Bener Meriah – bersuarakyat.online
Warga Desa Nosar Baru, Kecamatan Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah, mempertanyakan keterbukaan informasi publik terkait penggunaan Dana Desa (DD) yang dinilai tidak transparan. Salah satu indikasi kuatnya adalah tidak adanya papan informasi atau spanduk yang biasanya mencantumkan rincian penggunaan anggaran di kantor desa.

“Kantor desa sudah lama kosong, jarang buka. Tidak ada informasi yang bisa kami akses,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (25/5/2025).
Bahkan, menurut informasi dari warga lainnya, rapat-rapat desa sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Diduga, Kepala Desa (Reje) menggunakan bangunan Tempat Penitipan Anak (TPA) sebagai kantor sementara, karena lokasinya dekat dengan rumah pribadi kepala desa.
Putra Kelana, seorang aktivis lokal, juga angkat bicara mengenai kondisi ini. Ia mempertanyakan realisasi Alokasi Dana Desa (ADD) Nosar Baru dalam tiga tahun terakhir, yang menurutnya banyak tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Sudah tiga tahun terakhir ini penggunaan ADD di Nosar Baru tidak jelas. Banyak yang tak sesuai dan terkesan ditutupi,” ujar Putra Kelana, Senin dini hari (26/5/2025).
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa seluruh kepala desa di Kecamatan Bener Kelipah akan dipanggil ke kantor kecamatan dalam waktu dekat, diduga terkait pemeriksaan dari pihak inspektorat. Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Nosar Baru belum berhasil dikonfirmasi maupun terhubung dengan camat setempat.
Warga pun mendesak aparat penegak hukum (APH) dan Inspektorat Bener Meriah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana desa Nosar Baru. Mereka menyebutkan bahwa sekitar 80% dari program yang seharusnya terealisasi tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Transparansi sangat minim. Kami sudah tidak sabar menunggu kejelasan, dan berharap pihak terkait segera turun tangan,” tegas seorang warga.