Mar’Up Dapodik dan SPJ, Kepsek SLB nurcaya diduga Kuat Sengaja Melakukan demi Kepentingan Pribadi dan untung. 

Aceh Timur-Bersuarakyat.online

Papan informasi bos dana dan belanja modal tak tau dmn ketika awak media pertanyakan ruang kelas guru dan

Realisasi Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) di SLB sekolah luar biasa nurcaya senebuk pidie kecamatan perlak Kabupaten Aceh Timur kembali menjadi sorotan masyarakat terkait Dugaan praktik manipulasi data peserta didik dalam sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan) dan laporan pertanggung jawaban (SPJ) tahun 2025 Sampai 2022 diduga banyak yang fiktif.

Hal tersebut menjadi alasan utama kekhawatir publik terhadap transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana APBN tersebut kerap dijadikan praktek penyelewengan dalam pengelolaan Biaya Operasi Sekolah (BOS) yang dilakukan oleh oknum kepsek SLB nurcaya Nuraini yang tidak bertanggung jawab.

Laporan warga berinisial A yang identitasnya dirahasiakan kepada media ini menyebutkan,oknum kepsek dan operator di SLB nurcaya kecamatan perlak diduga telah melakukan mark up jumlah peserta didik dan SPJ Fiktif, Praktik ini dilakukan untuk mendapatkan anggaran BOP lebih besar dari pusat melalui kemendikbud. Ujar ,A ,sabtu 4 ktober 2025.

Sehingga masyarakat mencurigai bahwa ada pengajuan anggaran fiktif yang diduga berasal dari data peserta didik yang tidak aktif mengikuti kegiatan pembelajaran, bahkan pihak sekolah memiliki sebagian dokumen pribadi milik siswa walau tanpa kehadiran fisik di satuan pendidikan SLB nurcaya seneubuk pidie kecamatan perlak” Tutur Sumber. A

Bedasarkan informasi M ,warga, terkait mar’up Data Dapodik media ini mendatangi ke SLB nurcaya perlak, untuk klarifikasi penyesuaian laporan dapodik dari sumber situs laman kemendikbud, berjumlah 84 laki2 dan siswa perempuan 45 ,orang pelajar, sedang data peserta didik dilapangan di Sekolah Kita tak sesuai berjumlah hanya belasan aja bisa di hitung jari perorang, Pelajar, sehingga perselisihan dapodik tahun ajaran 2024/2025 itu mencapai puluhan data jumlah pelajar diduga fiktif.

Saat di konfirmasi kepala Sekolah SLB Nurani Mengatakan dia sedang sakit kemo dibands aceh tunggu saya pulang aja bang itu penjelasan katanya

data yang benar jumlah pelajar .data yang benar tuggu ibu aja bng ujar guru dan dsni ada anak sd smp kata guru sesuai dengan dapodik yang ada di kemendikbud, ujar guru sedang data yang di publikasikan di situs data Sekolah kita berjumlah juga tak sesuai, pelajar itu tidak benar atau Hoax”Ujarnya guru, sabtu Oktober 2025.

Maka Untuk itu, masyarakat mendesak agar Kejaksaan Negeri Aceh Timur dan inspektorat segera melakukan pemanggilan terhadap oknum kepsek SLB nurcaya yang diduga terlibat dalam praktek manipulasi data dapodik dan SPJ diduga fiktif.

Masyarakat berharap agar temuan dugaan fiktif seperti ini tidak hanya menjadi asumsi publik semata, akan tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah tegas guna untuk menciptakan dunia pendidikan yang bersih dan berintegritas di kecamatan perlak umunya diseluruh Indonesia Raya.

 

#Hsb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *