Panglima Meulaboh Desak Pengusutan Tuntas Insiden Kekerasan di Pidie yang Tewaskan Satu Warga Sipil

Bersuarakyat.online

BANDA ACEH — Panglima Meulaboh selaku pimpinan GAM wilayah Perlak, Aceh Timur, bersama jajaran satu komando, mengeluarkan pernyataan resmi mengecam keras insiden kekerasan yang melibatkan aparat keamanan di kawasan Pidie Tiro, Kabupaten Pidie.

Pihaknya mendesak pemerintah pusat melalui lembaga penegak hukum internal nasional untuk segera menurunkan utusan khusus guna mengusut tuntas peristiwa penembakan dan tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam insiden yang diduga melibatkan tindakan represif aparat militer itu, seorang warga sipil dilaporkan meninggal dunia atas nama Abzalul Riza. Selain itu, sebanyak 13 warga lainnya mengalami luka-luka akibat kekerasan fisik dan saat ini sebagian di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit wilayah Pidie.

“Kami meminta agar kasus penembakan dan kekerasan terhadap warga sipil ini segera diusut secara transparan dan berkeadilan. Tindakan semacam ini mencederai rasa kemanusiaan dan keamanan masyarakat,” ujar Panglima Meulaboh dalam keterangan persnya.

Selain jatuhnya korban jiwa dan luka-luka, insiden tersebut juga dikabarkan merusak jalannya persiapan kegiatan keagamaan. Berdasarkan laporan di lapangan, panggung acara dakwah serta fasilitas pendukung di lokasi kegiatan mengalami kerusakan akibat benturan situasi. Ketegangan di lokasi dilaporkan turut dipicu oleh gesekan terkait simbol-simbol daerah, termasuk penurunan atribut bendera Bulan Bintang.

Terkait kompleksitas situasi di Aceh, pihak satu komando berharap agar persoalan yang berkaitan dengan kebebasan berekspresi, simbol daerah seperti bendera Bulan Bintang, serta penegakan hukum bagi korban kekerasan dapat segera diselesaikan melalui dialog damai dan mekanisme hukum yang adil.

“Kami sangat berharap agar persoalan bendera Bulan Bintang dan penegakan hukum ini segera diselesaikan secara tuntas demi menjaga kedamaian yang berkelanjutan di Aceh,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak berwenang dan instansi terkait di tingkat nasional maupun daerah masih belum memberikan keterangan resmi lanjutan terkait tuntutan investigasi yang diajukan oleh pihak Panglima Meulaboh.

#Hsb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *