19 Pejabat Polres Aceh Timur Berganti, Kapolres Tekankan Sinergi Polisi dan Masyarakat

Bersuarakyat.online Polres Aceh Timur menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasat Intelkam, Kasiwas, dan sejumlah Kapolsek jajaran di Lapangan Apel Sarja Arya Racana, Sabtu (03/10/2026) pagi. Upacara dipimpin Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K.,M.I.K. Sertijab tersebut berdasarkan Keputusan Kapolda Aceh Nomor Kep/323/IX/2026 tertanggal 18 September 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Aceh. Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas Kepolisian. “Jabatan adalah amanah dan tanggung jawab. Pejabat yang baru harus segera beradaptasi, memahami karakteristik wilayah, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat,” kata AKBP Aris. Menurut dia, pelaksanaan tugas Kepolisian tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan masyarakat. Karena itu, setiap personel diminta mengedepankan pelayanan, komunikasi, dan pendekatan yang humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban. “Polri bersama masyarakat harus berjalan beriringan. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Bangun kepercayaan melalui kerja nyata, kehadiran di tengah masyarakat, dan pelayanan yang tulus,” ujar Kapolres. Ia juga meminta pejabat yang baru dilantik menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta segera mengidentifikasi persoalan keamanan dan kebutuhan masyarakat di wilayah tugas masing-masing. 19 pejabat Polres Aceh Timur yang mengalami pergantian diantaranya: Iptu Jolly Ronny Mamarimbing, S.H. Ps Kasat Intelkam Polres Aceh Timur menjadi Kasat Intelkam Polres Langsa. Jabatan Kasat Intelkam Polres Aceh Timur selanjutnya diisi AKP Mawardi, S.H., M.H., sebelumnya Ps Kanit 3 Subdit 2 Ditintelkam Polda Aceh. AKP Deshery, Kapolsek Nurussalam menjadi Kasubbagbekpal Baglog Polres Aceh Timur. Jabatan Kapolsek Nurussalam diisi Iptu Jasman, S.Sos., sebelumnya Ps Kasubbagwatpers Bag SDM Polres Aceh Timur. Iptu Suria Darma, S.H., Kapolsek Darul Ikhsan menjadi Pama Polres Aceh Timur. Jabatan Kapolsek Darul Ikhsan diisi Ipda Saiful Bahri, S.E., sebelumnya Kapolsek Idi Tunong. Ipda Wagiman, S.H., Kasubsipenmas Sihumas Polres Aceh Timur menjadi Kapolsek Idi Tunong. AKP Yose Rizal, Kapolsek Simpang Ulim menjadi Kasubbagbinops Bagops Polres Aceh Utara. Jabatan Kapolsek Simpang Ulim diisi Iptu Novian Fitra, S.H., sebelumnya Ps Kasubbagbinops Bagops Polres Aceh Timur. Iptu M. Kamal, Kapolsek Julok menjadi Kasubbagbinops Bagops Polres Aceh Timur. Jabatan Kapolsek Julok diisi Iptu Alizar, sebelumnya Kasiwas Polres Aceh Timur. Iptu Irwan Hadi Sagala, S.AB., Kapolsek Pantee Bidari menjadi Kasiwas Polres Aceh Timur. Jabatan Kapolsek Pantee Bidari diisi Iptu Irfendi, sebelumnya Kanitbhabinkamtibmas Satbinmas Polres Langsa. Iptu Maswelliadi, S.H., Kapolsek Indra Makmu menjadi Ps Kasubbagdalops Bagops Polres Aceh Utara. Jabatan Kapolsek Indra Makmu diisi Ipda Johan Wahyudi, S.H., sebelumnya Kaurbinopsnal Satreskrim Polres Aceh Timur. Ipda Asdy Suhendra, Kapolsek Banda Alam menjadi Pama Polres Aceh Timur. Jabatan Kapolsek Banda Alam diisi Ipda Rahmat Muliadi, S.H., M.H., sebelumnya Kanitgakkum Satpolairud Polres Aceh Timur. Iptu Nasril Rahmad, S.E., M.H., Kapolsek Ranto Peureulak menjadi Kasatlantas Polres Pidie. Jabatan Kapolsek Ranto Peureulak diisi Ipda Andika Darmawan, S.E., sebelumnya Kapolsek Meurah Dua, Polres Pidie Jaya. #Hsb

Read More

Rakyat Indonesia membutuhkan ketahanan pangan dan pendidikan yang bukan hanya teoritis akan tetapi mengutamakan praktek/skill yang melahirkan berbagai ahli

  Bersuarakyat.online – Labuhanbatu Kebutuhan akan ketahanan pangan dan pendidikan berbasis keahlian praktis merupakan pilar yang sangat  penting untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap) menuju Indonesia Emas. Hal itu disampaikan Tokoh Akademisi Labuhanbatu Raya Nimrot Siahaan,SH. MH di Acara Cofffe Morning Kepada Awak Media ( Sabtu,3/10/2026), Rakyat butuh ketahanan pangan dan pendidikan yang bukan hanya teoritis Tapi mengutamakan praktek/skill yang melahirkan berbagai keahlian di berbagai sektor. Ketika kedua sektor ini harus disinergikan, Indonesia tidak hanya mampu memberi makan rakyatnya secara mandiri, tetapi juga melahirkan generasi ahli yang siap mengeksekusi inovasi di berbagai bidang. Lulusan tidak hanya memegang ijazah, tetapi juga sertifikasi keahlian yang diakui secara nasional Pendidikan yang teoritis sering kali menciptakan pengangguran terdidik karena adanya kesenjangan antara apa yang diajarkan di kelas dengan kebutuhan industri. Merubah pandangan bertani itu miskin dan kotor dengan jalan pendidikan berbasis skill, generasi muda dididik menjadi pengusaha tani yang memanfaatkan drone untuk pemupukan, sensor melihat kelembaban tanah, dan kecerdasan buatan untuk prediksi panen. Salah satu masalah terbesar Indonesia adalah tingginya angka kehilangan hasil pangan akibat penanganan pascapanen yang buruk sehingga butuh ahli di bidang logistik rantai dingin (cold chain Management), pengolahan makanan, dan pengemasan yang maju dan modern serta Membutuhkan ahli bioteknologi dan pemuliaan tanaman yang mampu menciptakan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan iklim ekstrem yang ada, tutup Nimrot. Red  

Read More

MENYENTUH HATI DAN GEMETAR, TOLONG BAPAK BUPATI – CUMA SATU INI PENINGGALAN SEJARAH DI GUNUNG TUA SEJAK PENJAJAHAN BELANDA, TUGU PERJUANGAN PEJUANG DAN VETERAN DI PUSAT KOTA G.TUA TERBENGKALAI PENUH SAMPAH DI TENGAH PASAR 

Bersuarakyat.online PALUTA- Membuat hati kita menangis Di tengah hiruk-pikuk Pasar Gunung Tua, berdiri sebuah *Tugu Bersejarah 17-8-1945. Satu-satunya peninggalan sejarah di Gunung Tua sejak jaman penjajahan Belanda. Tugu ini adalah “monumen para pejuang dan veteran di G.Tua, Kec. Padang Bolak. Dulu, jauh sebelum Paluta mekar, Tugu ini berdiri gagah di pusat Kota Gunung Tua, tepat di samping “Kantor Camat Padang Bolak yang masih Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)’. Tugu ini saksi bisu darah para pahlawan kita mengusir Belanda. TUGU Sejarah Di Gunung Tua Peninggalan Para Pahlawan Dan Veteran 17-8-45 YANG MEMPRIHATINKAN: 1. Tugu putih bertuliskan 17/08/1945 tapi di sekelilingnya lapak-lapak pasar dengan terpal biru dan orange. Di badannya ada tulisan warga: _”Tolong Tugu ini di jaga dan taman di rawat pak kadis perindag. Cuma satu ini peninggalan sejarah di g.tua Kec p.bolak Kab paluta sejak Penjajahan di jaman belanda.”_ 2. Taman di sekeliling Tugu penuh sampah. Botol plastik aqua, plastik sayur, puntung rokok, daun busuk berserakan di tanah becek. Tidak ada yang membersihkan. Rumput liar tumbuh. 3. Taman bunga yang seharusnya indah, kini ditimpa kayu lapak, terpal pasar, dan bakul-bakul pedagang. Pohon ditabrak kayu. Taman hancur. MEDIA BERSUARAKYAT MEMINTA: PEMKAB PALUTA HARUS PEDULI! Sejak Paluta mekar dari Tapsel pada *tahun 2007*, sudah 19 tahun Paluta berdiri. Tapi satu-satunya Tugu Sejarah perjuangan ini tidak pernah dirawat. Bersuarakyat meminta: Kami yakin dan percaya Kepada Bapak Bupati Paluta H.Reski Basyah Harahap, S.STP., MSi (H.Obon), Agar memanggil Kadis Pariwisata, Kepala Dinas Perindag Paluta dan Kepala Pasar Gunung Tua, tolong peduli!. Ini bukan soal pasar saja, ini soal harga diri kita. Tugu ini adalah momen para pejuang dan veteran di G.Tua. Kakek-kakek kita dulu berjuang melawan Belanda, mereka dirikan tugu ini sebagai pengingat. Kalau tugu ini saja kita biarkan kumuh, penuh sampah, dikelilingi lapak tuak dan terpal, lalu apa kita biarkan saja??? Kita ini durhaka pada sejarah,” ujar Harahap Kuro-Kuro, Pimpinan Biro Bersuarakyat Paluta dengan suara bergetar. SEJARAH YANG HILANG DI PUSAT KOTA: Ini adalah *Jati Diri Gunung Tua.* Dulu, di sinilah upacara 17 Agustus pertama di Padang Bolak dilaksanakan saat masih Tapsel. Dulu, di sinilah para pejuang berkumpul. Sekarang, di bawah Tugu ini malah jadi tempat pembuangan sampah sayur kol dan plastik pasar. Saran untuk Pemkab Paluta ; 1. Bupati Paluta H. Reski Basyah Harahap, S.STP., MSi (H. Obon) turun langsung melihat Tugu di Pasar Gunung Tua. 2. Dinas Perindag dan Kepala Pasar Gunung Tua*l, segera bersihkan sampah di Taman Tugu, larang pedagang menggelar lapak di atas taman tugu. 3. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Paluta, jadikan Tugu ini sebagai *Cagar Budaya dan Situs Sejarah Paluta*, buat pagar pembatas, buat plang sejarah, dan rawat tamannya dengan bunga. 4. Anggarkan perbaikan Tugu, di APBD 2026. Jangan sampai generasi anak cucu kita di Gunung Tua tidak tahu bahwa pernah ada pejuang yang mati untuk tugu ini. Jangan sampai mereka hanya tahu tugu ini adalah tempat sampah pasar. *Lokasi: Tugu Perjuangan 17-8-19, Pusat Pasar Gunung Tua, Kec. Padang Bolak, Kab. Paluta* *Foto: Kiriman Warga, 03/10/2026*   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Jumat Berkah, Kapolsek Torgamba Turun Langsung Sambangi Warga Sakit Menahun dan Lansia, Salurkan Bantuan Sembako

LABUHANBATU SELATAN – Kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui penegakan hukum. Kehadiran aparat kepolisian juga dibutuhkan untuk menyentuh langsung kehidupan warga, terutama mereka yang tengah menghadapi keterbatasan ekonomi, usia lanjut, maupun sakit menahun. Hal tersebut ditunjukkan Kapolsek Torgamba, AKP S. Gurusinga, S.H., bersama sejumlah personel melalui kegiatan bakti sosial bertajuk Jumat Berkah dengan menyambangi dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan di Dusun Simpang IV, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Jumat (2/10/2026), sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek bersama personel mendatangi langsung rumah warga penerima manfaat. Bantuan diberikan kepada masyarakat lanjut usia, warga yang mengalami sakit menahun, serta keluarga yang membutuhkan perhatian sosial. Paket bantuan yang disalurkan terdiri atas beras, minyak goreng, gula pasir, mi instan, dan teh. Meski tidak menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi penerima manfaat, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pokok mereka. Kapolsek Torgamba AKP S. Gurusinga mengatakan, kegiatan Jumat Berkah merupakan program kepedulian sosial yang rutin dilaksanakan jajarannya sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat di wilayah hukumnya. “Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian sosial kepada warga yang membutuhkan,” ujar Gurusinga kepada awak media. Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membangun hubungan yang lebih humanis antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap warga kurang mampu, khususnya lansia dan masyarakat yang menderita sakit menahun, bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun kepolisian. Peran serta masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi juga diperlukan agar semangat gotong royong tetap terjaga. “Kami mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih agar turut menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama para lansia, warga kurang mampu, dan mereka yang mengalami sakit menahun,” ajaknya. Adapun warga penerima bantuan dalam kegiatan tersebut yakni Pola Gurning (57), yang disebut mengalami sakit menahun; Sujirah, yang tercatat sebagai lansia; Supia (75), juga seorang lansia; serta Rona Uli Arta Manik (35), yang disebut mengalami sakit menahun. Kehadiran Kapolsek bersama personel di tengah warga tersebut mendapat sambutan dan apresiasi dari perwakilan penerima bantuan. Mereka menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan sembako yang diberikan. Masyarakat berharap kegiatan sosial semacam ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar warga yang berada dalam kondisi ekonomi sulit maupun menghadapi persoalan kesehatan tetap mendapatkan perhatian. Program Jumat Berkah Polsek Torgamba ini menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Sebab, kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian, pelayanan, dan kehadiran nyata di tengah kehidupan masyarakat.(Red)

Read More

Nimrot Siahaan, S.H., M.H.: Pancasila harus hidup di tengah masyarakat

Bersuarakyat.online – Labuhanbatu Akademisi Labuhanbatu Raya Nimrot Siahaan, S.H., M.H., menilai sangat Sayangnya pendidikan Pancasila masih terlalu fokus pada teori dan kurang menyentuh pembentukan karakter. Saat ditemui awak media Nimrot Siahaan mengatakan Di saat ini banyak orang memahami bunyi sila-sila Pancasila, tetapi tidak benar-benar menerapkannya dalam keseharian. Pancasila harus hidup dan hadir di tengah tengah masyarakat melalui perbuatan yang konkret saat berada di lingkup keluarga, sekolah hingga lingkungan kerja. Di era yang serba canggih sekarang, Tantangan Zaman semakin menjauh dalam hal Penerapan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial menjadi benteng menghadapi arus globalisasi dan perpecahan. Semangat kebersamaan dan saling membantu antar sesama adalah bentuk paling riil dari pengamalan Pancasila untuk mencapai kemajuan Bersama pengamalan Pancasila dalam tindakan berarti nilai-nilai dasar negara bukan sekadar teori atau hafalan. melainkan, diwujudkan secara nyata melalui perilaku dan kebijakan sehari-hari. Retorika Keagungan Pancasila diukur dari seberapa nyata keadilan dan persatuan dirasakan oleh masyarakat, bukan dari seberapa sering diucapkan, moral Menjadi landasan etika bagi warga negara dan pemerintah dalam mengambil keputusan serta melayani publik. Dalam Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari Kita wajib Menjaga toleransi antarumat beragama dan saling menghormati saat orang lain beribadah, Menunjukkan empati, menolak perundungan (bullying) dan membantu sesama tanpa memandang latar belakang. Mengutamakan kepentingan bersama serta mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks yang memecah belah, Mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan masalah, Mendukung produk lokal seperti UMKM serta bersikap adil dan anti-korupsi Pancasila harus hidup dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari (3/10/2026). Ujar nya ketika berbincang dengan awak media di ruang kerjanya jalan SM. Raja Rantauprapat. Di tengah perubahan zaman dan beragam perbedaan, semangat persatuan, kolaborasi, kepedulian dan keadilan tetap menjadi pijakan untuk berjalan bersama, bersama kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai tindakan nyata serta mulai dari hal sederhana, tutupnya. Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Red

Read More

LANJUTAN 2 LAPORAN POLISI DI POLRES PALUTA Terkait HARAHAP KURO-KURO BIRO PALUTA DITUDUH TERIMA SETORAN OLEH MR melalui OH, JAWABAN KASAT RESKRIM PALUTA: LAPORAN TIDAK ADA DI KAMI, TANYA KE SIUM

    Paluta – Bersuarakyat Online. Konflik pemberitaan Tempat Hiburan Malam (THM) di Paluta memasuki babak baru. Tidak hanya perlawanan dari pemilik THM, tapi kini masuk ke ranah *pencemaran nama baik dan fitnah terhadap profesi Jurnalis Media http://Bersuarakyat.online* yang tergabung dalam SMSI.   Pimpinan Biro Paluta *Harahap Kuro-Kuro* secara resmi telah melayangkan *2 (Dua) Berkas Laporan Polisi (LP)* di *Polres Padang Lawas Utara*.   LP KE-1: LAPORAN LANJUTAN THM CALIBER KARAOKE & LOPO TUAK A DAN A DIDUGA TEMPAT PRAKTIK PROSTITUSI.   Laporan pertama dilayangkan pada *24 Agustus 2026 pukul 10:41 WIB* di *SPKT Polres Paluta*, seperti terlihat dalam foto yang kamu kirim, Harahap Kuro-Kuro berdiri di depan tulisan *SPKT PADANG LAWAS UTARA* sambil memegang berkas.   Laporan ini adalah lanjutan investigasi http://Bersuarakyat.online terkait:   *THM Caliber Karaoke dan Lokalisasi remang-remang Pakter Tuak Ab dan A yang ada di Lingkungan I Partimbakoan, Pasar Gunung Tua* yang diduga menyediakan *kamar khusus untuk ganti oli atau wik-wik* dengan tarif tertentu. Modus jualan tuak hanyalah kedok, di dalamnya diduga terjadi praktik prostitusi terselubung yang meresahkan pemukiman warga Lk 1 Partimbakoan.   *LP KE-2: LAPORAN PENCEMARAN NAMA BAIK OLEH MR MELALUI OH.*   Yang paling mengejutkan dan menyentuh hati para jurnalis, setelah berita pertama tayang, *MR yang disebut Mr * diduga melakukan upaya pembungkaman dengan cara fitnah kejam.   Kronologinya sesuai berita http://Bersuarakyat.online.   1. MR berkata kepada (OH)* seorang Jurnalis: *”Bersuarakyat menerima setoran 200 ribu per minggu dari saya.”*   2. Pernyataan itu adalah *FITNAH, BOHONG, DAN PENCEMARAN NAMA BAIK* terhadap Media Bersuarakyat dan Jurnalis Harahap Kuro-Kuro.   3. Justru setelah MR menyampaikan itu kepada OH, *OH langsung menelpon Harahap Kuro-Kuro pada tanggal 27 Juli 2026* dan menyampaikan melalui chat WhatsApp dan telepon bahwa *Mami Rosa-lah yang menyebarkan fitnah tersebut.*   4. Dari informasi OH kepada Harahap Kuro-Kuro via WhatsApp pada” 27 Juli 2026, muncul dugaan yang lebih serius: *Diduga MR ikut berperan dalam peredaran narkotika jenis pil ekstasi di THM Karaoke.* Jika benar, ini bukan lagi penyakit masyarakat biasa, tapi sudah masuk JARINGAN NARKOTIKA.   Atas fitnah setoran 200 ribu itu,” Harahap Kuro-Kuro melaporkan Mr dan OH dengan dugaan pencemaran nama baik.   JAWABAN KASAT RESKRIM POLRES PALUTA MELALUI WHATSAPP: LAPORAN TIDAK ADA DI KAMI.   Inilah yang menjadi tanda tanya besar bagi Media Bersuarakyat.   Saat Harahap Kuro-Kuro mengkonfirmasi LP tersebut via WhatsApp kepada “Kasat Reskrim Polres Paluta.   Harahap Kuro-Kuro: Pagi pak kasat. Izin pak kasat mau konfirmasi terkait LP kami dari media bersuarakyat dan Alrm. Terkait mr pak kasat dan OH pencemaran nama baik.   Kasat Reskrim:* Laporan yg mana pak / Saya cek dulu y Pak   Setelah dikirim link berita “MR CEMARKAN NAMA BAIK MEDIA…”   Jawaban Kasat Reskrim pada pukul 13.36 – 13.46:   Kasat Reskrim: “Jadi laporan dimasukkan ke Sium y Pak / Laporan bulan berapa Pak / Setelah kita cek Pak laporan bapak tidak ada ke kami utk lebih jelasnya silahkan y Pak ditanyakan ke Sium laporan bapak kemana biar jelas y pak”   Harahap Kuro-Kuro:* Siap pak kasat. Makasih atas informasinya 🙏🙏   Jawaban ini menjadi bukti bahwa,” 2 berkas laporan Media Bersuarakyat dan ALARM terkait THM Caliber dan Pencemaran Nama Baik oleh MR yang dimasukkan di SPKT pada Agustus 2026, tidak ada di Reskrim sampai Senin 28/09/2026.   PERNYATAAN RESMI BIRO PALUTA HARAHAP KURO-KURO:   Kami dari Media http://Bersuarakyat.online yang tergabung dalam SMSI, adalah media yang dilindungi UU Pers No 40 Tahun 1999. Kami bekerja untuk rakyat. Ketika kami beritakan THM Caliber dan Pakter Tuak Ab dan A yang diduga sarang prostitusi di Lk 1 Partimbakoan, kami malah difitnah menerima setoran 200 ribu.   Ini fitnah kejam yang merusak nama baik Jurnalis Bersuarakyat. Mr melalui OH sudah memfitnah dan merusak nama baik kami.   Kami sudah buat 2 LP di Polres Paluta. Tapi jawaban Kasat Reskrim melalui WhatsApp kepada saya, laporan kami tidak ada di Reskrim, disuruh tanya ke Sium. Ada apa dengan Polres Paluta? Apakah laporan kami menguap?   Kami minta Kapolres Paluta dan Kapolda Sumut atensi kasus ini. Kami adalah korban kriminalisasi balik dari THM.   POLRES PALUTA DIAM SAMPAI HARI INI – ADA APA?   TUNTUTAN MEDIA BERSUARAKYAT DAN ALARM:   1. Segera proses 2 Laporan Polisi kami di Polres Paluta. 2. Periksa MR atas dugaan pencemaran nama baik UU ITE Pasal 27A dan fitnah Pasal 311 KUHP. 3. Bongkar dugaan THM Caliber Karaoke dan Pakter Tuak Ab & A di Lk 1 Partimbakoan yang diduga sarang prostitusi dan peredaran pil ekstasi.   *Penulis: Bersuarakyat.online – Biro Paluta Harahap Kuro-Kuro* 2 LP BERSUARAKYAT DI POLRES PALUTA MENGUAP???   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Gerak cepat Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky dalam merespons persoalan infrastruktur mendapat apresiasi

  ACEH TIMUR – bersuarakyat.online Gerak cepat Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky dalam merespons persoalan infrastruktur mendapat apresiasi dari Camat Idi Tunong, Forum Keuchik, jajaran pemerintah gampong serta masyarakat.   Perhatian tersebut terlihat dari langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang mulai melakukan penanganan sejumlah titik jalan rusak di wilayah Idi Tunong. Sebelumnya, kondisi Jalan Idi–Keude Geurobak telah lama menjadi perhatian masyarakat karena menjadi salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah.   Camat Idi Tunong, Adnan, S.Ag., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Aceh Timur atas perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanganan akses jalan. Menurutnya, perbaikan tersebut sangat membantu mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Apresiasi juga datang dari Syukri selaku ketua Forum Keuchik Kecamatan Idi Tunong. Para keuchik menilai perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi jalan merupakan hal yang sangat dinantikan masyarakat, mengingat akses tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan dan mobilitas warga.   Sebelumnya, Syukri selaku Ketua Forum Keuchik Idi Tunong juga pernah menyampaikan desakan agar kerusakan jalan di wilayah kecamatan tersebut mendapat perhatian pemerintah. Kondisi jalan yang rusak telah lama menjadi keluhan masyarakat dan berdampak terhadap aktivitas warga.   Respons pemerintah daerah kemudian terlihat melalui penanganan jalan di lapangan. Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky turun langsung meninjau pengerjaan pengerasan jalan sepanjang sekitar 1.200 meter yang menghubungkan Gampong Lhok Dalam dengan Panton Rayeuk M, Kecamatan Idi Tunong.   Bupati menyebut pengerasan tersebut sebagai langkah penanganan sementara agar akses masyarakat lebih mudah dilalui dan lubang-lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan dapat dikurangi.   Langkah turun langsung tersebut turut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap penanganan jalan tidak berhenti pada pengerasan sementara, tetapi dapat dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur yang lebih permanen sesuai perencanaan dan kemampuan anggaran pemerintah.   Camat Idi Tunong, Forum Keuchik, pemerintah gampong dan masyarakat berharap perhatian terhadap Jalan Idi–Keude Geurobak terus berlanjut sehingga akses transportasi semakin aman, lancar dan mampu mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.   Dengan gerak cepat di lapangan, harapan masyarakat terhadap perbaikan akses jalan kembali mendapatkan titik terang. Hsb

Read More

Nimrot Siahaan,SH.MH : Selamat Hari Batik Nasional 2026

  Labuhanbatu – bersuarakyat.online Sebagai Warga Negara yang baik, Mari kita terus bangga untuk mengenakan, menjaga, serta melestarikan batik sebagai identitas serta warisan dari budaya luhur kita.Hal ini disampaikan Nimrot Siahaan SH.MH kepada awak media ( Jumat,2 /10/2026).di salah satu Cafe jalan SM Raja, Rantauprapat. Lanjutnya Batik ini sudah dapat Pengakuan UNESCO dan Tanggal 2 Oktober dipilih karena pada hari tersebut di tahun 2009, UNESCO secara resmi menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Tak benda Dunia. Batik menjadi Identitas Bangsa karena Setiap motif dan goresan pada kain batik menyimpan cerita, filosofi, serta kearifan lokal yang menjadi jati diri Indonesia. Dalam hal Pelestarian batik turut juga menjadi pendukung kesejahteraan para pengrajin lokal dan memajukan sektor UMKM di tanah air, jadi Mari bangga pakai batik setiap hari untuk merawat warisan budaya kita,bebernya. Red

Read More

Kepala Gampong Mesjid Nurunssalam Dituduh Turunkan Bendera Aceh Saat Acara Maulid Nabi, Masyarakat Kecewa dan Pertanyakan Sikap  

Bersuarakyat.online PERTANYAAN & KECAMAN MASYARAKAT ; NURUSSALAM, 2 OKTOBER 2026 — Masyarakat Gampong Mesjid, Kecamatan Nurussalam, menyampaikan kecaman keras dan sejumlah pertanyaan penting terkait tindakan Kepala Gampong yang diduga sengaja menurunkan Bendera Aceh pada pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tempat umum. Berikut pernyataan dan pertanyaan yang disampaikan masyarakat: “Kami masyarakat Gampong Mesjid sangat kecewa dengan tindakan Kepala Gampong yang dengan berani menurunkan Bendera Aceh saat acara peringatan Maulid Nabi yang sedang berlangsung. Tindakan ini terasa menyakiti hati seluruh warga yang hadir.” “Kami ingin bertanya dengan tegas: 1. Atas dasar peraturan apa Kepala Gampong menurunkan Bendera Aceh tersebut? Apakah ada surat perintah resmi dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, atau instansi berwenang yang ditunjukkan kepada warga sebelum diturunkan?” 2. Mengapa dilakukan pada saat acara keagamaan yang dihadiri banyak warga? Bukankah seharusnya menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat menjadi prioritas pemimpin di gampong? 3. Bukankah status Bendera Aceh saat ini masih dalam proses pembahasan dan peninjauan hukum di tingkat pusat? Jika belum ada keputusan hukum yang mengikat secara final, mengapa Kepala Gampong sudah mengambil langkah sendiri seolah-olah bendera itu sudah dilarang sepenuhnya?” 4. Apakah Kepala Gampong memahami bahwa Bendera Aceh bagi masyarakat Aceh bukan sekadar kain, melainkan bagian dari sejarah, perjuangan, dan identitas yang dihormati masyarakat luas? “Kami menuntut penjelasan terbuka dari Kepala Gampong terkait tindakan tersebut. Jangan membuat keputusan sepihak yang menimbulkan keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat.” “Kami juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong serta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk meninjau dan meneliti peristiwa ini secara transparan, agar warga mendapat jawaban yang jelas dan adil.” Demikian rilis ini disampaikan untuk diketahui umum dan pihak terkait. Warga Masyarakat Gampong Mesjid Kecamatan Nurussalam 2 Oktober 2026 #Hsb  

Read More

SIDANG KE-5 DI PN PSP CABANG GUNUNG TUA – AYAH KORBAN KHOIRUL ANWAR SIREGAR MENANGIS MINTA KEADILAN: HUKUM MHS  SEADIL-ADILNYA ATAS PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK SAYA

  Bersuarakyat.online – paluta Tangis seorang ayah pecah di depan Ruang Sidang Pengadilan Negeri Padangsidimpuan (PN PSP) Cabang Gunung Tua. Itu adalah tangis Khoirul Anwar Siregar, orang tua dari korban kekerasan dan penganiayaan anak nya Rafly Purbatua siregar.   Orang tua korban khoirul anwar siregar menyampaikan terima kasih kepada hakim dan jaksa penuntut umum bahwa sudah sampai Sidang Ke-5″ kasus penganiayaan yang menyita perhatian publik Paluta ini, Khoirul Anwar Siregar datang bukan dengan amarah, tapi dengan harapan terakhir kepada penegak hukum, Pada Rabu : 30/09/2026.   Kasus ini bermula pada 13/10/2025 sudah 1 tahun lalu, seperti terlihat dalam foto bukti yang beredar luas. Seorang anak kecil, “Rafly Purbatua Siregar, masih duduk di bangku sekolah kelas Tsanawiyah Negeri 2 P.Bolak Kab Paluta, wajahnya lebam membiru, mata sebelah kanan bengkak dan memar merah keunguan akibat “dugaan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Mhs.   Kejadian sudah hampir 1 tahun pada : 13/10/2025, itu adalah bukti bisu betapa kejamnya penganiayaan terhadap anak di bawah umur itu. Mata polos Rafly yang seharusnya ceria, kini menahan sakit dan trauma. Kepada  awak media Bersuarakyat, dengan suara parau menahan tangis, Khoirul Anwar Siregar menyampaikan permintaannya: Saya Khoirul Anwar Siregar, orang tua dari korban Rafly Purbatua Siregar. Saya memohon, saya meminta kepada Bapak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan kepada Yang Mulia Majelis Hakim PN PSP Cabang Gunung Tua, agar pelaku, Mhs dituntut dan dihukum dengan seadil-adilnya.”   Lihatlah mata anak saya. Sampai hari ini dia masih trauma. Dia takut keluar rumah. Dia adalah anak kecil, Pak Hakim. Jangan biarkan hukum tumpul untuk kasus penganiayaan anak seperti ini.”   Namun di tengah kesedihannya, Khoirul Anwar Siregar tidak lupa menunjukkan akhlak mulia. Ia tetap mengucapkan terima kasih:   Saya tidak luput mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Jaksa dan Bapak Hakim yang telah menangani perkara kasus kekerasan dan penganiayaan yang dialami anak saya Rafly Purbatua Siregar dengan serius dan profesional. Kami percaya keadilan masih ada di PN PSP Cabang Gunung Tua.” Kasus Rafly Purbatua Siregar ini menjadi sorotan Media Bersuarakyat karena pelaku diduga melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan luka yang cukup serius di bagian wajah.   Sesuai dengan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 80 ayat (1), pelaku penganiayaan terhadap anak dapat dipidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan, dan jika luka berat bisa sampai 5 tahun.   Masyarakat Paluta kini menanti: Apakah di Sidang Ke-5 ini JPU akan menuntut Mhs dengan tuntutan maksimal? Apakah Majelis Hakim akan memberikan keadilan yang membuat jera?   Bersuarakyat Paluta akan terus mengawal kasus ini sampai vonis dibacakan.   Anak adalah titipan Tuhan. Melukai anak sama dengan melukai masa depan Paluta.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More