Kadisdik Abdi Jaya Pohan Wakili Bupati Maya Hasmita Hadiri Seminar Nasional dan Konfercab GMNI, Labuhanbatu, Dukung Sekolah Cerdas dan Bersinar

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penguatan pendidikan karakter dan kesadaran kebangsaan di kalangan generasi muda. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, S.H., yang mewakili Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., dalam Seminar Nasional dan Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Labuhanbatu, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Kesadaran Kebangsaan dan Wawasan Kebangsaan Generasi Muda” ini berlangsung khidmat di Aula Permata Land Hotel & Resort Rantauprapat. Seminar tersebut dihadiri ratusan kader GMNI dari berbagai komisariat, pelajar SMA se-Kabupaten Labuhanbatu, unsur Forkopimda, tokoh pendidikan, serta organisasi kepemudaan lainnya. Dalam pemaparannya, para narasumber seminar menekankan urgensi penanaman nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, dan cinta tanah air sebagai benteng utama menghadapi tantangan zaman. Beberapa isu strategis turut menjadi sorotan, mulai dari bahaya radikalisme, intoleransi, perpecahan, hingga derasnya arus globalisasi yang dapat mengikis jati diri bangsa. Para pemateri mengajak seluruh peserta, khususnya pelajar dan mahasiswa, untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pemahaman yang kuat terhadap sejarah, ideologi, dan budaya bangsa. Menanggapi hal tersebut, Kadisdik Abdi Jaya Pohan menegaskan bahwa Pemkab Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Bupati Maya Hasmita sangat terbuka untuk bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi pemuda dan pelajar, dalam upaya membangun Sumber Daya Manusia yang unggul, cerdas, dan berkarakter. “Kami sangat mengapresiasi langkah GMNI Labuhanbatu yang menggelar Seminar Nasional sekaligus Konfercab dan menghadirkan siswa SMA. Ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan bangsa. Dinas Pendidikan mendukung penuh setiap inisiatif yang bertujuan membangun SDM siswa yang cerdas dan berkarakter. Pemuda dan pelajar adalah mitra strategis pemerintah dalam mengawal pendidikan dan menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujar Abdi Jaya di hadapan peserta. Lebih lanjut, Abdi Jaya juga menekankan pentingnya peran organisasi kemahasiswaan untuk tidak hanya aktif di kampus, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat sekolah. Ia juga mengajak kader GMNI agar mau turun ke sekolah menyusun program untuk membentuk karakter peserta didik, Menurutnya, kehadiran mahasiswa di sekolah dapat menjadi energi baru dalam menumbuhkan semangat belajar, disiplin, dan cinta tanah air sejak dini. Pada kesempatan itu, Kadisdik juga memaparkan beberapa program prioritas Pemkab Labuhanbatu di bidang pendidikan yang sejalan dengan visi “Labuhanbatu Cerdas dan Bersinar”. Salah satu program unggulan yang disorot adalah program Sekolah TK Gratis. “Sebanyak 5.000 calon siswa TK akan kita bayarkan uang sekolahnya. Ini adalah bentuk komitmen nyata kita agar tidak ada satu pun anak usia dini di Labuhanbatu yang terhambat mengenyam pendidikan hanya karena terkendala biaya,” jelasnya. Selain itu, untuk memperkuat fondasi pendidikan dari hulu, Pemkab juga menyiapkan program beasiswa bagi calon guru TK. “Kita akan memberikan beasiswa kepada 50 calon guru TK setiap tahun. Tujuannya agar kualitas pendidik di tingkat dasar semakin baik, sehingga anak-anak kita mendapatkan pendidikan awal yang kuat dan berkualitas,” tambahnya. Terkait pelaksanaan Konfercab, Kadisdik berpesan agar seluruh rangkaian agenda dapat berjalan demokratis dan menghasilkan kepemimpinan baru yang sesuai dengan marwah organisasi. “Semoga melalui Konfercab ini GMNI Labuhanbatu dapat melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang peduli terhadap rakyat, berjiwa Marhaenis, dan siap mengabdi untuk kemajuan daerah. Jadikan GMNI sebagai rumah perjuangan untuk membela kepentingan rakyat kecil,” pesannya. Seminar Nasional dan Konfercab GMNI ini dinilai sangat sejalan dengan visi Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., yakni mewujudkan Labuhanbatu “Cerdas dan Bersinar”. Untuk mewujudkan siswa yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, Dinas Pendidikan saat ini juga tengah menggulirkan program Gerakan Sekolah Cerdas Bersinar. Program tersebut kini sedang disosialisasikan secara intensif kepada para kepala sekolah yang ada di seluruh Kabupaten Labuhanbatu. #AJN

Read More

Dewan Pers Tegaskan : Hormati Profesi Wartawan Sebagai Jurnalis Menyampaikan Imformasi Kepada Masyarakat

Bersuarakyat.online Profesi wartawan adalah salah satu pilar penting demokrasi. Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan berhak mengajukan pertanyaan, menggali fakta, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Melalui surat pernyataannya, Dewan Pers menyampaikan keprihatinan atas dugaan tindakan yang dinilai merendahkan profesi wartawan saat konferensi pers. Dewan Pers menegaskan bahwa perbedaan pendapat atau ketidaknyamanan terhadap pertanyaan wartawan seharusnya disampaikan dengan cara yang santun, rasional, dan menghormati etika. Dewan Pers juga mengingatkan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, seluruh pihak diharapkan menghormati tugas wartawan sebagai bagian dari upaya memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. Mari bersama menjaga marwah profesi pers, menghormati kebebasan pers yang bertanggung jawab, serta membangun budaya komunikasi yang saling menghargai demi kepentingan publik. #DewanPers #Wartawan #KebebasanPers #Jurnalisme #KodeEtikJurnalistik #ProfesiWartawan #PersIndonesia.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Gugat Penetapan Tersangka dan Penahanan oleh Kejari Labusel, Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan

Bersuarakyat.online | LABUHANBATU – Tim kuasa hukum Yasir mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Rantauprapat untuk menggugat penetapan status tersangka dan penahanan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan (Labusel). Permohonan tersebut telah diterima dan diregistrasi oleh Pengadilan Negeri Rantauprapat dengan Nomor perkara “8/Pid.Pra/2026/PN Rap”. Sidang perdana digelar pada hari ini, Selasa (28/7/2026) di Pengadilan Negeri Rantauprapat. Kuasa hukum Pemohon, Halomoan Panjaitan SH,MH menilai penetapan tersangka dan penahanan terhadap kliennya tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurut nya, tindakan tersebut bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014 juncto Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28 Tahun 2026 serta ketentuan mengenai syarat penahanan sebagaimana diatur dalam Pasal 603 KUHP dan Pasal 100 ayat (5) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025. “Kami memohon perlindungan hukum melalui mekanisme praperadilan karena menilai upaya paksa berupa penetapan tersangka dan penahanan terhadap klien kami dilakukan tanpa dasar hukum yang memadai,” ujarnya kepada awak media. Menurut kuasa hukum, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21 Tahun 2014 menegaskan bahwa penetapan seseorang sebagai tersangka tidak cukup hanya didasarkan pada dua alat bukti yang sah, tetapi juga harus didahului dengan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan sebagai calon tersangka. Selain itu, karena perkara yang ditangani merupakan dugaan tindak pidana korupsi, kuasa hukum berpendapat penghitungan kerugian keuangan negara harus berupa kerugian nyata (actual loss), bukan sekadar potensi kerugian (potential loss). Mereka juga menyebut perhitungan tersebut seharusnya dilakukan oleh lembaga negara yang berwenang melakukan audit keuangan. Kuasa hukum mengklaim Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas anggaran Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tahun 2024 tidak menemukan adanya kerugian keuangan negara. Namun, menurut mereka, penyidik Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan justru menggunakan hasil perhitungan dari akuntan publik sebagai dasar penetapan enam orang tersangka, termasuk Yasir. Mengenai penahanan, kuasa hukum juga mempersoalkan alasan penyidik yang menyatakan adanya kekhawatiran tersangka akan melarikan diri. Menurut mereka, alasan tersebut tidak didukung fakta yang memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum acara. “Klien kami selalu kooperatif memenuhi setiap panggilan penyidik. Bahkan, klien kami memberikan data dan informasi yang menurut kami dapat membantu penyidik mengungkap fakta secara utuh,” ujarnya. Mereka mencontohkan adanya dokumen serah terima sekitar 4.000 paket bantuan sosial antara Dinas Sosial dan Polres Labuhanbatu Selatan yang telah disampaikan kepada penyidik. Namun, menurut kuasa hukum, penyidik belum memeriksa pihak-pihak yang dianggap mengetahui distribusi bantuan tersebut. Kuasa hukum berpendapat pemeriksaan terhadap seluruh pihak terkait diperlukan agar diperoleh gambaran menyeluruh mengenai penyaluran bantuan sosial, termasuk untuk memastikan apakah bantuan tersebut benar-benar fiktif atau hanya belum seluruhnya tersalurkan. Melalui permohonan praperadilan ini, pihak pemohon berharap Pengadilan Negeri Rantauprapat dapat menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka dan penahanan terhadap Yasir berdasarkan ketentuan konstitusi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan terkait dalil-dalil yang disampaikan oleh pihak pemohon. (Red)

Read More

Mahasiswa Aceh Timur Desak Penegak Hukum Tangkap Dun Belanda.

Bersuarakyat.online | ACEH TIMUR – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Pemuda Mahasiswa Peduli Aceh Timur mengecam konten yang selama ini disebarkan oleh M. Yunus alias Dun Belanda. Mereka menilai narasi yang mengaitkan konten tersebut dengan dukungan Wakil Bupati Aceh Timur telah memicu polemik dan berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan daerah. Koordinator aksi, Afriandi, mengatakan isu yang dibangun melalui konten-konten tersebut dinilai telah memecah belah masyarakat dan menciptakan kegaduhan di tengah kondisi Aceh Timur yang masih berupaya bangkit pascabanjir. “Kami atas nama mahasiswa Aceh Timur di Banda Aceh mengecam keras tindakan Dun Belanda yang kami nilai telah menyebarkan narasi yang memecah belah persatuan di Kabupaten Aceh Timur,” Kata Afriandi. Senin, (27/07/26) Menurutnya, perhatian pemerintah dan masyarakat seharusnya saat ini tertuju pada pemulihan pascabencana hidrometeorologi, bukan disibukkan oleh polemik yang dinilai tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. Afriandi juga mendesak Dun Belanda untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Wakil Bupati Aceh Timur agar polemik tersebut tidak semakin meluas. Selain itu, gabungan mahasiswa tersebut meminta aparat penegak hukum menangkap Dun Belanda, jika tidak kegaduhan di Aceh Timur akan terus berlanjut. “Kami berharap aparat penegak hukum bertindak cepat agar situasi di Aceh Timur tetap aman, damai, dan kondusif,” Tambahnya. Afriandi mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi mahasiswa di Banda Aceh untuk menyampaikan aspirasi kepada kepolisian terkait persoalan tersebut. Dalam pernyataannya, ia juga mengapresiasi sikap Bang Yee Nawan yang disebut telah mengakui kesalahan dan berkomitmen tidak lagi menyebarkan narasi yang dinilai dapat memicu kegaduhan. (Hsb)

Read More

Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat, Bupati Labuhanbatu Selatan Kunjungi SMP Negeri 1 Kotapinang

Bersuarakyat.online Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, mengunjungi SMP Negeri 1 Kotapinang, Senin (27/7/2026), sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat yang beredar di media sosial terkait tujuh siswa yang disebut belum mampu mengganti buku paket yang hilang. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sutan Nataris Oloan. Selain meninjau langsung kondisi sekolah dan meminta penjelasan dari pihak sekolah mengenai informasi yang beredar, kunjungan ini juga menjadi momen nostalgia bagi Bupati. SMP Negeri 1 Kotapinang merupakan almamater tempat dirinya pernah menempuh pendidikan. Bupati berkeliling melihat lingkungan sekolah, memasuki ruang kelas yang dahulu menjadi tempatnya belajar, serta menyempatkan diri bertemu dengan guru-guru yang pernah mendidiknya. Menanggapi aduan masyarakat, Bupati menegaskan bahwa dunia pendidikan harus mengedepankan pendekatan yang bijaksana dan mengutamakan kepentingan peserta didik. “Bila ada persoalan seperti ini, mari kita selesaikan dengan musyawarah dan hati yang terbuka. Jangan sampai ada anak yang kehilangan semangat belajar karena persoalan yang sebenarnya masih bisa dicarikan jalan keluarnya. Pendidikan harus menjadi ruang yang nyaman bagi setiap anak,” ujar Bupati. Ia juga meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan pendalaman terhadap informasi yang berkembang agar persoalan dapat diselesaikan secara adil dan proporsional, sekaligus memastikan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan tetap terjamin. Di akhir kunjungannya, Bupati mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar terus memberikan dedikasi terbaik dalam mendidik generasi penerus bangsa dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan. #AJN

Read More

Ini Pesan Wamen Ossy untuk Pejabat Administrator dalam PKA 2026

Bersuarakyat.online Medan – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mengajak jajarannya yang tengah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2026 untuk menjadi pemimpin perubahan yang mampu menggerakkan transformasi di unit kerjanya. Menurutnya, peran Pejabat Administrator sangat menentukan keberhasilan transformasi Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan pelayanan pertanahan dan tata ruang yang semakin mudah, cepat, dan dipercaya masyarakat. “Administrator bukanlah manajer rutinitas. Administrator harus menjadi arsitek perubahan di unit-unit kerja yang ada. Kalau administrator tidak bergerak, perubahan hanya akan berhenti di atas kertas. Namun, ketika administrator bergerak, perubahan akan terasa hingga loket pelayanan BPN yang paling depan,” tegas Wamen Ossy secara daring dalam sesi pengarahan PKA, Senin (27/07/2026). Dalam kesempatan ini, Wamen Ossy menyampaikan materi bertajuk “Memimpin Perubahan, Membangun Institusi yang Dipercaya, Melayani dengan Hati, dan Mempersiapkan Masa Depan Indonesia” kepada ratusan peserta PKA Tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa transformasi yang dilakukan Kementerian ATR/BPN pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yakni meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kita sedang membangun sebuah institusi yang semakin dipercaya masyarakat melalui pelayanan yang semakin mudah, organisasi yang semakin adaptif, dan integritas yang semakin kuat,” ujar Wamen Ossy. Untuk bisa mewujudkan visi tersebut, transformasi Kementerian ATR/BPN perlu dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya dengan pembenahan sistem dan pemanfaatan teknologi, namun juga melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai penggerak utama perubahan. Untuk itu, setiap Pejabat Administrator harus memiliki pola pikir yang terbuka terhadap perubahan dan terus belajar. Ia ingin seluruh peserta PKA menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan budaya kerja adaptif, profesional, dan berintegritas. “Kepercayaan masyarakat dibangun melalui jutaan pelayanan yang kita berikan setiap hari. Satu pelayanan yang buruk dapat menghapus kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun,” jelas Wamen ATR/Waka BPN. Menurutnya, ketika setiap pejabat berhasil menggerakkan perubahan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh organisasi, tapi juga oleh masyarakat. “Saya yakin apabila seluruh administrator pulang dengan tekad menjadi agen perubahan di unit kerjanya masing-masing, maka transformasi Kementerian ATR/BPN bukan lagi sekadar program, melainkan menjadi sebuah gerakan untuk membangun pelayanan publik yang semakin baik, birokrasi yang profesional, memperkuat kepastian hukum pertanahan dan tata ruang, serta ikut membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Wamen Ossy. #Red

Read More

HT Milwan Ajak Pelajar Bilah Hilir Kejar Prestasi Berlandaskan Pancasila

Bersuarakyat Online LABUHANBATU – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, penguatan karakter dinilai menjadi fondasi penting bagi generasi muda. Pendidikan yang berkualitas, berpadu dengan pemahaman nilai-nilai Pancasila, diyakini menjadi bekal untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan yang digelar Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, di SMK Negeri 1 Bilah Hilir dan SMA Negeri 2 Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, pada 27–28 Juli 2026. Dalam kegiatan itu, HT Milwan menghadirkan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara, Dr. Faisal Andi Mahrawa, S.IP., M.Si., untuk berbagi pengalaman sekaligus memotivasi para pelajar agar berani bermimpi besar dan menempuh pendidikan setinggi mungkin. Menurut HT Milwan, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya persaingan akademik, tetapi juga menjaga karakter dan jati diri kebangsaan di tengah perubahan zaman. Karena itu, pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan harus berjalan seiring. “Jangan pernah merasa rendah diri karena keterbatasan ekonomi keluarga. Prestasi membuka banyak jalan. Beasiswa tersedia bagi mereka yang mau berusaha, disiplin, dan belajar dengan sungguh-sungguh,” kata HT Milwan. Ia menegaskan, kualitas sumber daya manusia akan menentukan arah kemajuan Indonesia pada masa depan. Karena itu, generasi muda didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri tanpa kehilangan nilai-nilai Pancasila sebagai pijakan dalam berpikir dan bertindak. Dalam pemaparannya, Faisal Andi Mahrawa mengisahkan perjalanan pendidikannya sebagai bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan hambatan untuk meraih cita-cita. Ia menempuh pendidikan Sarjana di Universitas Airlangga, Magister di Universitas Indonesia, dan Doktor di Universitas Padjadjaran melalui berbagai program beasiswa prestasi. Pengalaman tersebut, menurut Faisal, menunjukkan bahwa kesempatan selalu terbuka bagi mereka yang memiliki tekad kuat, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar. “Ilmu yang tinggi harus diawali dengan adab yang baik. Milikilah tujuan hidup yang jelas, fokus pada cita-cita, manfaatkan teknologi untuk mencari informasi beasiswa, dan jangan pernah berhenti belajar. Jadilah kebanggaan orang tua melalui prestasi,” ujarnya. Selain menjadi akademisi, Faisal aktif menjadi pembicara dalam berbagai forum kebangsaan di tingkat provinsi dan nasional. Ia juga mendirikan Sekolah Kebangsaan sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Faisal mengingatkan, perkembangan teknologi semestinya dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan kualitas diri. Menurut dia, gawai tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga dapat membuka akses terhadap informasi beasiswa, ilmu pengetahuan, dan peluang pengembangan kompetensi. Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, cara membangun mental berprestasi, hingga strategi memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kegiatan yang dihadiri kepala sekolah, para guru, dan para pelajar itu berlangsung hangat. Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi penyampaian materi hingga dialog. Menutup kegiatan, HT Milwan mengajak para pelajar menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan masa depan. “Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, mencintai tanah air, menghargai keberagaman, dan siap bersaing melalui prestasi,” ujar HT Milwan.(Red)

Read More

Wabup Syahdian Purba Pimpin Rapat Pembentukan Panitia HUT RI ke-81, Lepas Dua Putra-Putri Terbaik Labusel Jadi Paskibraka Sumut

Bersuarakyat.online Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba Siboro, memimpin rapat pembentukan Panitia Pelaksana Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Aula Lantai III Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan, Senin (27/7/2026). Rapat tersebut dihadiri Danramil 11 Kotapinang Mayor Inf Hendra Gunawan, Wakapolres Labuhanbatu Selatan Kompol Moch. Guntur Priyantoko, perwakilan Subdenpom I/1-3 Cikampak Peltu D. Nabababan, Kepala Lapas Kelas III Kotapinang Haris Damanik, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, perwakilan Kantor Kementerian Agama, serta unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya. Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa peringatan HUT RI ke-81 yang akan dipusatkan di Lapangan Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK) Kotapinang harus dipersiapkan secara matang agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sukses. “Pelaksanaan HUT RI tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Seluruh panitia diminta bekerja sama, saling berkoordinasi, dan memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan tanpa hambatan,” ujar Wabup Syahdian. Usai rapat pembentukan panitia, Wakil Bupati bersama unsur Forkopimda melepas dua putra-putri terbaik Labuhanbatu Selatan yang terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Keduanya adalah Mangaloksa Janu Ardiansyah Penggabean dari SMK Negeri 1 Sei Kanan dan Bunga Lestari dari SMA Negeri 1 Kotapinang. Mereka akan bertugas sebagai bagian dari Paskibraka Provinsi Sumatera Utara pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan pesan agar keduanya menjaga nama baik Kabupaten Labuhanbatu Selatan selama menjalankan tugas di tingkat provinsi. “Jaga sikap, disiplin, dan tunjukkan kemampuan terbaik. Kalian adalah kebanggaan Labuhanbatu Selatan. Bawalah nama baik daerah ini dengan penuh tanggung jawab dan semangat nasionalisme,” pesannya. Pelepasan tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan kepada generasi muda yang telah mengharumkan nama daerah serta diharapkan mampu mengemban amanah sebagai Paskibraka dengan penuh dedikasi. #AJN

Read More