lapangan. Para relawan mengaku bekerja selama tujuh hari penuh mendata rumah-rumah warga terdampak bencana di berbagai desa di Aceh Timur. Ironisnya, selama menjalankan tugas berat tersebut, tidak tersedia tempat menginap yang layak, bahkan dukungan dasar pun nyaris tidak ada. Mereka hanya bisa bertahan berkat hubungan pribadi dengan keuchik atau masyarakat setempat. “Kami kerja tujuh hari di lapangan, dari pagi sampai malam, mendata rumah satu per satu. Tapi tempat menginap tidak ada, fasilitas minim, semua kami tanggung sendiri,” ungkap seorang relawan yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (28/1/2026). Tak hanya persoalan fisik, tekanan mental justru datang dari administrasi yang dinilai absurd dan tidak berpihak pada relawan. Untuk operasional, relawan hanya dibekali Rp200 ribu saat berangkat, lalu Rp200 ribu lagi dengan sistem pinjaman. Jumlah tersebut jelas tidak sebanding dengan kebutuhan BBM, konsumsi, dan operasional lapangan selama sepekan penuh. Yang paling memicu kemarahan, relawan tetap diwajibkan melampirkan bon BBM dan konsumsi, sementara di lapangan banyak SPBU dan warung yang tidak menyediakan bon resmi. Bahkan disebutkan, SPBU di wilayah Idi tidak memberikan bon faktur pembelian BBM. “Kami disuruh cari bon bensin, Bl motor. SPBU tidak kasih bon. Mau bagaimana lagi? Setelah seharian kerja di lapangan, kami masih dipaksa mutar cari bon. Ini logika siapa?” tegas relawan tersebut dengan nada geram. Keluhan serupa disampaikan Junaidi Masrun, salah seorang relawan BNPB Mitra. Ia menilai persoalan bon BBM, khususnya kendaraan Honda, menjadi jebakan administratif yang menyiksa relawan. “Bon ada tapi tidak bisa diprint, ada yang bisa diprint tapi mati pajak, macam-macam masalah. Kami sudah lelah di lapangan. Kalau dilihat, ini tidak sebanding dengan upah yang diberikan. Tapi kami tetap turun karena solidaritas kemanusiaan,” kata Junaidi. Menurut para relawan, yang paling menyakitkan adalah ketika pengabdian justru dibalas dengan kecurigaan dan kerumitan administrasi, seolah-olah relawan dianggap mencari keuntungan dari bencana. “Kami ini relawan, bukan mesin, bukan maling anggaran. Kami turun untuk membantu masyarakat pulih dari bencana. Tapi malah dipersulit. Ini negara macam apa?” kecamnya. Para relawan mendesak BNPB dan instansi terkait segera melakukan evaluasi total terhadap sistem administrasi relawan, terutama dalam kondisi darurat bencana. Mereka menegaskan, jika pola seperti ini terus dipertahankan, bukan tidak mungkin relawan akan enggan turun membantu di masa depan. “Kalau relawan terus diperlakukan seperti ini, jangan heran kalau nanti tidak ada lagi yang mau turun ke lapangan,” pungkasnya. (Hasbi)

Read More

Sekdakab Paluta Dr.Patuan Rahmat Syukur P Hsb, Menerima Sertifikat Tanah Untuk PSR Dari BPN.

    Bersuarakyat.Online –  Paluta   Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara, Dr.Patuan Rahmat Syukur Parlaungan Hasibuan, S.STP., MM, menerima Sertifikat Tanah untuk pembangunan Sekolah Rakyat dari BPN Tapanuli Selatan bertempat di ruangan Sekretaris Daerah, Pada Rabu : 28/01/2026.   Bupati Padang Lawas Utara H.Reski Basyah harahap, S.STP., M.Si (H.Obon) diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Paluta Dr. Patuan Rahmat Syukur P. Hsb, S.STP.,MM menerima Sertifikat tanah untuk pembangunan Sekolah Rakyat dari BPN Tapanuli Selatan. Penyerahan sertifikat ini merupakan wujud nyata sinergi dalam mewujudkan kepastian hukum atas aset pendidikan yang penting untuk menjamin keberlangsungan Sekolah Rakyat dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sertifikat tanah Sekolah Rakyat yang diserahkan BPN di Kabupaten Padang Lawas Utara seluas 40.000 meter persegi yang berlokasi di kompleks perkantoran/stadion Pemkab Padang Lawas Utara desa purba sinomba Kecamatan Padang Bolak.   Pendidikan merupakan prioritas pembangunan daerah. Kepastian status lahan bagi fasilitas pendidikan menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan”, Ujar Sekretaris Daerah.   Sekretaris Daerah menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dengan BPN dalam hal percepatan legalisasi aset pendidikan untuk lebih maju.   Beliau juga mengatakan Dengan sertifikat ini, tanah Sekolah Rakyat memiliki legalitas penuh, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa khawatir terjadi sengketa atau gangguan. Ini bentuk dukungan nyata bagi keberlanjutan pendidikan di Padang Lawas Utara.   Turut hadir, Asisten I H. Sarifuddin Harahap, S.Sos.,MM, Kaban BPKPD beserta Kabid Asset.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Wakil Bupati Paluta H.Basri Harahap, Menghadiri Pelantikan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU).

  Bersuarakyat.Online – Paluta     Wakil Bupati Padang Lawas Utara, H.Basri Harahap, menghadiri Pelantikan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Muryanto Amin untuk periode 2026-2031 bertempat di Auditorium USU Medan, Pada Rabu : 28 Januari 2026.   Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto, SH, MH, Ketua MWA yang juga menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.   Prof Dr Muryanto Amin dilantik sebagai Rektor USU ke-17 untuk masa jabatan kedua berdasarkan Surat Keputusan MWA Nomor 9/UN5.1.MWA/SK/TP.00.00/2025 Tanggal 18 November 2025 Tentang Pemberhentian Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2021-2026 dan Pengangkatan Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2026-2031.   Dalam sambutannya, Ketua MWA USU menyampaikan ucapan selamat sekaligus bersyukur atas selesainya seluruh rangkaian proses penjaringan, penyaringan dan pemilihan Rektor USU yang dilaksanakan dengan baik.   Di mana hal tersebut telah menunjukkan komitmen USU dalam menjaga tata kelola yang tertib, transparan, dan sah secara kelembagaan.   Pemilihan rektor adalah ruang demokrasi akademik yang wajar menghadirkan dinamika dan perbedaan gagasan, namun semuanya bermuara pada tujuan yang sama yakni membangun USU yang lebih baik,” ujarnya Agus Andrianto.   Ia menandaskan, bahwa rektor bukan hanya pemegang mandat administratif, tetapi juga penjaga marwah akademik, pengarah peradaban ilmu pengetahuan, dan penentu arah masa depan universitas.   Turut hadir, Para Kepala Daerah, Anggota DPR/DPD RI, konsulat negara sahabat, para rektor USU periode sebelumnya, pimpinan perguruan tinggi, alumni, mitra industri dan tokoh masyarakat/agama/adat. Di antaranya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Prof Dr Fauzan, M.Pd, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, serta unsur Forkopimda Sumut.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

TP PKK Kab Paluta Melaksanakan Kegiatan Pertemuan Rutin Bulanan Cek Kesehatan Gigi Di Tingkat TK.

    Bersuarakyat.Online – Paluta   Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Lawas Utara Melaksanakan Kegiatan Pertemuan Rutin Bulanan sekaligus Cek Kesehatan Gigi di TK Al-Iqram Desa Hatiran Kecamatan Dolok Sigompulon, Pada Rabu : 28/01/2025.   Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antar kader PKK sekaligus menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak.   Bunda PAUD Kabupaten Padang Lawas Utara Ny. Refina Reski Basyah Harahap dalam sambutannya menyampaikan melalui pemeriksaan kesehatan gigi, anak-anak mendapatkan edukasi sederhana tentang cara merawat gigi yang baik dan benar sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas.   Beliau juga mengatakan pertemuan rutin bulanan ini menjadi sarana evaluasi dan koordinasi program kerja TP PKK agar pelaksanaan kegiatan di setiap jenjang dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.   Selain itu, melalui kegiatan cek kesehatan gigi, anak-anak TK Al-Iqram mendapatkan pemeriksaan langsung serta edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi sejak dini.   Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak, orang tua, dan pendidik akan pentingnya kesehatan gigi sebagai bagian dari pola hidup bersih dan sehat, serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter di Kabupaten Padang Lawas Utara,” ujar Bunda PAUD.   Turut hadir Camat Dolok Sigompulon, Kades se Kecamatan Dolok Sigompulon, Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Lawas Utara beserta jajaran pengurus TP PKK Kecamatan, para kader PKK desa, tenaga pendidik TK Al-Iqram, tenaga kesehatan, serta orang tua/wali murid.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Kapolres Labuhanbatu: Pengamanan Eksekusi adalah Misi Kemanusiaan

  Bersuararakyat.online – LABUHANBATU Polres Labuhanbatu melaksanakan pengamanan eksekusi lahan di wilayah Padang Halaban, Rabu (28/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan putusan perkara perdata antara pihak penggugat/pemohon eksekusi PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk Padang Halaban dengan pihak tergugat/termohon eksekusi Kelompok Tani Padang Halaban dan Sekitarnya (KTPHS). Eksekusi dilakukan oleh Pengadilan Negeri Rantauprapat berdasarkan Putusan Nomor: 65/Pdt.6/2013/PN Rap tanggal 23 Mei 2014, juncto Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor: 317/Pdt/2014/PT.Mdn tanggal 24 Maret 2015, juncto Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 3485K/Pdt/2015 tanggal 29 September 2016, terhadap objek perkara berupa lahan seluas ±78,2 hektare. Sebelum pelaksanaan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si memimpin apel kesiapan pengamanan dan memberikan arahan kepada seluruh personel agar mengedepankan sikap humanis dalam menjalankan tugas.   Kapolres menegaskan bahwa pengamanan eksekusi merupakan misi kemanusiaan sehingga seluruh personel dilarang melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun, baik secara verbal maupun fisik. Ia meminta anggota tetap menahan diri meskipun menghadapi provokasi dari masyarakat.   “Pengamanan ini adalah misi kemanusiaan. Tidak boleh ada kekerasan verbal maupun fisik. Walaupun dimaki dan didorong, jangan dibalas. Tidak ada yang melakukan kekerasan. Kedepankan sikap humanis dalam bertugas,” tegas Kapolres.     Dalam pelaksanaan eksekusi, sebagian masyarakat telah menerima putusan pengadilan dan menunjukkan sikap kooperatif. Beberapa warga secara sukarela membongkar rumah mereka sendiri serta mengangkat dan mengamankan barang-barang milik mereka dari dalam rumah sebelum dilakukan penertiban.   Pelaksanaan eksekusi berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan pengamanan dari Polri yang dibantu unsur pemerintah daerah dan instansi terkait. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam keadaan aman dan kondusif. Di tengah pelaksanaan eksekusi, Kapolres Labuhanbatu menunjukkan kepedulian langsung kepada masyarakat terdampak. Saat melihat seorang warga yang rumahnya dieksekusi hampir pingsan, Kapolres segera memberikan air mineral dan menenangkan warga tersebut. Tindakan tersebut mencerminkan bahwa Polri hadir tidak hanya untuk mengamankan jalannya eksekusi, tetapi juga memberikan perlindungan dan pelayanan secara manusiawi kepada masyarakat. Kapolres menegaskan bahwa Polri akan terus berkomitmen menjalankan tugas dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. “Polri hadir untuk masyarakat. Dalam setiap kegiatan, kami mengutamakan keselamatan, ketertiban, serta sisi kemanusiaan,” tutup Kapolres Labuhanbatu.   *HUMAS/Red

Read More

Diduga Kepala Desa Krueng Lika Ancam Warga Penerima Huntara

Aceh Utara-Bersuarakyat.online Diduga Kepala Desa Krueng Lika mengancam sejumlah warga yang seharusnya mendapatkan bantuan hunian sementara (huntara). Ancaman tersebut disebut-sebut terjadi karena warga tidak mau menempati lokasi huntara di titik yang telah ditentukan oleh kepala desa. Salah seorang warga Krueng Lika yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada media, Rabu (28 Januari 2026), bahwa beberapa warga merasa tertekan dan takut kehilangan hak mereka atas bantuan huntara. “Kami diancam tidak akan diberikan huntara kalau tidak mau ikut ke lokasi yang ditentukan kepala desa,” ujar warga tersebut. Menurut keterangan warga, ancaman tersebut telah membuat sebagian masyarakat resah, karena bantuan huntara sangat dibutuhkan untuk tempat tinggal sementara. Hingga berita ini diturunkan, kepala Desa Krueng Lika belum berhasil dikonfirmasi. Upaya konfirmasi telah dilakukan, namun sambungan telepon belum tersambung. Media akan terus berupaya menghubungi pihak kepala desa untuk meminta klarifikasi agar pemberitaan tetap berimbang. Jika nantinya sudah tersambung, keterangan dari pihak kepala desa akan ditambahkan dalam pemberitaan ini.

Read More

DPD GMNI Soroti Dugaan Tindakan Represif Aparat Dalam Eksekusi Lahan Padang Halaban

Labuhanbatu-Bersuarakyat.online, 28 Januari 2026 — Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Sumatera Utara menyampaikan kecaman keras atas dugaan tindakan represif aparat dalam pelaksanaan eksekusi lahan konflik agraria Padang Halaban, Kabupaten Labuhanbatu, yang berlangsung pada Selasa (28/1). Dalam peristiwa tersebut, salah satu kader GMNI, Bung Wiwi Malpino selaku Ketua DPC GMNI Labuhanbatu, diduga mengalami tindakan kekerasan fisik oleh oknum aparat kepolisian saat menjalankan pendampingan dan advokasi terhadap Kelompok Tani Padang Halaban dan Sekitarnya (KTPH-S). DPD GMNI Sumatera Utara menilai peristiwa ini sebagai cerminan kehadiran negara yang keliru dalam menyikapi konflik agraria, di mana pendekatan kekuasaan dan kekerasan lebih dikedepankan dibandingkan perlindungan terhadap hak-hak warga negara. Kehadiran Bung Wiwi Malpino di lokasi bersifat sah, terbuka, dan damai, sebagai bagian dari peran moral dan sosial mahasiswa dalam mengawal kepentingan rakyat kecil. Namun demikian, aktivitas pendampingan tersebut justru dibalas dengan dugaan tindakan represif, yang menunjukkan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas aparat penegak hukum, khususnya dalam konteks penanganan konflik agraria yang sensitif dan berkepanjangan. Eksekusi lahan Padang Halaban ini kembali memperlihatkan pendekatan koersif negara dalam menyelesaikan persoalan tanah. Negara dinilai belum mengedepankan dialog, keadilan sosial, dan penyelesaian komprehensif, sehingga berpotensi memperdalam luka agraria serta memperbesar ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Praktik ini bertentangan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Atas dasar peristiwa tersebut, DPD GMNI Sumatera Utara menyatakan sikap sebagai berikut: Mengecam keras dugaan segala bentuk kekerasan aparat dalam pelaksanaan eksekusi lahan Padang Halaban; Mendesak Kapolres Labuhanbatu, Kapolda Sumatera Utara, dan Kapolri untuk mengusut tuntas dugaan pemukulan terhadap kader GMNI secara transparan dan akuntabel; Menuntut penghentian segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan tindakan represif terhadap petani serta mahasiswa pendamping; Mendesak penyelesaian konflik agraria Padang Halaban secara adil, bermartabat, dan berlandaskan prinsip keadilan sosial. DPD GMNI Sumatera Utara menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak akan membungkam perjuangan. Selama rakyat masih mengalami penindasan dan ketidakadilan agraria, GMNI akan tetap konsisten berdiri dan berjuang bersama rakyat. Penulis: Tim/Redaksi

Read More

Di Duga Salah Satu Pegawai BNPB Bersinergi Dengan Oknum Pegawai BPBD Acèh Timur Persulit Kinerja Relawan (Pewarta Pers)

Bersuarakyat.online Acèh timur,Idi rayeuk ; Kegiatan pendataan rumah korban banjir di Acèh umumnya,terkhusus di Acèh timur yang sudah berjalan selama tujuh(7)hari semenjak Rabu tanggal 21 s/d 27 Januari oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB/BPBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah ACÈH timur dengan merekrut sejumlah relawan dari unsur mahasiswa dan insan Pers yang berdomisili di Acèh timur. BNPB Bersinergi BPBD merekrut 220 mahasiswa asal Aceh Timur untuk menjadi tim verifikasi data kerusakan rumah Pasca hidrotologi di beberapa Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur. Mahasiswa-mahasiswi ini berasal dari 11 perguruan tinggi dan sekolah tinggi di Aceh, sebagian diantaranya Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Syiah Kuala (USK)Abuliyatama (UNAYA),dan IAIN Langsa. Mereka dipilih untuk melakukan validasi data kerusakan rumah di lapangan,agar penyaluran bantuan perbaikan rumah dapat tepat sasaran.BNPB berharap proses administrasi hingga tahap rekonstruksi pasca bencana di Aceh Timur dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Dari insan juga ikut bagian dalam proses pendataan tersebut, sekitar ± 34 orang awak media tergabung sebagai relawan membantu BNPB/BPBD Acèh timur dengan membentuk Korlap di setiap Kecamatan. Entah apa gerangan dan salah apa, salah satu personil relawan dari awak media KPK~SIGAP berinisial “ZF” yang di tugaskan ke Kecamatan Serbajadi dengan membentuk Korlap tanpa sepengetahuan relawan. Peran Petugas Damkar,yang di tunjukkan selaku Korlap Kecamatan Serbajadi merasa terkejut dan tanpa Konfirmasi,bahkan dia tidak di beri perbekalan tata cara teknis melaksanakan tugas validiasi data rumah korban banjir di Acèh timur. Sebelumnya “ZF” yang ikut tergabung dalam regu relawan yang di komandoi oleh Peran merasa tidak bisa menerima hal tersebut,di tambah lagi kejadian mised komukasi yang di atur secara sistematis oleh oknum Pegawai BNPB Bersinergi dengan salah satu oknum BPBD di Pemkab Acèh timur., sehingga perang “ZF” bagai tidak dianggap ada dalam penugasan kegiatan mulia tersebut. ” Saya merasa di Persulit,bahkan bisa berangapan saya terzalami dalam permasalahan ini,karena tanpa di beri perbekalan alat penunjang tugas pendataan,jangan kan tas,sepatu,serta topi form pengisian data pun tidak di berikan kepada saya, bagaimana saya bisa melakukan pendataan dengan baik kalau begini caranya”.Ungkap “ZF” dengan begitu kecewa.(tem

Read More