Menghadiri Pelepasan Santri dan Santriwati Angkatan ke-32 Pondok Pesantren Daarul Muhsinin

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Kegiatan pelepasan santri dan santriwati Angkatan ke-32 Pondok Pesantren Daarul Muhsinin yang berlokasi di Janji Manahan Kawat, Kabupaten Labuhanbatu, berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Acara ini menjadi momentum penting dalam menandai selesainya masa pendidikan para santri yang telah menempuh proses pembelajaran dan pembinaan di lingkungan pesantren. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pembina Pondok Pesantren Daarul Muhsinin, Dr. H. Muhammad Umar Syadat Hasibuan, M.Si, yang juga pernah mengemban amanah sebagai Staf Khusus Menteri Dalam Negeri periode 2009–2014. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pesan dan motivasi kepada para santri agar senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, serta terus meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi tantangan masa depan. Pelepasan santri dan santriwati ini merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan dan dedikasi para peserta didik selama menimba ilmu di pesantren. Diharapkan para lulusan dapat menjadi generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama. Acara berlangsung dengan suasana penuh haru dan kebanggaan, disaksikan oleh para orang tua, dewan guru, alumni, serta tamu undangan yang hadir untuk memberikan dukungan dan doa terbaik bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan mereka. Semoga seluruh lulusan Angkatan ke-32 Pondok Pesantren Daarul Muhsinin senantiasa diberikan keberkahan, kesuksesan, dan kemudahan dalam menempuh jenjang kehidupan berikutnya. #Red

Read More

Kepala Kantor Pertanahan Labuhanbatu Hadiri Groundbreaking Pembangunan Masjid Dirgantara Barakna Haulah

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu, Khalid Afdillah Handoyo, S.H., menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Dirgantara Barakna Haulah yang berlokasi di Bukit Pasada, Kelurahan Padang Bulan, Rantauprapat, Senin (08/06/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya pembangunan rumah ibadah yang diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan, memperkuat ukhuwah, serta mendukung pembinaan spiritual umat di wilayah tersebut. Prosesi peletakan batu pertama berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen bersama dalam mewujudkan fasilitas ibadah yang layak, nyaman, dan bermanfaat bagi warga sekitar. Dalam kesempatan tersebut, Khalid Afdillah Handoyo menyampaikan harapannya agar proses pembangunan masjid dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai rencana. Ia juga berharap dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat dapat terus mengiringi pembangunan tersebut. Menurutnya, kehadiran Masjid Dirgantara Barakna Haulah nantinya tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Semoga pembangunan masjid ini diberikan kemudahan dan kelancaran di setiap tahapannya, serta menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat,” ungkapnya. Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan Masjid Dirgantara Barakna Haulah dapat menjadi pusat syiar Islam, mempererat persaudaraan antarwarga, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat saat ini maupun generasi yang akan datang. #Red

Read More

2 Rumah Karyawan, 1 Mobil dan 4 Sepeda Motor Dibakar, 1 Orang Dibacok, Polres Labuhanbatu Tidak ada Cek TKP

Bersuarakyat.online LABUHANBATU – Sekelompok orang telah melakukan pembakaran 2 kopel rumah pekerja, 1 unit mobil Colt Diesel, 4 unit Sepeda Motor dan melakukan penganiayaan secara bersama – sama terhadap pekerja Kebun Kelapa Sawit Ilham (35) di Kelompok Tani Sumber Sari Grup Robert Aritonang di Dusun 1 Desa Sungai Apung Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu (6/6/2026) sekira pukul 11.30 WIB. Setelah mendapatkan perawatan pertolongan pertama korban penganiayaan Ilham (35) membuat laporan ke Polres Labuhanbatu dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/819/VI/2026/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA pada Sabtu 6 Juni 2026 pukul 19.40 WIB. Pengakuan dari pelapor bahwa sampai hari ini Selasa 9 Juni 2026 pihak Kepolisian Polres Labuhanbatu belum ada mengagendakan untuk melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP). Saat Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Muhammad Jihad Fajar Balman dikonfirmasi awak media ini dan menyampaikan bahwa laporan penganiayaan pertama dengan korban Nawawi dengan pelaku yang sama dengan korban kedua Muhammad Ilham, dan pelaku juga membakar rumah pekerja, Kasat Reskrim menjawab “segera kita atensi” jawabnya. Sudah 2 orang korban pembacokan secara membabi buta yang dilakukan beberapa orang pelaku dengan pelaku yang sama dan melakukan pembakaran terhadap rumah karyawan, 1 unit mobil, 4 unit Sepeda Motor dan 1 unit mesin Genset. Sedangkan Penganiayaan dan pembacokan yang dilakukan secara bersama – sama terhadap korban Nawawi dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/752/V/2026/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA. Yang dilaporkan korban Nawawi ini juga sampai hari ini Selasa (9/6/2026) belum juga ada ditetapkan tersangkanya, pelaku masih berkeliaran dan melakukan kembali penganiayaan terhadap Ilham pada Sabtu (6/6/2026) dengan pelaku yang sama. Korban juga telah menyampaikan nama – nama pelaku penganiayaan. Korban berharap agar Polres Labuhanbatu segera menegakkan hukum dan korban dapat memperoleh keadilan. Kuasa Hukum Beriman Panjaitan,S H.M.H., berharap agar Kapolres Labuhanbatu dan Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu agar tanggap dengan tindak pidana yang dilakukan oleh sekelompok orang ini, mereka ini sudah dua kali melakukan penyerangan melakukan pembakaran, hal ini tidak bisa dibiarkan, aparat penegak hukum harus segera mengambil tindakan tegas untuk menjamin keamanan dan ketertiban bagi masyarakat, ucapnya. Pendiri Kelompok Tani Sumber Sari Drs. Robert Aritonang saat dihubungi awak media ini melalui pesan WhatsApp menyampaikan dua pekerja kami dianiaya dengan membabi buta oleh sekelompok orang yang selama ini melakukan pencurian kelapa sawit dengan cara kekerasan. Sebelumnya kami sudah membuat 5 laporan Polisi di Polres Labuhanbatu terdiri dari Laporan pengancaman, pencurian, penguasaan hak tetapi sampai saat ini prosesnya tidak berjalan di Polres Labuhanbatu sehingga sekelompok pelaku ini merasa kebal hukum dan melakukan perbuatan yang lebih beringas lagi, jelas Robert Aritonang. Akibat penganiayaan dan pembakaran ini kami mengalami kerugian Rp.500 Juta, ucapnya. Ditempat terpisah Saipul Sirait, S.H., yang didampingi oleh Ketua LSM Sentral Elemen Pejuang Rakyat (SEP Rakyat) Ramses Sihombing dengan tegas menyampaikan “Kapolres Labuhanbatu jangan menganggap sepele kejadian ini, para pelaku ini sangat beringas dan sengaja ingin melakukan pembunuhan terhadap leekerja Kelompok Tani Sumber Sari, mereka ini menyerang dengan senjata tajam secara membabi buta, tolong pak Kapolres segera ambil tindakan hukum agar tidak ada lagi korban lain” tegasnya. Korban sudah membuat laporan di Polres Labuhanbatu, hasil pantauan kami Polres Labuhanbatu tidak cepat tanggap terkesan lamban dalam menangani perkara ini sehingga ada lagi korban kedua dan korban harta benda, tutup Saipul.(Tim Investigasi)

Read More