**Rantauprapat, Bersuarakyat.online
– Jemaat Huria Kristen Indonesia (HKI) Rantauprapat melaksanakan ibadah Jumat Agung dengan penuh khidmat pada Jumat, 3 April 2026. Ibadah yang berlangsung di Rantauprapat ini dihadiri ratusan jemaat yang datang untuk memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus.

Mengusung tema liturgi *“Tutu do Jesus i Anak ni Debata”*, ibadah dipimpin oleh pengkhotbah Pdt. Sipahutar yang menyampaikan firman Tuhan berdasarkan nas Alkitab Injil Matius 27:45–56. Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaat untuk merenungkan makna penderitaan Kristus sebagai wujud kasih Allah bagi keselamatan manusia.
“Peristiwa salib bukan sekadar sejarah penderitaan, tetapi bukti nyata kasih dan pengorbanan yang menebus dosa umat manusia. Ini menjadi panggilan bagi setiap orang percaya untuk hidup dalam pertobatan dan kasih,” ujar Pdt. Sipahutar di hadapan jemaat.

Ibadah berlangsung dengan tata liturgi khas HKI, meliputi pembacaan firman, nyanyian jemaat, doa pengakuan dosa, serta perenungan sengsara Kristus. Suasana hening dan penuh penghayatan tampak ketika jemaat mengikuti setiap rangkaian ibadah, khususnya saat pembacaan kisah penyaliban.
Jumat Agung sendiri merupakan salah satu hari penting dalam kalender gerejawi yang memperingati wafatnya Yesus di kayu salib. Momentum ini menjadi refleksi mendalam bagi umat Kristen untuk memahami arti pengorbanan, pengampunan, dan kasih yang tanpa batas.
Dengan terselenggaranya ibadah ini, diharapkan jemaat HKI Rantauprapat semakin dikuatkan dalam iman serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai pengorbanan Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, gereja, maupun masyarakat luas.
Red