Dari Pesantren untuk Indonesia: HT Milwan Dorong Santri Berprestasi dan Berjiwa Kebangsaan

Bersuarakyat Online

LABUHANBATU — Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi Partai NasDem, HT Milwan menggelar kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan di Pondok Pesantren Salafiyah Raudhatul Ulum, Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Senin (8/6).

Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Dr. Faisal Andi Mahrawa, sebagai narasumber. Ratusan santri dan pengurus pondok pesantren mengikuti agenda yang berlangsung secara dialogis dan interaktif.

Kedatangan HT Milwan bersama rombongan disambut pimpinan pondok pesantren, Buya Dr. Buqori Fasa, beserta pengurus dengan lantunan selawat.

Dalam pemaparannya, Faisal Andi Mahrawa menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, dan pembangunan karakter generasi muda di tengah perkembangan sosial serta teknologi yang semakin pesat.

Menurutnya, santri perlu memiliki arah pendidikan yang jelas sejak dini agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

“Santri harus memiliki tujuan yang jelas dalam pendidikan. Tentukan arah sejak awal agar proses belajar lebih fokus,” ujar Faisal di hadapan peserta.

Ia juga mendorong para santri memanfaatkan perkembangan teknologi dan akses informasi untuk mencari peluang pendidikan, termasuk program beasiswa prestasi.

Menurut Faisal, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi hambatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia mengaku menempuh pendidikan melalui jalur beasiswa, mulai dari jenjang sarjana di Universitas Airlangga, magister di Universitas Indonesia, hingga doktoral di Universitas Padjadjaran.

Selain berkiprah di dunia akademik, Faisal juga aktif sebagai pembicara dalam berbagai forum kebangsaan tingkat regional dan nasional serta terlibat dalam organisasi pers siber, Jaringan Media Siber Indonesia.

Diskusi berlangsung aktif. Sejumlah santri mengajukan pertanyaan terkait penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, strategi meraih prestasi akademik, hingga peluang memperoleh beasiswa pendidikan.

Dalam sesi dialog, Faisal turut menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu.
“Ilmu tanpa adab akan kehilangan arah,” katanya.

Sementara itu, HT Milwan mengatakan kegiatan penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan pesantren penting untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.

“Kami ingin santri memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan,” ujar Milwan.

Pendamping kegiatan, Alhadi, menyebut program tersebut menyasar pelajar dan generasi muda sebagai penerus bangsa.

Di kesempatan yang sama, Buya Buqori Fasa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan di lingkungan pesantren yang dipimpinnya.

Ia juga mengungkapkan Alhamdulillah
pondok pesantren menerima bantuan material berupa 100 zak semen untuk mendukung perbaikan akses jalan di kawasan pesantren, ujar Buqori Fasa.

Ia juga berharap usulan pembangunan madrasah di Pondok Pesantren Salafiyah Raudhatul Ulum Bilah Hulu dapat memperoleh dukungan dari pemerintah provinsi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari pimpinan pondok pesantren maupun masyarakat sekitar. Usai kegiatan sosialisasi, HT Milwan bersama pimpinan pondok turut berziarah ke makam pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Raudhatul Ulum.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *