MENYENTUH HATI DAN GEMETAR, TOLONG BAPAK BUPATI – CUMA SATU INI PENINGGALAN SEJARAH DI GUNUNG TUA SEJAK PENJAJAHAN BELANDA, TUGU PERJUANGAN PEJUANG DAN VETERAN DI PUSAT KOTA G.TUA TERBENGKALAI PENUH SAMPAH DI TENGAH PASAR
Bersuarakyat.online PALUTA- Membuat hati kita menangis Di tengah hiruk-pikuk Pasar Gunung Tua, berdiri sebuah *Tugu Bersejarah 17-8-1945. Satu-satunya peninggalan sejarah di Gunung Tua sejak jaman penjajahan Belanda. Tugu ini adalah “monumen para pejuang dan veteran di G.Tua, Kec. Padang Bolak. Dulu, jauh sebelum Paluta mekar, Tugu ini berdiri gagah di pusat Kota Gunung Tua, tepat di samping “Kantor Camat Padang Bolak yang masih Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)’. Tugu ini saksi bisu darah para pahlawan kita mengusir Belanda. TUGU Sejarah Di Gunung Tua Peninggalan Para Pahlawan Dan Veteran 17-8-45 YANG MEMPRIHATINKAN: 1. Tugu putih bertuliskan 17/08/1945 tapi di sekelilingnya lapak-lapak pasar dengan terpal biru dan orange. Di badannya ada tulisan warga: _”Tolong Tugu ini di jaga dan taman di rawat pak kadis perindag. Cuma satu ini peninggalan sejarah di g.tua Kec p.bolak Kab paluta sejak Penjajahan di jaman belanda.”_ 2. Taman di sekeliling Tugu penuh sampah. Botol plastik aqua, plastik sayur, puntung rokok, daun busuk berserakan di tanah becek. Tidak ada yang membersihkan. Rumput liar tumbuh. 3. Taman bunga yang seharusnya indah, kini ditimpa kayu lapak, terpal pasar, dan bakul-bakul pedagang. Pohon ditabrak kayu. Taman hancur. MEDIA BERSUARAKYAT MEMINTA: PEMKAB PALUTA HARUS PEDULI! Sejak Paluta mekar dari Tapsel pada *tahun 2007*, sudah 19 tahun Paluta berdiri. Tapi satu-satunya Tugu Sejarah perjuangan ini tidak pernah dirawat. Bersuarakyat meminta: Kami yakin dan percaya Kepada Bapak Bupati Paluta H.Reski Basyah Harahap, S.STP., MSi (H.Obon), Agar memanggil Kadis Pariwisata, Kepala Dinas Perindag Paluta dan Kepala Pasar Gunung Tua, tolong peduli!. Ini bukan soal pasar saja, ini soal harga diri kita. Tugu ini adalah momen para pejuang dan veteran di G.Tua. Kakek-kakek kita dulu berjuang melawan Belanda, mereka dirikan tugu ini sebagai pengingat. Kalau tugu ini saja kita biarkan kumuh, penuh sampah, dikelilingi lapak tuak dan terpal, lalu apa kita biarkan saja??? Kita ini durhaka pada sejarah,” ujar Harahap Kuro-Kuro, Pimpinan Biro Bersuarakyat Paluta dengan suara bergetar. SEJARAH YANG HILANG DI PUSAT KOTA: Ini adalah *Jati Diri Gunung Tua.* Dulu, di sinilah upacara 17 Agustus pertama di Padang Bolak dilaksanakan saat masih Tapsel. Dulu, di sinilah para pejuang berkumpul. Sekarang, di bawah Tugu ini malah jadi tempat pembuangan sampah sayur kol dan plastik pasar. Saran untuk Pemkab Paluta ; 1. Bupati Paluta H. Reski Basyah Harahap, S.STP., MSi (H. Obon) turun langsung melihat Tugu di Pasar Gunung Tua. 2. Dinas Perindag dan Kepala Pasar Gunung Tua*l, segera bersihkan sampah di Taman Tugu, larang pedagang menggelar lapak di atas taman tugu. 3. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Paluta, jadikan Tugu ini sebagai *Cagar Budaya dan Situs Sejarah Paluta*, buat pagar pembatas, buat plang sejarah, dan rawat tamannya dengan bunga. 4. Anggarkan perbaikan Tugu, di APBD 2026. Jangan sampai generasi anak cucu kita di Gunung Tua tidak tahu bahwa pernah ada pejuang yang mati untuk tugu ini. Jangan sampai mereka hanya tahu tugu ini adalah tempat sampah pasar. *Lokasi: Tugu Perjuangan 17-8-19, Pusat Pasar Gunung Tua, Kec. Padang Bolak, Kab. Paluta* *Foto: Kiriman Warga, 03/10/2026* Harahap Kuro-Kuro.