Muchlis SE

Polsek NA IX-X Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Batu Tunggal

Bersuarakyat.id, LABURA – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek NA IX-X terhadap warga korban kebakaran di Desa Batu Tunggal, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Jumat (8/5/2026). Dipimpin langsung Kapolsek AKP Gunawan Sinurat, S.H., M.H., personel kepolisian turun ke lokasi membawa bantuan sosial sekaligus membantu membersihkan puing-puing rumah yang hangus terbakar. Kegiatan bakti sosial tersebut turut dihadiri Kanit Reskrim IPTU Dr. Iskandar Muda Sipayung, S.H., M.H., M.M., bersama personel Polsek NA IX-X serta Kepala Desa Batu Tunggal Indara Sugiharto, S.H., M.H., dan perangkat desa. Selain menyerahkan paket sembako dan kebutuhan pokok kepada keluarga korban, jajaran kepolisian bersama warga bergotong royong membersihkan material sisa kebakaran agar lokasi segera dapat ditata kembali. Kapolsek NA IX-X AKP Gunawan Sinurat menegaskan kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga memberikan kepedulian nyata saat warga tertimpa musibah. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir bukan hanya saat penegakan hukum, tetapi juga ketika warga membutuhkan bantuan dan dukungan,” ujar Gunawan Sinurat di sela kegiatan. Ia berharap bantuan dan kerja bakti yang dilakukan dapat meringankan beban korban sekaligus mempercepat proses pemulihan pascakebakaran. Sementara itu, Kanit Reskrim IPTU Dr. Iskandar Muda Sipayung mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu arus pendek listrik maupun kelalaian di lingkungan rumah tangga. “Kami mengajak masyarakat lebih peduli terhadap faktor-faktor yang bisa memicu kebakaran dan segera melapor jika terjadi keadaan darurat,” katanya. Kepala Desa Batu Tunggal Indara Sugiharto mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian Polsek NA IX-X yang dinilai memberi dukungan moril kepada warga terdampak musibah. “Bantuan dan kehadiran langsung jajaran Polsek sangat berarti bagi warga kami yang sedang mengalami musibah,” ujarnya. Aksi sosial tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan dinilai menjadi bentuk sinergi nyata antara Polri, pemerintah desa, dan warga dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.(Red)

Read More

Narkoba Mengancam Generasi Labuhanbatu, Polres Tegaskan Perang Tanpa Kompromi

Bersuarakyat.id, LABUHANBATU — Polres Labuhanbatu menegaskan komitmennya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dinilai kian mengancam masa depan generasi muda di Kabupaten Labuhanbatu. Melalui sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), aparat kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat tidak lagi bersikap pasif menghadapi ancaman narkoba. Kegiatan berlangsung di Ruang Data dan Karya Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Jalan SM Raja, Kecamatan Rantau Selatan, Rantauprapat, Kamis (7/5/2026), dan dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Hasan Heri Rambe, yang hadir mewakili Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., menegaskan bahwa narkoba bukan lagi ancaman biasa, melainkan persoalan serius yang dapat menghancurkan masa depan daerah jika tidak dilawan bersama. Menurutnya, generasi muda kini menjadi sasaran paling rentan dalam peredaran narkotika. Karena itu, pemuda harus tampil sebagai benteng utama penyelamatan generasi. “Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan. Kesadaran tentang bahaya narkoba harus terus ditanamkan agar generasi kita tidak hancur oleh penyalahgunaan narkotika,” tegas Hasan Heri Rambe. Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Narkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H., menegaskan perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Ia menyebut, keberhasilan pemberantasan narkotika sangat ditentukan oleh keberanian masyarakat untuk melawan dan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. “Peredaran narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan anak-anak kita. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak diam. Laporkan jika mengetahui adanya aktivitas narkoba,” ujar AKP Hardiyanto. Ia juga memastikan Polres Labuhanbatu membuka akses pengaduan selama 24 jam melalui call center Polri 110 dan layanan WhatsApp di nomor 0813-6091-7798. Sosialisasi P4GN tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Polres Labuhanbatu untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya narkotika yang terus mengintai hingga ke lingkungan keluarga dan kalangan pelajar. Di tengah maraknya peredaran narkoba di berbagai daerah, Polres Labuhanbatu menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan sekadar slogan seremonial, melainkan perjuangan bersama demi menyelamatkan generasi dan menjaga masa depan Kabupaten Labuhanbatu tetap bersih dari narkoba.(Red)

Read More

MAN Labuhanbatu Butuh Perhatian Serius, Ribuan Pendaftar Berebut Masuk Namun Ruang Kelas Terbatas

Bersuarakyat.id, LABUHANBATU – Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuhanbatu menjadi bukti kuat besarnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan madrasah tersebut. Namun di balik capaian prestasi yang terus meningkat, MAN Labuhanbatu kini menghadapi persoalan mendasar berupa keterbatasan ruang kelas yang menyebabkan ratusan calon siswa setiap tahun gagal diterima. Berdasarkan data pihak sekolah, jumlah pendaftar MAN Labuhanbatu setiap tahun mencapai sekitar 1.000 calon siswa. Sementara daya tampung yang tersedia hanya sekitar 280 siswa baru. Kondisi itu membuat sekitar 500 hingga 700 calon peserta didik terpaksa mencari sekolah lain karena keterbatasan fasilitas belajar. Situasi tersebut memunculkan harapan besar dari masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian serius terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut. “Sangat disayangkan banyak anak-anak Labuhanbatu tidak bisa masuk ke MAN bukan karena mereka tidak mampu bersaing, tetapi karena kapasitas sekolah yang terbatas,” ujar seorang warga Labuhanbatu, Kasiro, Rabu (7/5/2026). Ia berharap pemerintah dapat membantu pengadaan lahan tambahan untuk mendukung pembangunan ruang belajar baru. “Kalau ada aset tanah pemerintah di sekitar sekolah yang belum dimanfaatkan, sebaiknya dapat dihibahkan satu hektar guna pembangunan ruang kelas baru agar dapat menampung lebih banyak siswa. Ini demi masa depan generasi muda Labuhanbatu,” katanya. Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN Labuhanbatu, Tapa Simbolon, S.Ag., membenarkan tingginya jumlah pendaftar setiap tahun. Menurutnya, pihak sekolah terpaksa melakukan seleksi ketat akibat keterbatasan sarana pendidikan. “Daya tampung kami hanya sekitar 280 siswa, sekitar 500 hingga 700 calon siswa terpaksa mencari sekolah lain karena keterbatasan kuota, Guna mendukung pembangunan ruang kelas baru, pihak sekolah telah mengajukan proposal permohonan hibah lahan kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, jelas Tapa. Sementara itu, Kepala MAN Labuhanbatu, Munir Nasution, S.Ag., M.Pd., mengatakan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan penambahan fasilitas sekolah telah disampaikan kepada Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu maupun Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara. “Alhamdulillah, hasil komunikasi yang dilakukan mendapat respons positif. Kementerian Agama menyampaikan akan berupaya membantu pembangunan apabila lahan tersedia. Semoga harapan masyarakat Labuhanbatu ini dapat terwujud,” ujar Munir saat ditemui di ruang kerjanya. Dati berita yang dihimpun MAN Labuhanbatu selama ini dikenal sebagai salah satu madrasah berprestasi di Sumatera Utara. Selain menanamkan nilai keimanan dan pembinaan karakter, sekolah tersebut juga konsisten melahirkan lulusan berprestasi yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi keagamaan negeri ternama di Indonesia. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 98 siswa MAN Labuhanbatu berhasil lulus ke berbagai perguruan tinggi negeri. Sebelumnya, pada 2022, sebanyak 143 siswa juga diterima di PTN dan PTKIN melalui berbagai jalur seleksi nasional. Tak hanya unggul di bidang akademik, MAN Labuhanbatu juga pernah meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, predikat tertinggi sekolah berbudaya lingkungan tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saat ini sekolah tersebut juga terus berupaya menuju penghargaan Adiwiyata tingkat ASEAN. Capaian tersebut memperkuat posisi MAN Labuhanbatu sebagai salah satu madrasah unggulan yang dinilai memiliki daya saing tinggi, baik dari sisi prestasi akademik, pembinaan karakter, maupun budaya lingkungan sekolah. Besarnya animo masyarakat menjadi sinyal bahwa kebutuhan penambahan fasilitas pendidikan di MAN Labuhanbatu bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata yang mendesak. Masyarakat berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada apresiasi prestasi, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret berupa penambahan lahan dan pembangunan ruang kelas baru agar lebih banyak putra-putri Labuhanbatu dapat memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.(Red).

Read More

Ambang Luntur: HT Milwan & Dr. Faisal ‘Turun Gunung’ Selamatkan Generasi Labusel dari Krisis Identitas Bangsa”

Bersuarakyat.id, LABUSEL — Arus digital bergerak lebih cepat dari kemampuan generasi muda menyaringnya. Di balik kemajuan teknologi, ancaman senyap mengintai: lunturnya jati diri bangsa. Nilai-nilai Pancasila kian terdesak oleh banjir informasi tanpa batas, menjadikan generasi muda, Gen Z dan Alpha, rentan kehilangan arah. Ini bukan alarm kosong. Ini realitas. Di tengah situasi genting itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, memilih tidak tinggal diam. Bersama akademisi ilmu politik, Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., ia turun langsung ke jantung pendidikan, sekolah dan pondok pesantren di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Selama 24 hingga 30 April 2026, keduanya menyusuri Sekolah dan Pesantren, berhadapan langsung dengan pelajar dan santri. Bukan untuk seremoni, melainkan untuk satu misi besar: menyelamatkan fondasi ideologi bangsa. “Teknologi adalah pisau bermata dua. Jika kita lengah, ia akan memotong identitas kita sendiri,” tegas HT Milwan dengan nada keras. Ia menolak keras jika kegiatan ini dianggap rutinitas tanpa makna. Baginya, ini adalah respons terhadap krisis nyata yang sedang berlangsung. “Kita sedang berhadapan dengan generasi yang dibanjiri informasi, tapi miskin filter nilai. Kalau Pancasila tidak ditanamkan secara serius, kita akan kehilangan arah sebagai bangsa,” ujarnya. Langkah Milwan tidak setengah-setengah. Ia menghadirkan Dr. Faisal Andri Mahrawa, dosen FISIP Universitas Sumatera Utara, yang dikenal vokal dalam isu kebangsaan. Dengan latar akademik dari Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, hingga Universitas Padjadjaran, Faisal tidak datang membawa retorika kosong. Di hadapan peserta, ia mengguncang cara berpikir. Pancasila tidak diajarkan sebagai hafalan mati, tetapi diuji dalam realitas hidup sehari-hari. Diskusi dibuka lebar, bahkan pada isu-isu sensitif yang kerap dihindari. “Kalau Pancasila hanya berhenti di teks, maka ia sudah mati. Yang kita butuhkan adalah praktik, keberanian, dan kesadaran,” tegas Faisal. Ia juga mengoyak sekat formalitas dengan kisah hidupnya sendiri, berangkat dari keterbatasan hingga meraih gelar doktor, sebuah pesan keras bahwa karakter dan pendidikan adalah kunci menaklukkan keadaan. Dampaknya terasa nyata. Pelajar dan santri tidak lagi pasif. Mereka bertanya, membantah, dan mengkritisi. Ruang kelas berubah menjadi arena dialektika yang hidup, sesuatu yang jarang terjadi dalam kegiatan seremonial biasa. Para kepala sekolah dan pimpinan pondok pesantren pun angkat suara. Mereka melihat program ini sebagai “intervensi penting” di tengah krisis moral yang kian terasa di lingkungan pendidikan. Apa yang dilakukan di Labusel bukan sekadar program. Ini adalah peringatan keras bahwa penguatan ideologi bangsa tidak bisa lagi ditunda atau dilakukan setengah hati. Jika tidak dimulai sekarang, generasi yang akan datang mungkin tumbuh tanpa pijakan, tanpa arah, tanpa identitas. Di Labusel, upaya itu telah dimulai. Dan pesannya jelas: bangsa ini tidak akan bertahan jika generasinya kehilangan jati diri.(Red).

Read More

Patahkan Stigma, 98 Siswa MAN Labuhanbatu Tembus Kampus Elit Nasional

Bersuarakyat.id, LABUHANBATU – Madrasah tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri tahun 2026, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuhanbatu justru menunjukkan taringnya. Sebanyak 98 siswa berhasil menembus kampus negeri favorit melalui jalur seleksi prestasi, angka yang menegaskan posisi madrasah di barisan depan pendidikan nasional. Capaian ini terukur dan jelas. Sebanyak 30 siswa diterima di perguruan tinggi negeri (PTN), 15 siswa lolos ke Poltekkes Medan, dan 53 siswa lainnya masuk melalui jalur SPAN-PTKIN yang tersebar di berbagai perguruan tinggi keagamaan negeri. Tak hanya soal jumlah, kualitas capaian ini juga menonjol. Sejumlah siswa berhasil menembus program studi dengan tingkat persaingan tertinggi seperti Kedokteran, Pendidikan Dokter, Teknik Informatika, hingga Agroteknologi. Kampus tujuan pun merupakan institusi papan atas, di antaranya Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Andalas (UNAND), hingga Universitas Negeri Malang. Dominasi juga terlihat di jalur vokasi kesehatan. Belasan siswa diterima di Poltekkes Medan pada program strategis seperti Keperawatan, Farmasi, Kebidanan, dan Teknologi Laboratorium Medis—bidang dengan tingkat seleksi ketat. Di sisi lain, jalur SPAN-PTKIN menegaskan kekuatan akademik berbasis keagamaan. Sebanyak 53 siswa diterima di kampus seperti UIN Sumatera Utara, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, hingga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan pilihan program unggulan seperti Ekonomi Syariah, Hukum Islam, Pendidikan, dan Perbankan Syariah. Kepala MAN Labuhanbatu, Munir Nasution, S.Ag., M.Pd, menegaskan capaian ini adalah hasil dari sistem pembinaan yang terukur dan berkelanjutan. “Ini bukan sekadar kelulusan. Ini bukti nyata bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan menang di jalur paling kompetitif. Mereka masuk di jurusan bergengsi dan kampus terbaik,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (25/4/2026). Munir menambahkan, keberhasilan ini tidak datang secara instan. Madrasah menerapkan pendampingan akademik yang fokus pada pemetaan potensi siswa sejak awal. “Kami tidak mengejar angka semata. Kami pastikan setiap siswa masuk ke kampus dan jurusan yang tepat sesuai kemampuannya,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, orang tua, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam proses pendidikan di MAN Labuhanbatu. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi MAN Labuhanbatu sebagai salah satu madrasah unggulan di Sumatera Utara. Di tengah persaingan nasional yang semakin ketat, hasil ini menjadi penegasan: madrasah bukan lagi alternatif, melainkan pilihan utama yang terbukti mampu mencetak lulusan kompetitif.(Red)

Read More

Dugaan Prostitusi Terselubung di Kafe Karaoke Paluta, Warga Desak Aparat Bertindak

Bersuarakyat.id, Padang Lawas Utara — Sejumlah kafe karaoke di Padang Lawas Utara (Paluta) menjadi sorotan tajam masyarakat. Warga menilai, tempat hiburan tersebut diduga kuat tidak hanya menyediakan jasa karaoke, tetapi juga mengarah pada praktik prostitusi terselubung, Jumat (24/4/2026). Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelanggan tertentu diduga dapat memperoleh layanan perempuan melalui perantara yang dikenal dengan sebutan “mami”. Mekanisme ini disebut-sebut berlangsung tertutup, namun cukup dikenal di kalangan tertentu. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi tersebut. “Ini bukan lagi sekadar hiburan malam. Sudah mengarah ke praktik yang merusak moral. Kalau dibiarkan, dampaknya besar untuk generasi muda,” ujarnya. Kafe-kafe tersebut bahkan disebut berada di lokasi strategis, termasuk di sekitar kawasan perkantoran pemerintahan. Hal ini dinilai memperparah citra daerah yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai religius dan sosial. Kelompok masyarakat, termasuk perwiritan, mendesak aparat penegak hukum (APH) seperti kepolisian dan Satpol PP untuk segera turun tangan melakukan penindakan. Mereka menilai, jika dugaan ini benar dan terus dibiarkan, bukan hanya norma sosial yang tergerus, tetapi juga berpotensi melanggar hukum pidana. Dugaan Pelanggaran Hukum Sejumlah regulasi dinilai dapat menjerat pihak-pihak yang terbukti terlibat, di antaranya: . KUHP Pasal 296: tentang pihak yang memudahkan atau menghubungkan perbuatan cabul sebagai mata pencaharian. . KUHP Pasal 506: mengenai pihak yang mengambil keuntungan dari praktik prostitusi. . UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi: terkait larangan eksploitasi seksual. Selain itu, dugaan pelanggaran juga bisa berkaitan dengan perizinan usaha dan ketertiban umum sesuai peraturan daerah. Desakan Tindakan Tegas . Masyarakat mengajukan sejumlah tuntutan konkret kepada aparat: . Penutupan tempat hiburan yang diduga melanggar hukum, . Audit dan pemeriksaan izin usaha seluruh kafe karaoke, Penindakan terhadap pihak yang diduga terlibat, termasuk kemungkinan adanya oknum yang membekingi. “Paluta bukan tempat praktik seperti ini. Kami ingin daerah ini tetap bermartabat dan aman bagi anak-anak kami,” ujar warga lainnya. Menunggu Klarifikasi Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola kafe yang disebut-sebut dalam laporan warga belum memberikan keterangan resmi. Aparat penegak hukum juga belum menyampaikan pernyataan terkait langkah yang akan diambil.(Red)

Read More

Pentas Seni SMPN 1 Rantau Selatan: Dari Haru Menuju Tekad Menatap Masa Depan

Bersuarakyat.id, LABUHANBATU — Suasana haru dan bangga berpadu dalam pentas seni yang digelar OSIS SMP Negeri 1 Rantau Selatan, Kamis (23/4). Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi panggung pembuktian karakter, kreativitas, dan semangat menatap masa depan. Mengusung tema “Berkreasi Religius, Berkarakter dan Berprestasi”, acara berlangsung semarak dan penuh makna. Seluruh elemen sekolah terlibat aktif, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat dan inspiratif. Lapangan upacara dipadati guru dan siswa yang larut dalam beragam penampilan. Tarian daerah, pertunjukan seni, hingga kreasi budaya lainnya ditampilkan dengan penuh dedikasi oleh siswa kelas IX di bawah bimbingan wali kelas masing-masing. Setiap gerak dan ekspresi menciptakan karakter mandiri dan percaya diri. Ketua OSIS, Shela Namira Sitorus, menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi seluruh pihak. “Kami berterima kasih kepada kepala sekolah, ketua komite, dan seluruh guru yang telah membimbing kami. Pentas ini kami persembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada kakak kelas IX. Semoga mereka terus melangkah maju dan menjadi inspirasi bagi kami,” ujarnya. Ketua Komite Sekolah, Muchlis, SE, turut memberikan apresiasi atas inisiatif OSIS yang dinilai mampu menjaga tradisi positif sekolah. Ia menyampaikan pesan yang menggugah kepada para siswa kelas IX. Kalian datang sebagai siswa baru, kini berdiri sebagai pribadi yang lebih matang. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan lahir kekuatan. Jagalah nama baik diri, keluarga, dan sekolah jadi contoh buat adik adik,” tegasnya. Senada dengan itu, Kepala SMP Negeri 1 Rantau Selatan, Rita Ayustina Hasibuan, S.Pd, menekankan pentingnya adab dan semangat belajar sebagai kunci meraih cita-cita. “Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh. Gantungkan cita-cita setinggi mungkin, namun tetap jadikan adab sebagai landasan. Kalian adalah harapan orang tua dan masa depan bangsa,” tuturnya. Pentas seni ditutup dengan penampilan tarian khas daerah yang memukau. Tepuk tangan dan haru mengiringi setiap langkah, ini awal perjalanan baru. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter dan penguatan nilai kebersamaan. Dari panggung sederhana itu, lahir pesan kuat: setiap langkah kecil hari ini adalah pijakan menuju masa depan yang lebih besar.(Red)

Read More

HT Milwan Tegaskan Komitmen Cegah Narkoba, Sosialisasi Perda Menyasar Generasi Muda Labusel

Bersuarakyat.id, LABUSEL – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, HT Milwan, menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kegiatan penyebarluasan rancangan peraturan tersebut berfokus pada upaya fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya dengan menyasar kalangan pelajar, santri, serta masyarakat umum. Langkah ini dinilai strategis mengingat generasi muda merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba. Dalam pelaksanaannya, HT Milwan menghadirkan akademisi Dr. Faisal Andi Mahrawa sebagai narasumber. Selain memaparkan substansi regulasi, Dr. Faisal juga menyampaikan pentingnya pendidikan dan ketahanan diri sebagai benteng utama dalam menghadapi ancaman narkoba. Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung tertib dan interaktif. Para peserta, yang terdiri dari siswa, santri, dan masyarakat, mengikuti sosialisasi dengan serius serta aktif dalam sesi tanya jawab. Hal ini menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu pencegahan narkoba. Tokoh masyarakat pesisir, H. Sugimanto, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah konkret dan berkelanjutan. “Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Pak HT Milwan konsisten turun langsung menyampaikan bahaya narkoba. Generasi muda memang harus menjadi prioritas untuk diselamatkan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kapasitas narasumber yang dinilai mampu menyampaikan materi secara jelas, tegas, dan mudah dipahami, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan menjadi motivasi oleh peserta. Dr. Faisal Andi Mahrawa sendiri merupakan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang aktif di bidang pendidikan, demokrasi, dan media. Pengalamannya dalam berbagai forum akademik dan publik memperkuat kualitas penyampaian materi dalam sosialisasi tersebut. Melalui kegiatan ini, HT Milwan menegaskan bahwa sosialisasi rancangan peraturan daerah harus diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat. Pencegahan penyalahgunaan narkotika, menurutnya, tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, terutama dalam membangun kesadaran generasi muda. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat serta menekan potensi penyalahgunaan narkoba di wilayah Labuhanbatu Selatan.(Red)

Read More

“Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Sekolah: Milwan–Faisal Kobarkan Semangat Prestasi Generasi Muda Labusel”

Bersuarakyat.id, Labuhanbatu Selatan — Perang terhadap penyalahgunaan narkotika tidak bisa ditunda. Di tengah ancaman yang kian menyasar pelajar, langkah konkret dilakukan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, melalui sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) tentang pencegahan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah dan SMP Negeri 2 Kota Pinang, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Bersama akademisi Faisal Andi Mahrawa, pesan yang dibawa tegas: generasi muda harus menjadi benteng utama melawan narkoba. Faisal mengungkapkan fakta keras, peredaran narkotika di Sumatera Utara masih menjadi ancaman serius dan bekerja secara terstruktur, bahkan menyusup ke lingkungan pelajar dengan modus yang kian canggih, termasuk pemberian gratis untuk menjerat korban. “Ini darurat. Narkoba tidak memilih korban. Siapa pun bisa terjerat. Karena itu, pelajar harus punya keberanian untuk berkata tidak, mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat,” tegasnya. Namun, perlawanan tidak cukup dengan penolakan. Faisal menekankan pentingnya membangun mental berprestasi (need for achievement). Menurutnya, pelajar harus memiliki tujuan hidup yang jelas, disiplin, dan haus ilmu sebagai benteng utama menghadapi pengaruh negatif. Ia mengilustrasikan dengan filosofi “botol kosong” bahwa setiap anak adalah wadah yang menentukan nilainya sendiri. “Isi dengan ilmu, maka kalian akan bernilai. Isi dengan hal negatif, maka masa depan kalian yang hancur,” ujarnya lugas. Pesan serupa ditegaskan HT Milwan. Dengan pengalaman hidupnya, ia membuktikan bahwa kesuksesan bukan milik segelintir orang. “Saya bukan dari keluarga hebat. Tapi dengan disiplin dan pendidikan, saya bisa menjadi perwira TNI, Bupati dua periode, hingga anggota DPRD Provinsi. Artinya, kalian semua punya peluang yang sama, asal mau berjuang,” tegasnya. Ia menekankan satu arah yang jelas: fokus pada pendidikan dan jauhi narkoba tanpa kompromi. Antusiasme peserta terlihat nyata. Santri dan siswa aktif bertanya, menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang tegas sekaligus motivatif mampu menyentuh kesadaran mereka. Pihak sekolah dan pesantren berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membentengi generasi muda. Sosialisasi ini mengirim pesan kuat: melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Dan dari ruang kelas hingga pesantren, perang itu harus dimulai, dengan ilmu, karakter, dan tekad untuk berprestasi.(Red)

Read More

Berawal dari Sengketa di Gang Sempit, Pengendara Mobil Dilaporkan ke Polres Labuhanbatu

Bersuarakyat, Rantauprapat — Perselisihan di jalan sempit di Rantauprapat berujung laporan pidana. Seorang pemuda, Rio Jabril (19), melaporkan seorang pengemudi mobil berinisial D alias Dadang ke Polres Labuhanbatu atas dugaan pengrusakan kendaraan dan pengancaman. Laporan itu diajukan pada Sabtu, 11 April 2026, dan tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/B/544/IV/2026/SPKT. Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Selasa, 7 April 2026, di Gang Bokar, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Rantau Selatan. Menurut keterangan pelapor, insiden bermula saat sepeda motor yang dikendarainya berpapasan dengan mobil yang dikemudikan terlapor di ruas jalan sempit. Rio menyatakan telah berupaya menepi untuk memberi jalan. Namun, menurut dia, kendaraan roda empat tersebut justru beberapa kali bersentuhan dengan motornya. “Mobil itu beberapa kali membentur motor saya di bagian samping kiri dan kanan. Saya sampai mundur karena terus tertekan,” ujar Rio kepada wartawan. Akibat kejadian itu, Rio mengaku sepeda motornya mengalami kerusakan pada bagian bodi samping. Ia juga menyebut sempat menerima ancaman sebelum situasi diredakan oleh warga sekitar. Pernyataan ini belum mendapat tanggapan dari pihak terlapor. Kuasa hukum pelapor, OC Panjaitan dari Kantor Hukum OC Panjaitan, S.H & Partners, mengatakan upaya penyelesaian secara kekeluargaan telah ditempuh sebelum laporan diajukan. Mediasi, kata dia, difasilitasi oleh Bhabinkamtibmas setempat, namun tidak mencapai kesepakatan. “Upaya damai sudah dilakukan. Karena tidak ada titik temu, klien kami memilih menempuh jalur hukum untuk mendapatkan kepastian,” kata OC Panjaitan. Ia menilai peristiwa tersebut tidak semata kecelakaan lalu lintas, melainkan diduga mengandung unsur kesengajaan dalam perusakan barang. Laporan itu, menurut dia, merujuk pada Pasal 521 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang mengatur perusakan barang milik orang lain. Kuasa hukum pelapor juga meminta penyidik segera melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi di lokasi, serta menindaklanjuti perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hingga berita ini ditulis, penyidik Polres Labuhanbatu masih melakukan pendalaman atas laporan tersebut. Pihak terlapor Dadang belum memberikan keterangan resmi.(Red)

Read More