Berduka Try Sutrisno Wafat, PDI Perjuangan Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Bersuarakyat.online Jakarta – Selain menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Jenderal (Purn.) Try Sutrisno, tokoh bangsa dan negarawan yang telah memberikan pengabdian terbaiknya bagi Indonesia, PDI Perjuangan (PDIP) juga mengibarkan bendera setengah sebagai tanda ikut berkabung. Bendera setengah tiang terlihat hari ini dikibarkan di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, (3/3/2026). Bendera Merah Putih diapit dua bendera PDIP berkibar setengah tiang. “Sebagai bentuk penghormatan dan rasa belasungkawa, PDIP menginstruksikan seluruh kantor partai, baik di tingkat pusat, daerah, hingga cabang, untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang sebagai masa berkabung,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Dalam rangka memberikan penghormatan kepada Wakil Presiden ke-6 RI yang wafat dalam usia 90 tahun kemarin, Pemerintah menginstruksikan untuk mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari, mulai 2 Maret 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi melalui Surat Nomor: B-02/M/S/TU.00.00/03/2026. Kemarin, Sekjen PDIP telah menyampaikan rasa bela sungkawa dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan keluarga besar PDIP. Hasto juga menggambarkan kedekatan Megawati dengan Try Sutrisno bahkan Try Sutrisno sering hadir dan menjadi tokoh penting di agenda-agenda PDIP. Selain melalui pernyataan pers, ucapan belasungkawa disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat datang ke proses sholat jenazah almarhum di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, kemarin. “Mewakili Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh keluarga besar PDI Perjuangan, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Try Sutrisno, sosok prajurit sejati, negarawan yang menjadi sumber keteladanan bagi kita semuanya,” kata Hasto. Menurut Hasto, Try Sutrisno merupakan sosok yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap negara.

Read More

PENEMUAN MAYAT AKTIVIS DIKTV ,BANYAK KEJANGGAL DUGAAN KUAT DIBUNUH

Bersuarakyat.online Meninggalnya aktivis inisial AIS diduga tidak wajar, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Solidaritas perempuan merdeka menemukan banyak kejanggalan dari kematian AIS sampai hari ini melalui panggilan telepon whastapp.Labuhanbatu (19/02/2026) Menurut Nissa dalimunthe biasa akrab dipanggil nyaik tersebut, Merasakan banyak kejanggalan terhadap meninggalnya sesama rekan aktivis mulai dari kondisi fisik mayat serta perilaku beberapa teman aktivis AIS yang berusaha keras agar tidak dilakukan penyelidikan untuk mengungkapnya kasus kematian AIS. “sewaktu dimedan dapat informasi ,AISmeninggal ,Cari informasi dari kawan kawan dilabuhanbatu Isunya OD, Namun aku gak percaya karna aku termasuk dekat berkawan dengan AIS ,Karna dari kondisi fisik itu memungkinkan itu OD maupun Dugaan jantung seperti ungkap kepolisian,selanjutnya aku melakukan advokasi ternyata dompet AIS sampai hari ini hilang juga ,dugaan kuat ini adanya indikasi pembunuhan disengaja” Ujar nissa dalimunthe Bahwa, kematian tersebut banyak kejanggalan menurut nissa dalimunthe AIS berangkat bersama rekannya RR dari simpang 6 menuju lokasi sekitar jam 00.30 wib, sekitar jam 8 terdengar kabar meninggalnya AIS,namun Tidak ada police line maupun pers release yang jelas dari kepolisian polres labuhanbatu,dan Tempat kejadian perkara (KTV) maupun pihak kepolisian diduga bermain mata menutupi terkait cctv. ” Teka teki aja , AIS berangkat dari warkop ke tempt itu bersama rekannya insial RR sekitar pukul 00.30 baru sampai dan beberapa sekitar 15 oranglainnya sudah berada ditempat ,pertanyaan kemana 16 orang ini ? Lalu kabar meninggalnya dan sampai hari ini pers release maupun police line dari kepolisian tidak ada , Seakan tidak ada terjadi apa apa dilabuhanbatu kita ini,dan Ktv dan kepolisian maupun beberapa aktivis sudah melihat cctv tersebut,namun mereka bungkam” Ujar nissa dalimunthe selanjutnya nissa dalimunthe sebelum mengakhiri panggilan telephone melalui whatsapp menyatakan ,dengan beberapa aktivis akan terus memperjuangkan keadilan dan mengungkap kasus maupun motif kematian AIS serta melaporkan beberapa oknum kepolisian yang diduga melanggar prosedur ” Saya dan beberapa rekan saat ini sedang berjuang terus menggali informasi agar terungkap apa motif kematiannya,Serta penemuan AIS di Ktv ini sudah menjadi mayat, Seharusnya kepolisian melakukan autopsi sesuai UU yang berlaku, maka dar itu kami akan melaporkan beberapa oknum kepolisian ke POLDA SUMATERA UTARA maupun MABES POLRI ” Tutup Nissa dalimunthe

Read More

Bupati Labusel Fery Sahputra Simatupang Terima Silaturahmi Kepala BNN Labura, Perkuat Sinergi Perang Melawan Narkoba

Bersuarakyat.online Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Muhammad Hendro, di ruang kerja Bupati, Selasa (3/3/2026). Bupati Fery Sahputra Simatupang menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan berkomitmen mendukung penuh langkah-langkah strategis BNN dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Menurutnya, perang terhadap narkotika tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas daerah. “Kolaborasi adalah kunci. Kita ingin generasi muda Labusel tumbuh sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman narkoba,” tegasnya. Sementara itu, Muhammad Hendro menyampaikan apresiasi atas sambutan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Ia berharap koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi dapat semakin diperkuat demi efektivitas pencegahan serta penindakan di lapangan. Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah Labuhanbatu Selatan, M. Reza Pahlevi Nasution, yang juga menegaskan kesiapan jajaran pemerintah daerah untuk mendukung program-program rehabilitasi, edukasi, dan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat. Silaturahmi ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat komitmen bersama mewujudkan Labuhanbatu Selatan yang aman, sehat, dan berdaya saing.

Read More

Pemkab Labusel Gelar Pasar Murah Jelang Idul Fitri, Warga Diminta Manfaatkan Kesempatan

Bersuarakyat.online Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) akan menggelar pasar murah di sejumlah titik kecamatan yang ada di Labusel, mulai dari 2 Maret sampai 10 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas pangan dan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri. Sekda Labusel, Muhammad Reza Pahlevi Nasution, menjelaskan bahwa pasar murah ini digelar dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok yang sering terjadi menjelang Idul Fitri. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Labusel dapat memiliki akses ke bahan pokok dengan harga yang terjangkau, sehingga mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih nyaman dan bahagia,” ujarnya, di Kantor Camat Kotapinang, Senin (2/3/2026), . Kegiatan pasar murah ini akan digelar di beberapa lokasi yang telah ditentukan, dan masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah. Sekda juga mengimbau camat, lurah, dan kepala desa untuk berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini, serta menginformasikan kepada masyarakat tentang lokasi dan jadwal pasar murah di wilayah mereka. “Dengan adanya pasar murah ini, kami berharap dapat membantu masyarakat Labusel dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok mereka, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok,” tambah Sekda. Pemkab Labusel juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan pasar murah berlangsung. Dengan kerja sama dan kesadaran bersama, diharapkan kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Labusel.

Read More

Penyebarluasan Ideologi Pancasila di MTsN 2 Labuhanbatu, HT Milwan Tekankan Pendidikan dan Disiplin

Bersuarakyat.id, Labuhanbatu – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, HT Milwan, menggelar kegiatan penyebarluasan ideologi Pancasila di MTs Negeri 2 Labuhanbatu, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Selasa (13/3). Kegiatan tersebut dihadiri pelajar kelas VII, VIII, dan IX, kepala sekolah, guru, serta staf sekolah. Dalam pemaparannya, HT Milwan mendorong para siswa untuk menempuh pendidikan secara sungguh-sungguh dan tidak ragu menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. Ia menegaskan bahwa latar belakang keluarga tidak menjadi penghalang untuk meraih keberhasilan selama disertai disiplin dan kerja keras. “Jangan pernah takut menggapai impian. Belajar dengan tekun dan berusaha menjadi lebih baik,” ujar HT Milwan di hadapan para siswa. Ia juga memaparkan secara ringkas perjalanan kariernya, mulai dari pendidikan militer hingga pengabdiannya di pemerintahan daerah dan kini di lembaga legislatif provinsi, sebagai bentuk motivasi kepada pelajar. Tekankan Kepercayaan Diri dan Literasi Digital Hadir sebagai narasumber, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Faisal Andi Mahrawa, menekankan pentingnya kepercayaan diri dan daya juang generasi muda dalam menghadapi persaingan global. “Sebagai generasi muda, harus percaya diri dan tidak merasa kalah sebelum berjuang,” katanya. Dalam sesi interaktif, sejumlah siswa menyampaikan cita-cita mereka, mulai dari menjadi ustaz, dokter, polisi wanita, hingga prajurit TNI. Faisal mengingatkan bahwa setiap pilihan profesi memerlukan perencanaan, konsistensi belajar, serta kesiapan menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi maupun seleksi institusi negara. Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan program bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi siswa berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu. Menanggapi pertanyaan siswa terkait tantangan era digital, Faisal menekankan literasi digital dan sikap kritis terhadap informasi di media sosial. “Tidak semua informasi di media sosial benar. Saring sebelum berbagi, pastikan kebenarannya,” ujarnya. Pancasila sebagai Praktik Sehari-hari Dalam materi penyebarluasan, narasumber menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada hafalan, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sila pertama diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dan penghormatan terhadap perbedaan. Sila kedua dan ketiga diterapkan lewat sikap adil, saling menghargai, dan menjaga persatuan dalam keberagaman. Sila keempat diimplementasikan melalui musyawarah dalam pengambilan keputusan, termasuk di lingkungan organisasi sekolah. Sila kelima ditekankan melalui komitmen terhadap keadilan sosial dan kepedulian kepada sesama. Aspirasi Legalitas Lahan Sekolah Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah menyampaikan aspirasi terkait legalitas lahan yang masih memerlukan penyelesaian, termasuk proses pelepasan lahan oleh PTPN IV agar sekolah dapat memiliki kepastian sertifikat hak atas tanah. Menanggapi hal itu, HT Milwan menyatakan akan menampung aspirasi tersebut untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku. Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif. Penyelenggara berharap penyebarluasan ideologi Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mendorong penguatan karakter dan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar.(MC)

Read More

Polres Labuhanbatu Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan Internasional dengan Barbut 31,5 Kg Sabu dan 30.000 Butir Ekstasi.

    Bersuarakyar.online – labuhanbatu – Polres Labuhanbatu menggelar konferensi pers terkait pengungkapan peredaran narkotika jaringan Internasional dengan barang bukti 30 bungkus plastik besar warna kuning emas bertuliskan Cina merek Daguanyin berisikan kristal putih diduga sabu seberat 31,5 kilogram bruto serta 6 bungkus plastik besar transparan berisi pil ekstasi warna merah muda sebanyak 30.000 butir di Mapolres Labuhanbatu Jl. MH. Thamrin Rantauprapat Kab. Labuhanbatu. (3/3/2026).   Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras Satres Narkoba Polres Labuhanbatu yang dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H. bersama personel dalam menindaklanjuti informasi masyarakat.     Pengungkapan berawal pada Senin, 2 Maret 2026 sekira pukul 09.00 WIB saat tim menerima informasi adanya satu unit mobil sedan warna hitam nomor polisi BK 1238 AFM yang dicurigai membawa narkotika jenis sabu, sekira pukul 12.40 WIB, tim berhasil menghentikan kendaraan tersebut di Jalinsum Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara.   Dari hasil penggeledahan ditemukan dua karung goni putih berisi 30 bungkus sabu seberat 31,5 kilogram bruto dan 6 bungkus ekstasi sebanyak 30.000 butir. Dua tersangka yang diamankan yakni B.S. alias E (25), warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, dan A.O. (24), warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keduanya mengaku diperintah oleh seorang pria berinisial D, warga Jambi, untuk menjemput narkotika dari Tanjung Balai dan mengantarkannya ke Provinsi Jambi dengan upah Rp6 juta. Turut diamankan barang bukti lain berupa telepon genggam, uang tunai Rp3.050.000, tas, serta satu unit mobil Merk Honda City warna hitam metalik.     Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.     Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa dari total barang bukti tersebut diperkirakan sebanyak 315 ribu jiwa berhasil diselamatkan, dengan estimasi nilai ekonomis mencapai Rp39 miliar. Ia juga mengapresiasi kinerja Kasat Narkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H. beserta personel yang telah bekerja maksimal serta peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi.     “Ini adalah komitmen kami untuk terus melindungi generasi muda dan masyarakat dari bahaya narkotika. Polres Labuhanbatu akan bertindak tegas terhadap setiap pelaku peredaran narkoba,” tegas Kapolres.     Polres Labuhanbatu memastikan upaya pemberantasan narkotika akan terus dilakukan secara konsisten demi menjaga keamanan dan masa depan generasi bangsa.     (Humas / Red )

Read More

Sinergi Kantah dan Pemerintah Desa, 30 Sertipikat Residu PTSL di Purworejo Dikebut

Bersuarakyat.online Labuhanbatu- Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu terus menunjukkan komitmennya dalam menyukseskan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2026. Salah satunya melalui kegiatan koordinasi percepatan penyelesaian 30 sertipikat residu di Desa Purworejo, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama perangkat desa serta pihak terkait guna memastikan seluruh persyaratan, baik data fisik maupun data yuridis, telah terpenuhi. Koordinasi tersebut juga menjadi forum untuk membahas dan mencari solusi atas berbagai kendala yang masih menghambat proses penerbitan sertipikat. Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu, Abdul Rahman, S.H., menyampaikan bahwa percepatan penyelesaian sertipikat residu merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam memberikan kepastian hukum hak atas tanah kepada masyarakat. “Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi hambatan yang mengakibatkan tertundanya penerbitan sertipikat. Kepastian hukum atas tanah masyarakat adalah prioritas kami,” ujarnya. Ia menambahkan, kolaborasi yang erat antara Kantor Pertanahan dan Pemerintah Desa menjadi kunci dalam mempercepat penyelesaian sisa sertipikat PTSL tersebut. “Dengan komunikasi yang baik dan dukungan semua pihak, kami optimistis seluruh sertipikat residu dapat segera diselesaikan dan diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat,” pungkasnya.

Read More

Kepemimpinan AKP Hardiyanto Terbukti Ampuh : Satreskoba Polres Labuhanbatu Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi Senilai 39 Miliar!

  BERSUARAKYAT.ONLINE – LABUHANBATU  Di bawah komando strategis Kasat Narkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H., Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika skala besar. Operasi presisi ini berhasil menggagalkan penyelundupan 31,5 Kilogram Sabu dan 30.000 butir Pil Ekstasi jaringan antarprovinsi pada Senin, 2 Maret 2026. Keberhasilan luar biasa ini dipaparkan langsung dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K, M.Si didampingi oleh Kasat Narkoba AKP Hardiyanto, serta dihadiri sebagai bentuk dukungan moral oleh Ketua MUI Labuhanbatu dan Ketua FKUB Labuhanbatu. Selasa (3/3/2026) Keberhasilan ini merupakan buah dari kejelian AKP Hardiyanto dalam memimpin Tim Opsnal Satres Narkoba merespons informasi masyarakat. Pada pukul 12.40 WIB, tim melakukan pengadangan tepat sasaran di Jalan Jalinsum, Kelurahan Aek Kanopan, terhadap satu unit mobil sedan Honda City hitam yang dicurigai. Dalam penggeledahan yang dipantau ketat, petugas menemukan barang bukti yang fantastis: * 31,5 Kilogram Sabu (bruto) yang disimpan dalam 30 bungkus plastik besar merek Daguanyin. * 30.000 Butir Pil Ekstasi merah muda dalam 6 bungkus plastik besar. * Dua orang tersangka berinisial B.S. alias E dan I.A.O. alias O yang bertindak sebagai kurir antarprovinsi. Keberhasilan tim dibawah  arahan Akp Hardiyanto ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 315.000 jiwa dengan asumsi penggunaan narkotika tersebut. Nilai ekonomis dari barang haram yang berhasil disita mencapai angka yang mencengangkan, yakni Rp 39.000.000.000,- (Tiga Puluh Sembilan Miliar Rupiah) Ketua MUI dan Ketua FKUB Labuhanbatu yang hadir dalam rilis tersebut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Labuhanbatu, khususnya jajaran Satres Narkoba, atas dedikasi mereka melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Kini kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Labuhanbatu. Atas tindakan tersebut, para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal Pidana Mati atau penjara seumur hidup. Keberhasilan ini mempertegas komitmen AKP Hardiyanto dan jajaran Satres Narkoba Polres Labuhanbatu bahwa tidak ada tempat bagi bandar narkoba di wilayah hukum mereka. Penulis: Redaksi

Read More

Perayaan Jumat Agung di HKI Rantauprapat: Menghayati Pengorbanan Kristus di Kayu Salib

    **Rantauprapat, Bersuarakyat.online – Jemaat Huria Kristen Indonesia (HKI) Rantauprapat melaksanakan ibadah Jumat Agung dengan penuh khidmat pada Jumat, 3 April 2026. Ibadah yang berlangsung di Rantauprapat ini dihadiri ratusan jemaat yang datang untuk memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus. Mengusung tema liturgi *“Tutu do Jesus i Anak ni Debata”*, ibadah dipimpin oleh pengkhotbah Pdt. Sipahutar yang menyampaikan firman Tuhan berdasarkan nas Alkitab Injil Matius 27:45–56. Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaat untuk merenungkan makna penderitaan Kristus sebagai wujud kasih Allah bagi keselamatan manusia.   “Peristiwa salib bukan sekadar sejarah penderitaan, tetapi bukti nyata kasih dan pengorbanan yang menebus dosa umat manusia. Ini menjadi panggilan bagi setiap orang percaya untuk hidup dalam pertobatan dan kasih,” ujar Pdt. Sipahutar di hadapan jemaat. Ibadah berlangsung dengan tata liturgi khas HKI, meliputi pembacaan firman, nyanyian jemaat, doa pengakuan dosa, serta perenungan sengsara Kristus. Suasana hening dan penuh penghayatan tampak ketika jemaat mengikuti setiap rangkaian ibadah, khususnya saat pembacaan kisah penyaliban.   Jumat Agung sendiri merupakan salah satu hari penting dalam kalender gerejawi yang memperingati wafatnya Yesus di kayu salib. Momentum ini menjadi refleksi mendalam bagi umat Kristen untuk memahami arti pengorbanan, pengampunan, dan kasih yang tanpa batas.   Dengan terselenggaranya ibadah ini, diharapkan jemaat HKI Rantauprapat semakin dikuatkan dalam iman serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai pengorbanan Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, gereja, maupun masyarakat luas. Red

Read More

Asril Ibrahim : Kinerja Bupati Aceh Timur Dinilai Lebih Banyak Konsep Ketimbang Realisasi

  Aceh Timur – bersuarakyat.online Kinerja Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky mulai menjadi sorotan sejumlah kalangan masyarakat. Sejak resmi dilantik pada 19 Maret 2025, hingga mendekati satu tahun masa kepemimpinan, keduanya dinilai belum menunjukkan langkah konkret yang signifikan dalam merealisasikan program-program unggulan yang pernah dijanjikan saat kampanye. Sejumlah pihak menilai, berbagai kegiatan seperti inspeksi mendadak (sidak) maupun kunjungan ke instansi di bawah naungan pemerintah daerah lebih terkesan sebagai rutinitas seremonial. Hingga kini, implementasi program prioritas yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dinilai belum terlihat secara nyata.   “Sejauh ini yang terlihat lebih banyak konsep dan wacana. Realisasi program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat belum tampak signifikan,” ujar Asril Ibrahim Tokoh Masyarakat Aceh Timur Idi Rayeuk kepa media di Aceh Timur, Jumat (28/02).   Di sisi lain, geliat pembangunan yang tampak di beberapa titik wilayah dinilai bukan sepenuhnya merupakan hasil inisiatif pemerintah kabupaten. Sebagaimana diketahui, Aceh Timur merupakan salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang pada akhir tahun 2025. Kondisi tersebut secara otomatis menarik perhatian pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk melakukan percepatan rehabilitasi dan pemulihan infrastruktur serta kehidupan sosial masyarakat.   “Kalaupun ada denyut pembangunan, itu lebih karena faktor penanganan pascabanjir. Itu memang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah di semua tingkatan untuk memastikan daerah terdampak segera pulih,” tambah Asril.   Masyarakat Aceh Timur saat ini berharap agar pasangan kepala daerah tersebut segera membuktikan komitmen politiknya melalui program yang terukur dan berdampak langsung. Janji-janji kampanye yang dahulu digaungkan dinilai perlu segera direalisasikan agar kepercayaan publik tetap terjaga.   Selain dinilai minim realisasi program prioritas, lambannya pembangunan juga disebut-sebut berkaitan dengan belum tertatanya struktur birokrasi secara definitif. Hingga kini, banyak jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang masih diisi oleh pejabat berstatus Pelaksana Tugas (Plt), baik pada level kepala dinas maupun pejabat struktural eselon III dan IV.   Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kurang optimalnya pengambilan kebijakan dan percepatan program kerja. “Bagaimana mungkin akselerasi pembangunan bisa berjalan maksimal jika hampir satu tahun masih banyak jabatan penting berstatus Plt. Ini tentu memengaruhi stabilitas dan keberanian dalam mengambil keputusan,”ujar Asril   Menurutnya, hingga saat ini pejabat yang telah didefinitifkan secara luas justru berada di level pemerintahan desa, yakni kepala desa (keuchik) yang langsung dilantik oleh Bupati. Sementara pada level organisasi perangkat daerah (OPD), proses penetapan pejabat definitif dinilai berjalan lamban.   Sejumlah pengamat menilai bahwa ketidakpastian jabatan dalam waktu yang cukup panjang berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Bahkan muncul dugaan adanya dinamika politik atau pertimbangan non-teknis dalam proses pengisian jabatan tersebut. Namun demikian, dugaan tersebut masih sebatas persepsi publik dan belum dapat dibuktikan secara faktual.   “Di beberapa daerah lain, dalam rentang waktu yang sama, proses penataan birokrasi sudah selesai bahkan sudah beberapa kali dilakukan pelantikan pejabat struktural. Sementara di Aceh Timur, masyarakat masih menunggu kepastian,” tambah Asril.   Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur segera melakukan penataan birokrasi secara profesional dan transparan agar roda pemerintahan berjalan efektif. Kepastian kepemimpinan di tingkat OPD dinilai menjadi salah satu kunci percepatan realisasi program pembangunan dan pemulihan ekonomi masyarakat, terutama pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025 lalu.Pungkas Asril Ibrahim.Asril Ibrahim : Kinerja Bupati Aceh Timur Dinilai Lebih Banyak Konsep Ketimbang Realisasi   Aceh Timur – Kinerja Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky mulai menjadi sorotan sejumlah kalangan masyarakat. Sejak resmi dilantik pada 19 Maret 2025, hingga mendekati satu tahun masa kepemimpinan, keduanya dinilai belum menunjukkan langkah konkret yang signifikan dalam merealisasikan program-program unggulan yang pernah dijanjikan saat kampanye.   Sejumlah pihak menilai, berbagai kegiatan seperti inspeksi mendadak (sidak) maupun kunjungan ke instansi di bawah naungan pemerintah daerah lebih terkesan sebagai rutinitas seremonial. Hingga kini, implementasi program prioritas yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dinilai belum terlihat secara nyata.   “Sejauh ini yang terlihat lebih banyak konsep dan wacana. Realisasi program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat belum tampak signifikan,” ujar Asril Ibrahim Tokoh Masyarakat Aceh Timur Idi Rayeuk kepa media di Aceh Timur, Jumat (28/02).   Di sisi lain, geliat pembangunan yang tampak di beberapa titik wilayah dinilai bukan sepenuhnya merupakan hasil inisiatif pemerintah kabupaten. Sebagaimana diketahui, Aceh Timur merupakan salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang pada akhir tahun 2025. Kondisi tersebut secara otomatis menarik perhatian pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk melakukan percepatan rehabilitasi dan pemulihan infrastruktur serta kehidupan sosial masyarakat.   “Kalaupun ada denyut pembangunan, itu lebih karena faktor penanganan pascabanjir. Itu memang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah di semua tingkatan untuk memastikan daerah terdampak segera pulih,” tambah Asril.   Masyarakat Aceh Timur saat ini berharap agar pasangan kepala daerah tersebut segera membuktikan komitmen politiknya melalui program yang terukur dan berdampak langsung. Janji-janji kampanye yang dahulu digaungkan dinilai perlu segera direalisasikan agar kepercayaan publik tetap terjaga.   Selain dinilai minim realisasi program prioritas, lambannya pembangunan juga disebut-sebut berkaitan dengan belum tertatanya struktur birokrasi secara definitif. Hingga kini, banyak jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang masih diisi oleh pejabat berstatus Pelaksana Tugas (Plt), baik pada level kepala dinas maupun pejabat struktural eselon III dan IV.   Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kurang optimalnya pengambilan kebijakan dan percepatan program kerja. “Bagaimana mungkin akselerasi pembangunan bisa berjalan maksimal jika hampir satu tahun masih banyak jabatan penting berstatus Plt. Ini tentu memengaruhi stabilitas dan keberanian dalam mengambil keputusan,”ujar Asril   Menurutnya, hingga saat ini pejabat yang telah didefinitifkan secara luas justru berada di level pemerintahan desa, yakni kepala desa (keuchik) yang langsung dilantik oleh Bupati. Sementara pada level organisasi perangkat daerah (OPD), proses penetapan pejabat definitif dinilai berjalan lamban.   Sejumlah pengamat menilai bahwa ketidakpastian jabatan dalam waktu yang cukup panjang berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Bahkan muncul dugaan adanya dinamika politik atau pertimbangan non-teknis dalam proses pengisian jabatan tersebut. Namun demikian, dugaan tersebut masih sebatas persepsi publik dan belum dapat dibuktikan secara faktual.   “Di beberapa daerah lain, dalam rentang waktu yang sama, proses penataan birokrasi sudah selesai bahkan sudah beberapa kali dilakukan pelantikan pejabat struktural. Sementara di Aceh Timur, masyarakat masih menunggu kepastian,” tambah Asril.   Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur segera melakukan penataan birokrasi secara…

Read More