Bersuarakyat.online
Jakarta – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan pengiat media sosial, Razali alias Nyakli Maop, mengingatkan bahwa negara yang dikuasai oleh satu keluarga atau kelompok tertentu dapat menyebabkan beberapa masalah serius.
Dalam pernyataannya, Razali menyebutkan bahwa kekuasaan yang terkonsentrasi pada satu keluarga dapat menyebabkan korupsi dan nepotisme, karena keputusan-keputusan diambil berdasarkan kepentingan keluarga, bukan kepentingan negara.
“Kekuasaan yang terkonsentrasi pada satu keluarga juga dapat menyebabkan kurangnya demokrasi, karena keputusan-keputusan diambil tanpa melalui proses demokratis,” ujar Razali.
Selain itu, Razali juga menekankan bahwa kekuasaan yang terkonsentrasi pada satu keluarga dapat menyebabkan ketimpangan ekonomi, karena sumber daya negara digunakan untuk kepentingan keluarga, bukan untuk kepentingan rakyat.
Namun, Razali juga menekankan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi, dan sistem pemerintahan kita dirancang untuk mencegah kekuasaan yang terlalu terkonsentrasi pada satu individu atau keluarga.
“Konstitusi Indonesia menjamin hak-hak warga negara, termasuk hak untuk memilih dan dipilih, serta kebebasan berpendapat,” tambah Razali.
Razali mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga demokrasi di Indonesia, agar tidak terjadi kekuasaan yang terlalu terkonsentrasi pada satu individu atau keluarga.
#Hsb