Kantor Pertanahan Labuhanbatu Tingkatkan Pelayanan Plotting Pemetaan bagi Masyarakat

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui layanan plotting pemetaan yang cepat, akurat, dan profesional. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung tertib administrasi pertanahan serta memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat. Pelayanan plotting pemetaan dinilai memiliki peran penting dalam memastikan kejelasan data bidang tanah sehingga dapat meminimalisir terjadinya sengketa pertanahan di kemudian hari. Dengan pelayanan yang semakin modern dan terpercaya, masyarakat diharapkan dapat merasakan kemudahan dalam proses administrasi pertanahan. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu, Khalid Afdillah Handoyo, pada Senin (25/5/2026), menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan pihaknya. “Terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada kami. Bersama, kita wujudkan pelayanan pertanahan yang modern dan terpercaya,” katanya. Menurutnya, setiap bidang tanah memiliki nilai penting dan harus memiliki kepastian hukum yang jelas demi masa depan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan profesionalisme, ketepatan, dan transparansi. Melalui pelayanan plotting pemetaan yang optimal, Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu berharap kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pertanahan semakin meningkat. #Red

Read More

Jelang Idul Adha, Bulog Labuhanbatu Masih Salurkan Bantuan Pangan

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Perum Bulog Kantor Cabang Labuhanbatu memastikan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat masih terus berjalan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Selain memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman, Bulog juga terus menyalurkan bantuan pangan pemerintah di wilayah kerjanya yang mencakup tiga kabupaten. Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Labuhanbatu, Harmein Indra Pohan, mengatakan saat ini pihaknya memiliki stok beras sekitar 1.000 ton dan minyak goreng Minyakita sebanyak 340 ribu liter. “Bantuan pangan masih terus disalurkan dan ditargetkan selesai pertengahan Juni,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (25/5/2026). Ia menjelaskan, dalam program bantuan pangan tersebut setiap penerima memperoleh beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter untuk dua alokasi penyaluran. Dengan demikian, total bantuan yang diterima masyarakat mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Menurut Harmein, stok pangan yang tersedia tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar menjelang Idul Adha, tetapi juga untuk memastikan program bantuan pemerintah berjalan lancar. Bulog, lanjutnya, terus berupaya menjaga stabilitas pasokan pangan agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan. “Kami memastikan persediaan beras dan minyak goreng aman serta cukup untuk kebutuhan masyarakat,” katanya. #Red

Read More

BRI BO Rantauprapat Gandeng Pramita Gelar Medical Check Up bagi Pekerja

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Bank Rakyat Indonesia melalui BRI BO Rantauprapat kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan pekerja dengan menggandeng Pramita untuk menggelar kegiatan Medical Check Up (MCU) bagi seluruh pekerja. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan agar para pekerja tetap sehat, bugar, dan optimal dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Pelaksanaan Medical Check Up berlangsung tertib dan mendapat antusias tinggi dari para pekerja BRI BO Rantauprapat. Sejumlah pemeriksaan kesehatan dilakukan, mulai dari pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga pemeriksaan kesehatan umum lainnya sebagai langkah deteksi dini terhadap kondisi kesehatan pekerja. Pimpinan BRI BO Rantauprapat, Rian Darmawan, pada Senin (25/5/2026) mengatakan bahwa kesehatan pekerja merupakan aset penting bagi perusahaan dalam mendukung produktivitas dan kualitas pelayanan. “Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian perusahaan terhadap kesehatan pekerja. Kami berharap melalui Medical Check Up ini, para pekerja semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara berkala,” ujarnya. Menurutnya, pekerja yang sehat akan mampu bekerja lebih optimal, produktif, dan tetap bersemangat dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Selain sebagai langkah preventif, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan nyaman. Kerja sama dengan Pramita diharapkan mampu menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan yang profesional dan terpercaya bagi seluruh pekerja. Melalui kegiatan tersebut, BRI BO Rantauprapat terus berupaya membangun budaya kerja yang sehat, harmonis, dan produktif guna mendukung kinerja perusahaan yang berkelanjutan. #Red

Read More

Jangan Abaikan Patok Tanah, Bisa Cegah Konflik dan Cekcok Bertetangga

Bersuarakyat.online Medan – Sengketa tanah bisa bermula karena hal yang tampak sepele, seperti tidak adanya batas tanah yang jelas. Keadaan itu bisa sewaktu-waktu berkembang menjadi perselisihan atau bahkan konflik antartetangga yang berujung pada proses hukum. Untuk mencegah konflik dan menjaga keamanan tanah, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yaitu memasang patok tanda batas tanah. Nyatanya, langkah sederhana ini masih sering diabaikan oleh para pemilik tanah. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam berbagai kesempatan juga mengingatkan pentingnya keberadaan tanda batas tanah. “Dengan pemasangan tanda batas, tanahnya tambah aman. Dengan memasang patok, tidak ada cekcok dan tidak ada tanahnya dicaplok oleh tetangganya maupun orang lain,” ujar Menteri Nusron saat acara Pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) di Purworejo, Jawa Tengah. Proses pemasangan patok harus disaksikan juga oleh pemilik tanah yang berbatasan langsung. Dengan begitu, semua pihak bisa melihat dan menyetujui langsung posisi patok dan potensi perselisihan soal batas tanah di kemudian hari dapat diminimalisir. “Yang punya tanah diharapkan dapat memasang patok di tapal batas tanahnya masing-masing dengan terlebih dahulu meminta izin kepada pemilik tanah di sampingnya supaya terjadi kesepakatan mengenai batas tanah tersebut,” kata Menteri Nusron. Langkah sederhana ini lebih mudah dan murah dibanding harus menyelesaikan sengketa di pengadilan. Bukan hanya bisa rugi materiel, konflik batas tanah yang membesar juga bisa merusak hubungan sosial antartetangga. Tanda batas tanah baiknya dipasang dengan tanda yang paten. Hindari penggunaan tanda alami, seperti pohon, batu, atau gundukan tanah karena tanda itu bisa berubah seiring waktu. Kementerian ATR/BPN memiliki kriteria tanda batas tanah yang bisa diikuti oleh masyarakat, yakni panjang minimal patok di 50 cm, dengan 40 cm tertanam di dalam tanah dan 10 cm sisanya terlihat di permukaan tanah. “Boleh patoknya berupa kayu, beton, atau besi. Intinya, batas tanah masing-masing harus diberi tanda yang jelas,” tegas Menteri Nusron. Di tengah meningkatnya nilai tanah dan semakin padatnya permukiman, kejelasan batas tanah menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Patok-patok di sudut tanah mungkin terlihat sederhana, tetapi keberadaannya dapat menjaga hak pemilik tanah sekaligus menjaga hubungan baik dengan tetangga sekitar. #Red

Read More

Penyaluran Benih Padi Unggul Tujuan Perkuat Ketahanan Pangan Paluta Di Duga Ajang Pungli dan Korupsi

Paluta-Bersuarakyat.online Penyaluran bantuan benih padi unggul melalui Dinas Pertanian Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). ajang Korupsi dan Pungli bagi Kelompok tertentu Khususnya Dinas Pertanian Paluta. Berdasarkan hasil konfirmasi yang dilakukan ke berbagai pihak yang juga turut didalamnya Nusamedia mendapati beberapa kejanggalan yang terjadi di lapangan. Dari hasil Poto bersama pertama penyaluran Benih padi unggul yang di salurkan di lapangan adalah Benih Padi Unggul Cap Kapal Terbang jenis Cierang. Saat penyaluran pertama dilakukan pihak Dinas pertanian ke masing masing kelompok melalui Menejer Brigade dengan ketetapan masing masing kelompok menerima sesuai lahan pada daftar kelompok. Menurut hasil konfirmasi dan pengakuan para peserta kelompok setiap 1 Zak bantuan yang berukuran 5 kg per zak mereka di mintai biaya Rp.15.000,- sampai dengan Rp.20.000,- per zak nya. Sementara kebutuhan 1 hektare ( 1 ha ) hamparan sawah membutuhkan 25 kg benih padi ( 5 Zak padi/ha). Selain itu beberapa dari ketua kelompok tani juga mengatakan jatah mereka di pangkas kisaran 1 sampai 2 ton yang dilakukan oleh Menejer Brigade bekerjasama dengan Bidang Tanaman palawija dan Hultikultura Dinas Pertanian Paluta. Namun beberapa saat setelah para wartawan ribut pihak Menejer Brigade mengganti bibit yang sudah sempat mereka jual dengan Bibit biasa tanpa mereka atau bukan Cierang lagi. Yang menjadi pertanyaan bagi publik Benih Bibit Unggul yang di salurkan sebagai bantuan adalah Cap Kapal Terbang Jenis CIERANG. Namun setelah terbongkar semua kelakuan Dinas Pertanian ada permainan di dalam malah Benih Padi Unggul Cap Bintang Tani Andalan (Bintang TA) yang dibagi kepada kelompok tani di kabupaten Padang lawas Utara. Benih yang mana sebenarnya yang di salurkan oleh Kementan RI? Benih Padi Cap Bintang Tani Andalan Kah atau Benih Padi Cap Kapal Terbang (CIERANG). Dari sisi jenis padi saja sudah ada perbedaan, bagaimana mungkin 100 ton lebih benih bantuan yang di salurkan Kementan melalui Dinas Pertanian Paluta ada 2 Merek yang berbeda, atau ada harga yang menjadi prioritas sebagai keuntungan atau memang sudah terlanjur di Jual Benih jenis Cierang. Hingga berita ini di terbitkan pihak Bidang Tanaman Palawija dan Hultikultura Dinas Pertanian belum dapat di konfirmasi.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Razia Gabungan Polres Labuhanbatu dan Subdenpom, Pengunjung THM Negatif Narkoba

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Polres Labuhanbatu kembali menggelar razia gabungan di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) pada Senin dini hari, 25 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel di Mapolres Labuhanbatu yang dipimpin langsung Waka Polres Labuhanbatu KOMPOL P.S. Simbolon, S.H. Dalam arahannya, Waka Polres menegaskan agar seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan tidak bersikap arogan selama operasi berlangsung. Operasi melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi di Polres Labuhanbatu serta personel Subdenpom I/1-2 Rantauprapat. Sejumlah kendaraan dinas roda dua dan roda empat dikerahkan untuk mendukung mobilitas tim di lapangan. Dipimpin Kabagops bersama Pawas dan para Padal, tim bergerak menyasar tiga lokasi hiburan malam yang menjadi titik rawan peredaran narkoba. Sasaran razia meliputi Illusion KTV di Jalan Baru By Pass Rantauprapat, Sky High Karaoke di Jalan Adam Malik Kelurahan Lobusona Kecamatan Rantau Selatan, serta Live Music Nex Bar yang berada di lokasi yang sama. Setibanya di Illusion KTV, petugas langsung melakukan pemeriksaan badan dan tes urine terhadap sejumlah pengunjung yang berada di dalam ruangan. Hasilnya, seluruh pengunjung yang diperiksa dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika. Petugas juga memeriksa barang bawaan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa masuk. Di lokasi berikutnya, Sky High Karaoke dan Live Music Nex Bar, petugas melakukan penggeledahan di area ruangan karaoke dan sekitar bar. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengunjung, karyawan, hingga fasilitas ruangan. Namun, tidak ditemukan adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di kedua tempat tersebut. Waka Polres Labuhanbatu KOMPOL P.S. Simbolon, S.H., menyampaikan bahwa razia ini merupakan langkah preventif kepolisian dalam menekan peredaran narkoba, khususnya di tempat hiburan malam yang berpotensi menjadi lokasi transaksi dan penyalahgunaan. “Razia ini adalah bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Kami ingin memastikan tempat hiburan malam tidak disalahgunakan sebagai sarana peredaran narkoba,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat dan pengelola THM untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Menurutnya, keberhasilan pencegahan tidak hanya bergantung pada kepolisian, tetapi juga peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi. Polres Labuhanbatu menegaskan akan terus melakukan pengawasan, patroli, dan penindakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Kegiatan serupa direncanakan akan dilakukan secara berkala dan menyasar titik-titik lain yang dinilai rawan di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.   #slh/Red

Read More

BBM Bio Solar Dan Pertalite Masih Tetap Langka Di SPBU Khususnya Kab Paluta

Paluta-Bersuarakyat.online Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih tetap langka dan sering kosong di SPBU khusus nya di Kabupaten Padang Lawas Utara, yang tiap hari masuk jam”10’00 wib pagi sudah habis entah dikemanakan bahan bakar minyak subsidi tersebut”ujar salah satu warga yang enggan di sebut namanya, Pada Senin : 25/05/2025. Dari pantau awak media Bersuarakyat Biro Paluta, padahal di berbagai SPBU yang tiap hari bahan bakar minyak subsidi masuk baik itu Bio Solar dan Pertalite, sore bongkar setiap hari masih tetap langka dan pengecer tetap banyak stok di perjual belikan. Polres Tapanuli Selatan memastikan pengusutan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis biosolar di wilayah Padang Lawas Utara tidak berhenti pada kurir atau pengangkut. Penyidik saat ini terus mendalami asal-usul BBM, pola pengangkutan, mekanisme transaksi, dokumen pembelian, hingga kemungkinan peran pihak lain. Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, IPTU Bontor Desmonth Sitorus, S.H., M.H., menegaskan bahwa penyidik bekerja untuk mengurai perkara secara menyeluruh. Tidak benar bila disebut penyidik berhenti hanya pada pengangkut. Setiap pihak yang memiliki keterkaitan akan didalami sesuai fakta hukum dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyidikan,” ujar IPTU Bontor pada Senin : 25/05/2026. sore. Ia mengatakan, dalam perkara dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, kurir atau pengangkut hanya salah satu bagian dari rangkaian peristiwa yang perlu diuji.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Oknum Kades Sungai Apung Disebut Diduga Terlibat Penadah Buah Sawit Hasil Curian

Bersuarakyat.online Labuhanbatu Utara – Seorang oknum Kepala Desa Sungai Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, berinisial ST, menjadi sorotan warga setelah disebut-sebut diduga terlibat sebagai penadah tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang diduga berasal dari hasil pencurian. Informasi tersebut disampaikan sejumlah warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Warga menyebut buah kelapa sawit yang diambil dari areal perkebunan milik kelompok tani keluarga Robert Aritonang diduga diperjualbelikan kepada oknum kepala desa tersebut. “Kalau kami tidak mau ikut-ikutan, Pak. Kami tahu dari awal yang membuka dan menanam lahan tersebut adalah grup Bapak Robert Aritonang. Kami juga pernah dengar lahan itu pernah digugat oleh sekelompok orang, tetapi kalah sampai tingkat Mahkamah Agung,” ujar salah seorang warga kepada wartawan, Senin (25/5/2026). Sementara itu, Humas Kelompok Tani Robert Aritonang Grup menyampaikan bahwa aksi pencurian di areal kebun kelapa sawit pada blok C dan blok D disebut semakin marak dan meresahkan para pekerja maupun kelompok tani. Menurutnya, para pelaku diduga semakin berani melakukan aksi karena adanya dugaan dukungan dari pihak tertentu, termasuk oknum Kepala Desa Sungai Apung berinisial ST. “Oknum Kepala Desa Sungai Apung inisial ST diduga membeli buah sawit hasil curian tersebut yang dibantu oleh adiknya berinisial MT,” ungkap humas kelompok tani. Pihak kelompok tani juga berharap Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara, khususnya Bupati Labura dan Camat Kualuh Hilir, dapat memberikan pembinaan serta melakukan penelusuran terhadap dugaan yang berkembang di tengah masyarakat. “Kami berharap kepala desa sebagai pimpinan pemerintahan di desa dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” tambahnya. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Desa Sungai Apung berinisial ST belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Bersuarakyat.online tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.   **(Tim Investigasi)**

Read More

Milwan Serap Aspirasi Pesisir, Warga Keluhkan Infrastruktur dan BBM Nelayan

Bersuarakyat.online LABUHANBATU — Persoalan ketimpangan pembangunan di kawasan pesisir Kabupaten Labuhanbatu kembali menjadi sorotan. Infrastruktur yang dinilai belum memadai, sulitnya akses bahan bakar minyak (BBM) subsidi bagi nelayan, hingga tingginya biaya distribusi kebutuhan pokok masih membayangi kehidupan masyarakat di Kecamatan Panai Hilir, Panai Tengah, dan Panai Hulu. Kondisi tersebut mencuat saat Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, melaksanakan Reses III Tahun Sidang II 2025/2026 di sejumlah wilayah pesisir Labuhanbatu, Selasa (26/5/2026). Dalam kegiatan itu, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang dinilai telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan maksimal dari pemerintah. Salah satu keluhan utama warga berkaitan dengan kondisi Jembatan Sei Rakyat di atas Sungai Berumun. Jembatan sepanjang sekitar 255 meter tersebut merupakan jalur penghubung penting antara Panai Tengah, Panai Hulu, Panai Hilir hingga akses menuju Panipahan, Provinsi Riau. Setiap hari, jembatan itu dilalui kendaraan pengangkut hasil perkebunan, hasil tangkapan laut, sembako, serta aktivitas masyarakat pesisir. Warga menilai kondisi pondasi jembatan membutuhkan perhatian serius untuk mencegah terganggunya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Tokoh pemuda Labuhanbatu, Tengku Muhammad Arif Akbar, mengatakan Jembatan Sei Rakyat memiliki peran vital bagi perekonomian masyarakat pesisir. “Jika akses ini terganggu, distribusi hasil laut dan kebutuhan pokok ikut terdampak. Aktivitas ekonomi masyarakat pesisir bisa lumpuh,” ujarnya. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera melakukan penguatan pondasi jembatan serta memperhatikan pembangunan akses transportasi tambahan. Selain infrastruktur, warga juga mengeluhkan sulitnya memperoleh solar subsidi untuk kebutuhan melaut. Menurut warga, keterbatasan distribusi BBM resmi membuat nelayan harus membeli bahan bakar dengan harga lebih tinggi. “Biaya operasional nelayan semakin besar karena solar subsidi sulit diperoleh,” kata Arif. Ia berharap pemerintah dapat membuka akses pangkalan BBM khusus nelayan di kawasan pesisir agar distribusi bahan bakar lebih tepat sasaran. Keluhan serupa disampaikan tokoh masyarakat pesisir, H. Sugimanto. Menurutnya, pembangunan kawasan pesisir selama ini belum berjalan merata dibandingkan wilayah lain di Labuhanbatu. “Wilayah pesisir jangan hanya diperhatikan saat momentum politik. Masyarakat membutuhkan pembangunan yang nyata,” ujarnya. Sugimanto mengatakan sejumlah desa di kawasan pesisir masih menghadapi persoalan jalan rusak, terbatasnya layanan kesehatan, serta mahalnya biaya distribusi akibat buruknya akses transportasi. Sementara itu, staf pendamping reses, Alhadi, menyebutkan kegiatan reses yang berlangsung sejak 17 hingga 26 Mei 2026 memang difokuskan ke daerah terpencil guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. “Seluruh aspirasi masyarakat dicatat untuk diperjuangkan di tingkat provinsi,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, HT Milwan menyampaikan bahwa perbaikan ruas jalan dari Simpang Ajamu menuju Aek Nabara akan dilakukan secara bertahap sesuai rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. “Tahun ini direncanakan perbaikan sepanjang 10 kilometer dimulai dari Simpang Ajamu, kemudian dilanjutkan tahap berikutnya sepanjang 16 kilometer,” ujarnya. Ia juga menyatakan berbagai aspirasi masyarakat pesisir akan disampaikan melalui Fraksi NasDem di DPRD Kabupaten Labuhanbatu maupun DPRD Sumatera Utara. “Kami akan terus mendorong agar kebutuhan masyarakat pesisir dapat menjadi perhatian pemerintah,” kata Milwan. Pantauan di lapangan, kehadiran HT Milwan mendapat sambutan dari masyarakat pesisir yang berharap persoalan infrastruktur, ekonomi nelayan, dan kebutuhan dasar di wilayah mereka dapat segera ditindaklanjuti pemerintah. (Red)

Read More